SUARA USU
Opini

Menilik Kesiapan Kawasan Daerah Toba Menjadi Wisata Kelas Dunia

Oleh: Angelin Hutagalung

“Kawasan Danau Toba menjadi salah satu daftar prioritas pariwisata Indonesia yang digadang-gadang akan menjadi wisata kelas dunia. Bahkan pemerintah menargetkan F1 H20 digelar di daerah Danau Toba pada tahun 2023. Namun, di balik itu semua apakah masyarakat hingga pemerintah serta pihak lain yang terkait sudah mampu membantu dalam pengembangan daerah Danau Toba di masa pandemi Covid-19 ini, khususnya dalam hal mengelola fasilitas umum daerah wisata bahkan hingga sumber daya manusia?”

Suara USU, Medan. Dilansir dari web Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Danau Toba merupakan danau terluas pertama di Indonesia serta menjadi danau terdalam kedua di Indonesia (peringkat ke-15 untuk dunia). Pesona Danau Toba yang megah ini menjadikan daerah di sekitar Danau Toba, termasuk salah satu pulau terkenal yang terletak di danau Toba yaitu Pulau Samosir menjadi incaran tempat berwisata para wisatawan domestik hingga mancanegara.

Namun, apabila melihat dari kacamata penulis, alangkah baiknya jika ada pembenahan yang dilakukan dalam mengembangkan salah satu prioritas pariwisata Indonesia ini.

Pertama, memberi perhatian lebih terhadap fasilitas publik suatu tempat wisata. Berdasarkan pengalaman penulis sekitar tanggal 15 Januari 2022, saat mengunjungi daerah Bukit Sibea-bea Samosir, tampilan loket pembayaran untuk masuk daerah wisata tersebut kurang layak karena bangunan tempat para layanan tiket hanya berbahan kayu dan tak tertata rapi.

Selain itu, kekurangan fasilitas publik lainnya bisa dilihat di pelabuhan penyeberangan kapal ferry seperti, di Pelabuhan Ajibata yang tidak memiliki tanda yang jelas mengenai jalur masuk dan keluar kendaraan.

Hal ini memang masalah sepele namun berdampak besar seperti, adanya kelalaian petugas pelabuhan yang tidak memerhatikan pengunjung yang tidak ikut menunggu antrean kapal sehingga calon penumpang kapal lain pun menjadi kecewa bahkan emosi dengan pelayanan yang kurang efektif tersebut.

Keterangan gambar : Tampak jalan keluar dari kapal yang tidak memiliki rambu/penunjuk jalan. 

Menurut penulis, masih banyak perbaikan yang perlu dilakukan dalam pengembangan kawasan Danau Toba sebagai rekomendasi destinasi pariwisata internasional. Oleh karena itu, diperlukan kerja sama antara masyarakat, pemerintah, serta pihak lain yang bersangkutan.

Mari kita sebagai mahasiswa/mahasiswi ikut berpartisipasi dalam peningkatan daerah destinasi wisata sekitar tempat kita, sebagai salah satu wujud cinta tanah air Indonesia.

 

Redaktur: Miranda Agnelya Naibaho


Discover more from SUARA USU

Subscribe to get the latest posts to your email.

Related posts

Benarkah Hapus Email yang Tak Penting Bantu Selamatkan Bumi?

redaksi

Mengenal dan Mengatasi Post Holiday Blues, Rasa Malas Setelah Liburan

redaksi

Sikap Perfeksionis dapat Mengganggu Kesehatan Mental?

redaksi