Pembaruan Langsung Kasus COVID-19
SUARA USU
Life Style

Lapo Tuak, Bentuk Kearifan Lokal Masyarakat Batak

Oleh: Okto Situmeang

Suara USU, Medan. Tradisi meminum tuak sudah menjadi sesuatu yang umum bagi kehidupan masyarakat batak dan kebiasaan ini diwariskan secara turun temurun. Tuak dipercaya oleh masyarakat batak memiliki khasiat yang sangat baik terhadap kesehatan jika dikonsumsi secara teratur. Tuak memiliki beberapa manfaat bagi kesehatan yaitu untuk menurunkan demam dan menjaga kesehatan ginjal.

Lapo tuak sebenarnya sama seperti rumah makan lainnya, hanya warung biasa. Di lapo tuak, penjual menyediakan makanan khas batak dan minuman layaknya sebuah rumah makan. Namun ada sedikit perbedaannya yaitu semua lapo tuak pasti menyediakan tuak, minuman tradisional yang dibuat dari kelapa atau aren yang dicampur raru.

Keberadaan lapo tuak memang sering menimbulkan kontroversi, terutama mengenai lokasi. Tapi jika diamati dengan cermat, sangat jarang lapo didirikan di tengah pemukiman penduduk. Biasanya lapo didirikan di tempat sepi dan jauh dari keramaian.

Seseorang yang bekerja untuk mengambil tuak biasanya disebut sebagai ‘paragat’, mereka biasanya mengambil tuak dari pohon nira/aren dan pohon kelapa. Tuak dapat mendatangkan keuntungan ekonomis bagi si paragat maupun si pemilik lapo tuak. Selain dapat dijadikan sebagai minuman, tuak juga dapat diolah sebagai gula aren maupun jenis makanan lainnya.

Pada umumnya kebanyakan orang yang datang ke lapo tuak adalah kaum pria khususnya kepala rumah tangga (amang-amang) dan para kaum pemuda. Tujuan mengunjungi lapo tuak bukanlah hanya sekadar mengisi perut dan meminum tuak, melainkan juga sebagai sarana untuk melepas lelah, khususnya bagi mereka yang baru pulang kerja.

Masyarakat yang berkumpul di lapo tuak dapat saling menerima satu sama lain dengan baik tanpa memandang adanya perbedaan dalam status sosial. Bentuk interaksi sosial masyarakat yang dilakukan di lapo adalah dalam bentuk diskusi dan musyawarah mengenai permasalahan-permasalahan sosial yang terjadi di lingkungan masyarakat. Fungsi utama dari lapo tuak adalah sebagai sarana informasi dan komunikasi yang mempererat hubungan antara sesama warga masyarakat, bahkan isu-isu umum yang menyangkut politik, ekonomi dan sosial budaya dibahas secara tuntas di lapo tuak. Maka secara tidak langsung, lapo tuak telah dijadikan sebagai wadah dan sarana untuk saling bertukar ide dan pendapat.

Kehadiran lapo tuak di tengah masyarakat batak memiliki sisi postif dan negatif. Sisi positifnya lapo tuak dijadikan sarana untuk mewujudkan kegiatan demokrasi. Di mana pada masa pemilihan umum para calon kepala daerah, mereka menarik perhatian masyarakat melakukan kampanye di lapo tuak. Selain itu, lapo tuak berfungsi sarana hiburan untuk melepaskan rasa jenuh. Tuak merupakan produk dengan kandungan etanol atau alkohol, itulah sebabnya tuak dinilai negatif oleh kebanyakan orang, minuman ini tidak baik jika dikonsumsi secara berlebihan.

Karena sering dinilai negatif oleh masyarakat, maka orang batak memiliki cara berpikir tersendiri untuk membuka sebuah lapo. Mereka menjual makanan ekstrem seperti ular goreng sebagai cara aman mereka ketika membuka lapo tuak, sehingga cara tersebut jadi tidak menggangu warga sekitar.

Seiring dengan perkembangan zaman, para pemilik lapo tuak pun melakukan transformasi dan inovasi untuk meningkatkan keuntungan dengan cara memanfaatkan kemajuan teknologi, yakni dengan membuat tempat karaoke agar pelanggan menjadi betah dan juga menawarkan nonton bareng pertandingan sepak bola yang membuat pengunjung menjadi terhibur, ditambah dengan adanya hiburan lain seperti permainan catur, bermain gitar sambil bernyanyi dan bahkan permainan kartu yang semakin menambah keakraban para pengunjung lapo.

Meninggalkan lapo tuak sangat sulit dilakukan oleh orang Batak. Kenyataanya, lapo berkembang dari waktu ke waktu. Kini lapo tuak tidak hanya ada di Sumatera Utara, di beberapa daerah seperti Jakarta, Suarabaya, dan beberapa daerah lainnya juga sudah mudah untuk menemukan lapo tuak.

Memang, lapo tuak dan orang Batak menjadi hal yang tak terpisahkan.

Redaktur: Yessica Irene

Related posts

5 Cara Supaya Uang THR Tidak Cepat Ludes

redaksi

Kopi atau Teh, Manakah yang Lebih Sehat?

redaksi

iPusnas, Surganya E-Book Legal dan Gratis

redaksi