Reporter : Anastasyia Dwi T Sitinjak
Suara USU, Medan Mahasiswa Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara (USU) stambuk 2023, Faiz Athallah Biantoro berhasil meraih Juara 1 kategori King of Win Rate dalam Trading Competition yang diselenggarakan oleh BRI Danareksa Sekuritas di bawah Danantara Indonesia.
Trading Competition tersebut merupakan program edukasi berbasis praktik yang berlangsung selama tiga bulan, mulai April hingga Juni 2026. Program ini bertujuan meningkatkan literasi pasar modal, kemampuan analisis, serta strategi trading mahasiswa melalui kompetisi yang sehat dengan berbagai kategori penilaian dan penghargaan.
Berdasarkan hasil wawancara pada (17/8/2026) Faiz mengatakan, keikutsertaannya dalam kompetisi tersebut menjadi kesempatan untuk menguji secara langsung pengetahuan pasar modal yang selama ini diperolehnya di bangku perkuliahan.
“Pasar modal memang bukan hal baru bagi saya, tetapi selama ini masih sebatas teori dan simulasi di kelas. Saya ikut program ini untuk menguji langsung kemampuan saya dalam hal membaca pasar dan mengambil keputusan trading di kondisi riil selama tiga bulan,” ujar Faiz.
Perjalanan Faiz dalam mengikuti kompetisi tersebut tidak terlepas dari kondisi pasar modal Indonesia yang cukup menantang. Pada periode April hingga Juni, pergerakan pasar dipengaruhi oleh berbagai faktor makroekonomi dan global mulai dari ketegangan geopolitik, arah kebijakan suku bunga, hingga tekanan arus dana asing yang keluar dari pasar domestik. Kondisi tersebut membuat pergerakan harga saham menjadi lebih sulit diprediksi dibandingkan kondisi pasar yang relatif normal.
Menurutnya, tantangan terbesar bukan hanya kemampuan membaca pergerakan pasar, tetapi juga mengendalikan psikologis ketika menghadapi tekanan pasar. Ia tetap mempertahankan saham yang dinilai memiliki fundamental baik hingga sentimen pasar membaik dan harga kembali mengalami kenaikan.
“Di situ tantangan terbesarnya justru bukan membaca pasar, tapi mengontrol diri sendiri dan tetap disiplin pada analisis fundamental di tengah tekanan eksternal yang membuat banyak orang panik dan menjual di harga bawah,” jelasnya.
Bagi Faiz, penghargaan yang diraihnya bukan sebagai tujuan akhir, melainkan sebagai validasi awal atas kemampuan yang telah dikembangkan. Prestasi tersebut juga menjadi motivasi baginya untuk terus memperdalam pengetahuan mengenai pasar modal sebagai bekal menuju rencana kariernya di industri keuangan.
Menutup sesi wawancara, Faiz turut menyampaikan harapannya setelah menerima penghargaan tersebut.
“Harapannya, ini jadi bekal dan modal kepercayaan diri untuk terus mendalami pasar modal, dan sesuai rencana saya ke depan di industri keuangan”, ujar Faiz.
Ia juga berharap pencapaian tersebut dapat membawa nama baik USU sekaligus mendorong mahasiswa lainnya untuk lebih percaya diri mengikuti dan bersaing dalam kompetisi tingkat nasional.
Redaktur: Romaito Margareta Saruksuk
Leave a comment