SUARA USU
Musik

Lagu 365: Kisah Pilu Dalam Usaha Melupakan, Namun Bayangnya Mengalahkan

Penulis : Cindy Shafira Putri

Suara USU, Medan. Kembali lagi gadis jebolan Indonesian Idol merilis sebuah lagu. Tiara Anugrah Eka Setyo Andini atau kerap yang dikenal dengan Tiara Andini. Tiara Andini adalah penyanyi dan aktris asal Jember, Indonesia. Ia merupakan runner-up dari Indonesian Idol musim kesepuluh yang ditayangkan pada tahun 2019-2020 lalu.

Lagu yang berjudul “365” dirilis pertama kali pada tanggal 21 Agustus 2020 kemudian disusul perilisan video liriknya di YouTube pada hari yang sama. Sementara video klip lagu 365 baru diunggah di channel YouTube resmi miliknya selang 5 hari setelahnya, tepatnya pada Rabu, 26 Agustus 2020.

365 hari

Bayangmu masih menghalangi hatiku berlari

Bagaimana ku bisa temukan cinta yang baru

Bila kau masih di fikiranku?

Penggalan lirik lagu ini mewakili beberapa dari kita yang mungkin merasa gagal dalam melupakan seseorang. 365 hari penuh yang masih dihantui oleh bayang-bayang masa lalu. Tiara Andini sendiri sempat mengakui makna tersirat dari single ketiga miliknya ini. Mengisahkan seseorang yang masih belum mampu untuk move on sehingga hanya menyisakan luka dalam selama 365 hari.

Masih jelas di telinga

Manisnya suara

Derap langkah kita yang biasa seirama

Kau tuntunku ‘tuk mencinta

Namun tiba-tiba

Kau melangkah ke arah berbeda

Dari penggalan lirik diatas, waktu benar-benar dapat menyembuhkan luka, tetapi tidak untuk melupa. Pesan mendalam pada lagu 365 yang dibawakan oleh penyayi muda kelahiran 2001 ini berhasil membuat pendengar merasa terbawa oleh lagu, yang dimana lagu 365 membuat pendengar menjadi semakin gagal move on. Lantas bagaimana dengan kita sendiri? Sudah berhasilkah melupakan?

Redaktur: Zukhrina Az Zukhruf


Discover more from SUARA USU

Subscribe to get the latest posts to your email.

Related posts

Mencintai Tanpa Syarat Lewat Lagu Coldplay Yellow

redaksi

Golden Hour Mark Lee – Kegagalan yang Membuahkan Hasil

redaksi

Munafik, Singel Terbaru Ziva Magnolya: Kita Tak Sekedar Buang Waktu

redaksi