SUARA USU
Life Style

Eco-enzyme, Cairan Hasil Fermentasi Sejuta Manfaat

Sumber gambar: https://images.app.goo.gl/kD13wGrus7kAtLXc7

Oleh: Viona Maharani

Suara USU, Medan. Sampah organik merupakan sampah yang sering kali kita temukan sehari-hari. Mulai dari sampah organik kering seperti kayu, ranting pohon dan dedaunan kering serta sampah organik basah seperti kulit buah, buah yang busuk, dan juga sisa sayur. Namun, tahukah kamu kalau sampah organik tersebut dapat dimanfaatkan kembali setelah melewati tahapan dan juga prosedur yang benar?

Salah satu cara untuk menyelesaikan permasalahan dari pemupukan sampah yang berasal dari aktivitas manusia adalah dengan pembuatan eco-enzyme atau bisa juga disebut dengan enzim ramah lingkungan. Pada dasarnya, eco-enzyme merupakan hasil dari fermentasi sampah organik seperti sisa kulit buah dan juga sisa sayur serta tambahan gula.

Eco-enzyme yang pertama kali ditemukan oleh Dr. Rosukon Poompanvong asal Thailand ini, dapat mengubah amonia menjadi nitrat (NO3) atau disebut dengan proses nitrifikasi yang juga merupakan hormon alami bagi tanaman. Cairan tersebut juga dapat mengubah CO2 menjadi karbonat (CO3) yang bermanfaat bagi tanaman di laut. Tidak hanya itu, cairan ini juga dapat digunakan sebagai pupuk tanaman karena memiliki khasiat yang dipercaya dapat menyuburkan tanaman, sebagai cairan pembersih serbaguna, membersihkan lingkungan, dan sebagai pengusir hama.

Bahan yang perlu dipersiapkan dalam pembuatan eco-enzyme adalah sisa kulit buah, sisa sayur, gula, dan air dengan perbandingan 3:1:10. Lalu masukkan air tersebut ke dalam wadah plastik, dilanjut dengan gula, sisa kulit buah, dan kulit sayur yang sudah dipotong-potong (bertujuan untuk mempermudah bahan masuk ke dalam wadah). Aduk bahan tersebut agar tercampur dengan baik, lalu tutup wadah, dan diamkan selama kurang lebih 3 bulan di tempat yang tidak terkena cahaya matahari secara langsung. Perlu diketahui, jangan simpan ini di dalam kulkas. Dalam satu bulan pertama, buka tutup wadah setiap hari dan gas akan dihasilkan dari proses fermentasi tersebut. Ciri-ciri eco-enzyme yang baik adalah bewarna coklat gelap dan juga memiliki bau asam manis yang kuat hasil dari fermentasi.

Jadi tunggu apalagi, yuk lestarikan lingkungan dengan memanfaatkan sampah organik disekitar kita!

Redaktur: Atika Larasati


Discover more from SUARA USU

Subscribe to get the latest posts to your email.

Related posts

Tarik Ulur Harga Tiket Borobudur

redaksi

Self healing Berujung Konsumtif

redaksi

Mengenal Efek Barnum, Fenomena Psikologi yang Buat Kamu Percaya Ramalan

redaksi