SUARA USU
Film

Film The Bad Seed 2018: Apakah Seseorang Terlahir Jahat atau Jahat Terlahir Atas Pengaruh Lingkungan?

Oleh: Siti Annisa

Suara USU, Medan. The Bad Seed adalah sebuah film Amerika Serikat yang dirilis pada tahun 2018. Film ini adalah remake dari film The Bad Seed tahun 1956 yang disutradarai oleh Rob Lowe, sekaligus pemeran utama pada film ini. Rob Lowe berperan sebagai David Grossman, ayah dari Emma Grossman yang diperankan oleh Mckenna Grace.

The Bad Seed 2018 menghadirkan cerita thriller psikologis yang menegangkan dengan unsur-unsur misteri. Alur cerita pada film ini pun berpusat pada Emma Grossman, seorang gadis berusia 8 tahun yang ceria dan pandai. Namun, seiring berjalannya waktu, sang ayah mulai curiga bahwa ada sesuatu yang tidak benar dengan putrinya.

Kisah ini pun bermula dari kecurigaan David atas perangai putrinya yang terlihat kejam dan seperti psikopat. Emma digambarkan sebagai anak yang tidak pernah sedikitpun merasakan bela sungkawa atas kematian apa pun baik itu hewan maupun manusia.

Ketika sejumlah peristiwa aneh dan tragis terjadi di sekitar mereka, kecurigaan David semakin kuat. Dia mulai menyelidiki setiap kejanggalan yang muncul pada putrinya dan menemukan beberapa fakta yang mengejutkan yakni terdapat beberapa orang yang meninggal akibat ulah sang putri.

Alur cerita berkembang dengan ketegangan yang terus meningkat ketika David membawa Emma pada seorang psikolog anak bernama Dr. March. Salah satu kutipan pada film ini oleh Dr Marshalovitz, seorang ahli sosiopat anak violet yang menyatakan bahwa kekerasan tampaknya ada di dalam diri mereka, terkubur seperti benih yang buruk. Akhirnya tumbuh dan berkembang.

Film ini berhasil menciptakan atmosfer misteri dan ketegangan yang kuat di sepanjang cerita, dengan permainan akting yang totalitas dari para pemain. Selama plot berlangsung, penonton akan disajikan dengan pertanyaan moral yang kompleks tentang kejahatan dan apakah seseorang bisa lahir jahat atau menjadi jahat karena pengaruh lingkungan.

Pesan moral lain yang terkandung pada film ini adalah bahwa manusia penting untuk memiliki perasaan dan empati terhadap orang lain.

Redaktur: Suranti Pratiwi


Discover more from SUARA USU

Subscribe to get the latest posts to your email.

Related posts

Ketakutan Mengaburkan Jati Diri, Menemukan Pesan Tersirat Film Moana

redaksi

Menilik Realita Kehidupan Petani Lewat Film Negeri di Bawah Kabut

redaksi

Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas: Kisah Jagoan asal Bojongsoang yang Tak Takut Mati!

redaksi