Pembaruan Langsung Kasus COVID-19
SUARA USU
Kabar Kampus

Lingkar Diskusi UKM Studi Pedesaan USU, Ajak Mahasiswa Peduli Pendidikan Masyarakat Desa

Oleh : Elnada Nadhira Saleh

Suara USU, Medan. UKM Studi Pedesaan USU mengadakan Lingkar Diskusi bertemakan “Dampak Perekonomian yang Rendah Terhadap Perkembangan Pendidikan di Desa” pada (25/06) yang dilaksanakan via Zoom Meeting. Lingkar diskusi sendiri merupakan program baru yang diadakan oleh divisi POSDAM (Pengembangan Organisasi dan Sumber Daya Manusia). Lingkar diskusi pertama ini diawali oleh pemantik yang merupakan koordinator divisi Posdam yaitu M. Fahrel Edy serta dipandu oleh moderator yaitu Andreas Sitompul selaku anggota divisi Posdam.

Lingkar diskusi ini mendapatkan antusias dan respon positif, dilihat dari banyaknya partisipan yang ikut memberikan pandangan sehingga diskusi semakin hidup.

Sebagai pembuka, Fahrel memaparkan bahwa salah satu potensi besar yang ada di Indonesia adalah melimpahnya bahan mentah yang berpusat di desa, hal ini tentu memberi gambaran bahwa peran desa bagi sebuah negara tidak bisa dianggap remeh. Tetapi, hal ini tidak bisa dijadikan jaminan bahwa negara yang memiliki banyak desa akan memiliki tingkat perekonomian yang tinggi karena disebabkan oleh masalah pendidikan, kesehatan, serta urbanisasi.

Lebih lanjut, Fahrel menjelaskan bahwa pendidikan merupakan faktor terpenting agar suatu negara bisa maju. Tetapi, masih ada anggapan dari masyarakat desa bahwa pendidikan adalah harta yang mahal dan hanya segelintir orang yang bisa mendapatkannya. Untuk itu, perlunya suatu langkah ataupun program yang dijalankan agar stereotip pada masyarakat desa dapat berubah. 

“Esensi pendidikan adalah bagaimana cara agar kita bisa menyelesaikan masalah,” ujar Fahrel.

Fahrel juga memaparkan beberapa faktor penghambat pelaksanaan pendidikan di desa, serta perlunya pendidikan non formal seperti sanggar dan tempat pelatihan yang dapat mewadahi pendidikan di desa. Fahrel juga menambahkan bahwa pendidikan yang diberikan harus bersifat ilmiah. 

“Pendidikan di desa harus bersifat ilmiah, yaitu mampu menjawab persoalan-persoalan yang ada berdasarkan fakta, demokratis dan juga anti-feodal,” tutup Fahrel.

Redaktur: Yessica Irene

Related posts

Perlombaan Costum Player Hingga Konser Puncak Meriahkan Perayaan Dies Natalis Hinode USU ke-34

redaksi

Mapping Your Career, Creating Your Future bersama AIESEC in USU

redaksi

Kelas Donasi oleh SCORE PEMA FK USU

redaksi