SUARA USU
Kuliner

Lebaran dan Lontong Tak Dapat Dipisahkan

Penulis: Annisa Azzuhra

Lebaran identik dengan momen saling bermaafan dan bersilaturahmi dengan mendatangi rumah kerabat dan saudara. Saat lebaran, pasti banyak disuguhkan beberapa makanan tradisional sebagai jamuan, seperti ketupat, opor ayam, sate kambing, dan tidak ketinggalan pula lontong sayur.

Sebenarnya makanan ini lazim ditemukan pada hari – hari biasa. Namun apa yang membuatnya berbeda, sehingga kita dapat menemui makanan tersebut di setiap rumah saat hari raya?

Sebenarnya, tidak banyak hal istimewa yang membedakan makanan tersebut saat dihidangkan pada hari biasa dan saat lebaran, terutama dengan penyajian lontong. Hanya saja, penambahan beberapa lauk pendukung menjadikan lontong lebaran terasa berbeda dengan lontong yang kita temui setiap harinya. Umumnya, lontong disajikan dengan sayur lodeh yang berwarna kuning kemerahan serta beberapa pelengkapnya, seperti tauco, keripik sambal, mie, lalu ditambahkan telur dan kerupuk.

Pada penyajian lontong lebaran, biasanya diitambahkan beberapa pelengkap spesial, seperti menggunakan rendang daging. Tentu saja dengan adanya menu tambahan tersebut semakin meningkatkan cita rasa lontong. Sajian bersantan satu ini menjadi primadona saat lebaran di setiap rumah. Dengan banyaknya bumbu – bumbu yang digunakan, akan mempertajam rasanya.

Namun, perlu diperhatikan batasan wajar untuk mengkonsumsi lontong lebaran. Kandungan lemak yang tinggi dari santan sangat berbahaya bagi kesehatan jika dikonsumsi dalam porsi yang tidak wajar, apalagi setelah lepas dari momen bulan puasa. Disarankan untuk mengkonsumsi lontong lebaran paling banyak dua porsi per hari, karena jika dikonsumsi berlebihan akan menyebabkan kolesterol dan tekanan darah naik. Maka diperlukan makanan penyeimbang seperti buah dan sayuran untuk menetralisir kemungkinan penyakit yang akan datang.

Jadi selamat menyantap lontong lebarannya, tapi tetap dalam porsi yang wajar ya!

Redaktur: Yulia Putri Hadi


Discover more from SUARA USU

Subscribe to get the latest posts to your email.

Related posts

Jelang 14 Hari Ramadhan, Ini Menu Bukaan yang Tak Boleh Dilewatkan!

redaksi

Filosofi Kopi Ride Medan, Pilot Project Pertama di Sumatera

redaksi

Kue Ruwok, Kue Manis Khas Sumatera Barat

redaksi