
Oleh : Grace Nathania
Mereka pikir suara bisa dimatikan
Dengan bayang laras yang mengancam,
sepatu besi yang menghantam,
diikuti pelatuk yang ditarik,
meledakkan bunyi “DOR!” sebagai titah terakhir
Tapi lihatlah!
Lihat nyali yang membakar
Tangan terkepal, dada mendidih…
Bibir yang sempat dikunci paksa,
kini berteriak, merobek tirani
“DOR!”
Satu tumbang, seribu berdiri
Tak ada takut di mata kami!
Mesiumu mungkin menelan nyawa,
tapi tak akan menelan perlawanan
Karena fajar selalu pulang ke langit,
membawa terang untuk yang melawan
Maka setiap tembakan yang kau lepas,
hanya melahirkan seribu nyawa baru
Perjuangan baru…
Redaktur: Fatimah Roudatul Jannah
Leave a comment