Home Tulisan Dari Medan untuk Pemulihan, Tahapan Kerja Pekerja Sosial dalam Rehabilitasi NAPZA
Tulisan

Dari Medan untuk Pemulihan, Tahapan Kerja Pekerja Sosial dalam Rehabilitasi NAPZA

Share

Oleh: Dea Alya Chantika Sianipar, Gebi margareta aritonang, Natasya Bintang Maretta Siregar, Maria Marsella Simamora

Suara USU, Medan. Medan merupakan salah satu kota besar yang juga menghadapi tingginya angka penyalahgunaan NAPZA. Menurut data BNN, jumlah pengguna yang terdeteksi dari tahun ke tahun cukup signifikan. Tapi jumlah yang mengikuti rehabilitasi secara teratur belum sebanding dengan kebutuhan. Salah satu lembaga yang aktif dalam rehabilitasi adalah Klinik Rehabilitasi Medan Plus, berdiri sejak 2003.

Selain pendekatan medis dan psikologis, lembaga ini juga melibatkan pekerja sosial dalam proses pemulihan klien yang tidak banyak orang tahu, ternyata melalui tahapan yang sangat sistematis.

Kami melakukan penelitian lapangan sekaligus wawancara langsung dengan Desi Oktavia Ginting, pekerja sosial di Medan Plus. Dari wawancara ini, kami menelusuri tahapan-tahapan pekerjaan sosial yang dilakukan dalam pelayanan rehabilitasi adiksi. Ternyata, intervensi yang dilakukan tidak sesederhana konseling biasa. Ada lima tahapan penting yang dijalankan:

1.     Asesmen: Mencari Akar Masalah

Tahap awal adalah asesmen. Pekerja sosial menggali latar belakang klien secara mendalam: jenis dan lama penggunaan narkoba, kondisi keluarga, psikologis, sosial ekonomi, hingga motivasi untuk pulih. Hasil asesmen ini menjadi dasar untuk menyusun intervensi lanjutan.

“Kami asesmen dari berbagai sisi, bukan cuma dari medis. Karena banyak masalah klien itu justru berasal dari rumah atau tekanan sosial,” ujar Desi(PEKSOS).

2.     Perencanaan Intervensi: Menyusun Strategi Bersama Tim

Setelah asesmen, pekerja sosial bersama psikolog melakukan case conference untuk menentukan bentuk terapi dan siapa yang akan menangani klien. Intervensi disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing klien karena tidak ada proses pemulihan yang seragam.

3.     Pelaksanaan Intervensi: Konseling dan Pendampingan

Ditahap ini, pekerja sosial melakukan konseling individu dan, bila perlu, konseling keluarga. Tapi yang menarik, fokus besar diberikan pada pendekatan keluarga.

Medan Plus memiliki program Family Support Group, yaitu edukasi untuk keluarga agar mereka tidak menjadi sumber tekanan, melainkan sistem pendukung.

4.     Evaluasi Berkala: Apakah Klien Maju atau Mundur?

Evaluasi dilakukan untuk melihat apakah ada kemajuan. Pekerja sosial mencatat dan mendiskusikan kondisi klien secara berkala. Jika ada hambatan, pendekatan bisa disesuaikan lagi.

5.     Terminasi & Reintegrasi: Siap Kembali ke Masyarakat

Tahap akhir adalah terminasi, saat klien dianggap cukup stabil untuk kembali ke masyarakat. Tapi sebelum itu, pekerja sosial memastikan klien punya dukungan sosial, kemampuan bertahan, dan rencana hidup yang sehat.

Selama proses rehabilitasi, banyak tantangan yang dihadapi: mulai dari klien yang belum menyadari masalahnya, keluarga yang tidak peduli, hingga stigma terhadap pekerja sosial perempuan yang dianggap kurang ‘tegas’.

Namun, semangat pekerja sosial seperti Bu Desi tak pernah surut. Ia percaya bahwa setiap klien punya potensi untuk pulih, selama diberikan kesempatan dan pendampingan yang tepat.

Dari penelitian ini, kami menyadari bahwa pekerjaan sosial bukan sekadar teori di kelas. Di lapangan, pekerja sosial menjadi jembatan nyata antara klien dan pemulihannya. Tahapan-tahapan yang dijalankan pun menunjukkan bahwa proses rehabilitasi adalah proses yang manusiawi, mendalam, dan sangat membutuhkan pendekatan sosial.

Semoga ke depan, dukungan terhadap layanan rehabilitasi baik dari pemerintah maupun masyarakat bisa makin kuat. Dan semoga lebih banyak orang tahu, bahwa pemulihan tidak hanya soal obat, tapi soal hubungan, pemahaman, dan kerja sosial yang tulus.

Artikel ini adalah publikasi tugas Mata Kuliah Metode-metode Pekerjaan Sosial dengan Dosen Pengampu Bapak Fajar Utama Ritonga, S.Sos., M.Kesos.

 

Redaktur: Indira Rivany

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.