SUARA USU
Featured Kabar Kampus Kabar SUMUT

Mahasiswa FISIP USU, Lakukan Pengamatan Terhadap Strategi Badan Narkotika Nasional Kabupaten Tapanuli Selatan dalam Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba

Suara USU, Medan. Dewasa ini, metode dalam pembelajaran kian meningkat. Seperti halnya Project Based Learning dan Case Method. Case method (metode kasus) adalah sebuah pendekatan pengajaran partisipatif berbasis diskusi untuk memecahkan kasus atau masalah. Pengunaan case method akan mengasah dan meningkatkan keterampilan berpikir kritis untuk membantu belajar bagaimana menganalisis kasus, mengidentifikasi masalah dan solusi, membandingkan keputusan alternatif, dan sampai pada kesimpulan tentang berbagai aspek perawatan.

Berkenaan dengan ini empat mahasiswa Prodi Ilmu Kesejahteraan Sosial Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara yang beranggotakan Aulia Ahmad Harahap (190902081) beserta dengan rekan rekannya ini mengangkat sebuah kasus menggunakan case method tentang penyalahgunaan napza mengenai “Strategi Badan Narkotika Nasional Kabupaten Tapanuli Selatan dalam Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba” untuk memenuhi tugas dalam mata kuliah Penyalahgunaan Zat dan Penanggulangannya yang diampu oleh Bapak Fajar Utama Ritonga S.Sos, M.Kesos

Penelitian yang dilakukan oleh keempat mahasiswa tersebut berlokasi di Kantor Badan Narkotika Nasional (BNN) Tapanuli Selatan, yang beralamat di Jl. H Raja Inal Siregar, Kelurahan Batunadua Julu, Kecamatan Padangsidimpuan Batunadua, Kota Padangsidimpuan, Sumatera Utara 22733. Setelah lokasi penelitian di datangi terhitung sebanyak dua kali yakni pada tanggal 31 Maret dan tanggal 05 April. Kantor BNN Tapanuli Selatan merupakan sebuah Lembaga Pemerintah Non Kementrian (LPNK) dibawah koordinasi Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia yang melaksanakan tugas negara di bidang pencegahan, penyalahgunaan dan peredaran gelap psikotropika, prekursor, dan bahan adiktif lainnya kecuali bahan adiktif untuk tembakau dan alkohol.

Badan Narkotika Nasional dengan semakin bertambahnya jumlah pecandu narkoba di Kabupaten Tapanuli Selatan merupakan salah satu lembaga penyelenggara yang mewakili seluruh lapisan masyarakat dalam pemerintahan. Oleh karena itu, BNN dibentuk berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2002 guna menjamin terselenggaranya pengendalian, pengawasan, serta pencegahan dan pemberantasan peredaran gelap Narkoba. Adanya strategi BNN untuk mengurangi penggunaan narkoba melalui pelibatan masyarakat, melalui fasilitas rehabilitasi dan bentuk pencegahan lainnya, bahkan pengetahuan dan karakteristik pengguna di lingkungan tempat tinggal, bekerja dan sekitarnya.

JS seorang staf BNN Kabupaten Tapanuli Selatan, mengungkapkan, narkoba termasuk pada bahaya laten. Menurutnya, jika masyarakat tidak peduli akan bahaya narkoba, maka akan terjadi loss generation. Dalam artian, potensi hilangnya generasi muda sebagai generasi penerus bangsa. Dia menekankan, yang perlu disikapi, dijaga, dan waspadai adalah penyalahgunaannya bukan narkobanya. Karena apabila narkoba diperlakukan secara baik, diperlakukan secara adil dimana tempatnya, narkoba ada manfaatnya.

Strategi yang dilaksanakan oleh Badan Narkotika Nasional Kabupaten Tapanuli Selatan dalam mengurangi kecanduan narkoba meliputi berbagai program (Iskandar, 2017:47), diantaranya:
1. Penyuluhan pelajar SMP, dan SMA dari program penyuluhan tersebut terbentuklah beberapa kegiatan di berbagai sekolah yakni di SMP N 2 Batang Angkola dengan kegiatan FGD (Fokus Group Discoution) tentang pembangunan masyarakat berwawasan anti narkoba lingkungan Pendidikan.
2. Melakukan rapat kerja di Desa Sorik dalam rangka pemberdayaan lingkungan masyarakat
3. Pola – pola komunikasi yang dilakukan Badan Narkotika Nasional Kabupaten Tapanuli Selatan dalam menjalankan tugas, pola komunikasi tergantung dari tema ataupun bentuk acara seperti pola komunikasi satu arah yang membuat acara Talkshow di radio, Dua arah acara seminar, multi arah FGD (Focus Group Discusion).
4. Media yang digunkan Badam Narkotika Nasional Kabupaten Tapanuli Selatan yaitu Radio, Koran, Stiker, spanduk dan beberapa dokumentasi dari staf Badan Narkotika Nasional Kabupaten Tapanuli Selatan.
5. Strategi yang digunakan oleh Badan Narkotika Nasional Tapanuli Selatan yang bertempat di Batang Angkola adalah asistensi dalam rangka penguatan pembangunan berwawasan anti narkoba dan rapat evaluasi advokasi pembangunan berwawasan anti narkoba oleh stakeholder kecamatan.

Adapun Hambatan Badan Narkotika Nasional Kabupaten Tapanuli Selatan dalam upaya melaksanakan program meurunkan dan pencegahan penyalagunaan narkoba di kalangan masyrakat mengalami beberapa hambatan-hambatan diantaranya: a. Tidak semua daerah mudah terjangkau. b. Kurangnya personil dan sumber daya manusia. c. Masyarakat kurang terbuka mengenai penyalahgunaan dari bagian keluarga.
Akhir kata, strategi pencegahan penyalahgunaan narkoba yang dilakukan okeh BNN Kabupaten Tapanuli Selatan yaitu dengan cara sosialisasi ataupun advokasi dan diseminasi kepada masyarakat, melaksanakan pemberdayaan masyarakat melalui pembentukan penggiat anti narkoba, melakukan rehabilitasi dan pemberantasan narkoba kepada para pengedar.

Penulis:
1. Aulia Ahmad Harahap (190902081)
2. Novita Andriani Panjaitan (190902003)
3. Nadira Amalia Tamima Nasution (190902005)
4. Fransiska Surya Uli (190902069)

Sumber Pustaka:
Muda, I. (2017). Strategi Komunikasi Narkotika Nasional Kabupaten Tapanuli Selatan dalam Sosialisasi dan Menurunkan Penyalahgunaan Narkoba di Kecamatan Batang Angkola Kabupaten Tapanuli Selatan.

Redaktur: Salsabila Rania Balqis

 


Discover more from SUARA USU

Subscribe to get the latest posts to your email.

Related posts

Tingkatkan Kepedulian, Suara USU Ramadhan Berbagi Kembali Terlaksana

redaksi

Belum Mendapat Kejelasan, Rekrutmen PEMA USU Masih Menjadi Pertanyaan!

redaksi

Mengenal Akreditasi Perguruan Tinggi dan Syarat Ketentuannya

redaksi