SUARA USU
Featured

Hari Kanker Anak, Sudahkah Kita Peduli?

Oleh : Nurul Rizky Amalia

Ilustrasi: Editor News-Pikiran Rakyat

Suara USU, Medan. Hari Kanker Anak Sedunia diperingati setiap tanggal 15 Februari sebagai bentuk dukungan terhadap anak-anak penderita kanker di dunia.

Kanker pada anak masih menjadi masalah kesehatan yang cukup rumit dihadapi diberbagai belahan dunia, tak terkecuali di Indonesia.  World Health Organization (WHO) memperkirakan sekitar 300.000 anak berusia 0-19 tahun terdiagnosis kanker setiap tahun.

Di Indonesia sendiri, setiap tahun terdapat sekitar 11.000 anak yang  terdiagnosa kanker. Kasus kanker pada anak di Indonesia terjadi cukup jarang, tapi penyakit ini merupakan salah satu penyebab utama kematian 90.000 anak setiap tahunnya.

Kendala terbesar yang dihadapi Indonesia dalam mengatasi kanker pada anak adalah sulitnya melakukan pencegahan dan deteksi dini. Selain itu diagnosis yang keliru dan tertunda, serta kurangnya beberapa akses terhadap fasilitas kesehatan.

Hari kanker anak sedunia juga digunakan sebagai bentuk sarana untuk mengajak seluruh masyarakat agar memiliki perhatian yang besar terhadap penyakit kanker, khususnya pada anak.

Oleh karena itu orang tua, masyarakat, tenaga kesehatan, dan pemerintah memiliki peran penting dengan mengenali tanda-tanda dan kendala mendeteksi kanker pada anak.

Kementerian Kesehatan menekankan bahwa pentingnya semangat gotong royong dan kerjasama dalam mewujudkan keberhasilan upaya penanggulangan kanker di Indonesia. Untuk itu Kemenkes menghimbau agar masyarakat untuk terus membudayakan perilaku hidup bersih dan sehat dengan makan makanan yang sehat, menu seimbang, bergizi, cukup buah dan sayur, melakukan aktivitas fisik pada anak secara teratur, serta melakukan pemeriksaan kesehatan anak secara berkala.

Pemerintah senantiasa berupaya meningkatkan jangkauan pelayanan kesehatan melalui pendekatan keluarga, yaitu kunjungan rumah secara periodik oleh petugas kesehatan untuk melakukan upaya promotif-preventif kanker pada anak, dan penanggulangan faktor resiko kesehatan dalam keluarga.

Selain itu, pemerintah juga berupaya memberikan fasilitas pelayanan Puskesmas untuk pemeriksaan deteksi dini pada kanker.

Redaktur: Salsabila Rania Balqis


Discover more from SUARA USU

Subscribe to get the latest posts to your email.

Related posts

Pengaruh Budaya Organisasi terhadap Perkembangan Pondok Jambu!

redaksi

Local’s Chambers, Peluang Emas bagi Local Community

redaksi

Ditampar Realita Kehidupan Lewat Buku Berjudul Kalo Sensi Jangan Baca Buku Ini

redaksi