SUARA USU
Life Style

Latah Teknologi Dengan Penerapan Aplikasi, Apakah Suatu Revolusi Industri?

Penulis : Cindy Shafira Putri

Maaf, sebelum membaca tulisan ini para pembaca diharapkan untuk daftar di aplikasi MyTulisan terlebih dulu. Persis dengan informasi dan guyonan yang beredar belakangan ini. Kita akan menyoroti isu terkait penggunaan aplikasi sebagai revolusi industri, salah satunya ialah MyPertamina.

Yups, untuk beli pertalite dan solar subsidi kita harus mengunduh aplikasi MyPertamina. Timbulah komentar “bukannya tidak aman ya kalau buka HP di SPBU?” “urusan jadi semakin ribet”. Begitu beberapa komentar masyarakat.

Banyak pro dan kontra yang timbul dari sejumlah masyarakat terkait penggunaan beragam aplikasi ini. Kritik berupa guyonan dilontarkan beberapa pengguna TikTok. Dalam guyonan tersebut dikisahkan beberapa tahun mendatang seseorang yang ingin ke toilet harus daftar di aplikasi MyToilet. Ketika ingin meminta tolong kepada polisi, diminta untuk mengunduh aplikasi MyPolisi, dan saat seseorang membutuhkan ambulance mereka perlu men-download MyAmbulance terlebih dulu untuk mendapatkan pelayanan.

Adanya MyAplikasi merupakan sebuah tutorial mempersulit hidup?
Sejumlah kota yang telah melakukan uji coba penggunaan aplikasi MyPertamina menyimpulkan adanya masalah tersendiri. Seperti bahaya mengaktifkan handphone saat mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM), masalah akibat gangguan sinyal, dan juga kondisi masyarakat awam yang masih gagap teknologi menjadikan penerapan aplikasi seperti ini menjadi sulit.

Usut punya usut, penerapan aplikasi sejatinya punya unsur bisnis. Karena selain mereka menjual aplikasi, kita yang mengunduh atau pun memakainya juga memperkaya developernya. Semakin banyak orang menggunakan aplikasi tersebut artinya pundi-pundi rupiah akan terus mengalir.

Apakah aman membuka Handphone di SPBU?
Dilansir dari Kumparan.com, kata pengamat telekomunikasi ITB, Ridwan Efendi, radiasi dari HP yang bisa menimbulkan percikan api di SPBU sebenarnya sangat kecil. Jadi, hal ini masih menjadi kontroversi di kalangan ahli. Berdasarkan pembuktian dari Profesor Adam Burgess dari Universitas Kent, dari 243 peristiwa kebakaran di SPBU yang ditelitinya, dia tidak menemukan bukti bahwasanya sebabnya adalah main hp di SPBU. Tapi Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Irto Ginting mengatakan bahwa HP sebenarnya boleh dipakai di area publik di SPBU. Tapi, khusus dekat area dispenser SPBU jarak amannya 1,5 meter. Beliau juga menyebutkan ada lokasi tertentu di SPBU yang memang dilarang untuk main HP, yaitu area tangki, area pembongkaran SPBU, atau terlalu dekat dengan pompa pengisian.

Bagi masyarakat di era 5.0 sekarang, penggunaan aplikasi memang bukanlah menjadi suatu kebiasaan yang baru. Kehidupan serba canggih saat ini dimudahkan dengan adanya aplikasi. Lambat laun semua akan mengikuti perkembangan jaman. Semua akan digitalisasi pada waktunya, namun pengguna teknologi juga kerap berhati-hati dalam mengunduh sebuah aplikasi.

Pengguna teknologi umumnya merasa dimudahkan karena banyaknya aplikasi yang tersedia secara gratis sehingga masyarakat senang men-download beberapa aplikasi yang mereka inginkan. Padahal semakin banyak aplikasi yang ada di dalam gadget kita, semakin bahaya karena memicu kejahatan yang mungkin terjadi dari penyalahgunaan data pribadi kita.

Untuk itu, yuk bijak dalam mengunduh dan memasang sebuah aplikasi tertentu untuk menghindari sebuah revolusi industri di era 5.0!

Redaktur: Theresa Hana


Discover more from SUARA USU

Subscribe to get the latest posts to your email.

Related posts

Pentingnya Mindset Positif di Tengah Maraknya Isu Mental Health

redaksi

Peluang dan Tantangan dalam Meningkatkan Kesadaran Nasionalisme Mahasiswa Melalui Pendidikan Kewarganegaraan

redaksi

Strategi Menghadapi Seleksi Alam Pertemanan di Lingkungan Kampus

redaksi