SUARA USU
Kabar Kampus Kabar SUMUT

Mahasiswa Kesejahteraan Sosial USU Apresiasi STM AL AMIN, Wujud Nyata Saling Menolong

Oleh: Muhammad Fadhlan Amri

Suara USU, MEDAN. Sifat saling tolong menolong antar sesama manusia merupakan elemen yang wajib ada didalam setiap hati manusia.Tolong menolong bisa dilakukan dengan berbagai cara mulai dari hal yang kecil hingga yang besar,sebab pertolongan sekecil apapun akan berarti besar bila kita senang melakukannya.

Senada dengan yang dicita-citakan oleh jurusan Kesejahteraan Sosial menolong sesama seakan menjadi kewajiban dengan beragam cara, salah satu inisiator dalam menolong masyarakat ialah seorang pekerja sosial. Pekerja sosial terus berupaya dalam meberikan yang terbaik untuk masyarakat. Karena memang prinsipnya pekerja sosial dalam melakukan Pengembangan Masyarakat harus mampu menjadi:

1.Fasilitator, dalam memfasilitasi keinginan masyarakat dengan kerja-kerja yang akan dilakukannya.

2.Broker, dalam menghubungkan sumber daya yang menguntungkan masyarakat semaksimal mungkin.

3.Mediator, yang menjadi pihak ketiga yang menengahi apabila masyarakat konflik dengan suatu permasalahan.

4.Pembela, yang membela masyarkat yang menjadi klientnya yang bermasalah namun tetap dalam pertimbangan yang bijak.

5.Pengetahuan dan Keterampilan, yang mumpuni menjadikan kerja pekerja sosial tersebut lebih maksimal lagi,karena memang sudah memiliki bekal pengetahuan dan keterampilan yang cukup.

Atas dasar inilah bagi M.Khalid (NIM 170902010) yang merupakan Mahasiswa Jurusan Kesejahteraan Sosial, FISIP, USU untuk melakukan Praktek Kerja Lapangan (PKL 2) di Serikat Tolong Menolong Al Amin di Desa Bandar Setia, Percut Sei Tuan.Khalid merasa bahwa Serikat Tolong Menolong ini merupakan asset yang baik bagi masyarakat dalam mewujudkan gotong royong dalam mewujudkan kebaikan bersama. M.Khalid juga dibimbing oleh Supervisor sekolah (Dosen USU) yakni oleh Randa Putra Sinaga.S.Sos.M.Kessos. Selain Supervisor Sekolah M.Khalid juga dibantu oleh Supervisor Lembaga yakni oleh Amirul Hadi yang merupakan salah satu anggota STM Al Amin.

Praktek Kerja Lapangan ini dilakukan selama 6 Bulan terhitung sejak Januari 2021 hingga Juni 2021 , kegiatan yang dilakukan seperti ikut melihat proses pengurusan jenazah, ikut dalam menghimpun dana iuran anggota,ikut dalam menguatkan keluarga yang kemalangan agar tetap tabah,dan ikut mensosialisasikan STM Al Amin kepada masyarakat sekitar agar mengikuti STM Al Amin.

Jadwal praktek mengikuti situasi tidak terjadwal setiap pekannya, namun adakalanya satu pekan itu bisa full jadwal prakteknya. Situasi yang dimaksud adalah situasi kemalangan yang tak dapat diduga datangnya, qadarullah (Atas takdir Allah Ta’ala) didaerah ini dalam 6 bulan terakhir sudah 11 orang yang meninggal dunia. Dengan berbagai penyebab kematian seperti sakit dan yang terakhir adalah pembunuhan. Khalid serta pengurus STM lainnya sigap dan siaga apabila ada keluarga anggota yang mengalami kemalangan maka tenda dan peralaan pengurusan jenazahlainnya segera terpasang di kediaman keluarga.

Khalid menyadari bahwa dirinya selama PKL ini menjadi seorang Enabler ( Agent perubahan ) bagi STM Al Amin agar kedepannya menjadi lebih baik lagi, Teori ini diungkapkan Zastrow (2010:70-72). Menjadi seorang Enabler tentu ada banyak tahapan yang dilalui dalam prosesnya, karena memang Enabler harusnya mampu memberikan ide, tindakan nyata, serta ikut merencanakan program yang berdampak positif bagi STM Al Amin.

Tahapan metode yang dilakukan Khalid sebagai Pekerja Sosial dalam Pratek kerja Lapangan ini adalah Grup work, yang memiliki tahapan  :

  1. Persiapan, diawal kegiatan tentu kita mencoba melengkapi administrasi izin Praktek Kerja Lapangan. Kemudian sedikit berbincang dengan para pengurus tentang kondisi STM Al Amin terkini.
  2. Pengumpulan data (Assessment ) , digunakan sebagai modal dalam intevensi. Alat yang digunakan adalah wawancara terhadap pengurus dan anggota STM Al Amin, dan Observasi saya ketika berada disana. Dalam hal ini data yang dimaksud adalah data anggota STM, Anggaran yang tersedia di kas STM hingga kesulitan apa saja yang dihadapi Anggota STM dalam membayar iuran.
  3. Planning, perencanaan yang dilakukan seperti melihat Potensi STM Al Amin dalam memberikan pelayanan ,lalu juga melihat permasalahan yang ada di antara anggota STM Al Amin seperti kesulitan membayar lalu akan kita cari solusi nya. Seperti itu perencanaan yang kita buat.
  4. Intervensi (Eksekusi program) , tentu melakukan beberapa kegiatan seperti mensosialisasikan STM kepada masyarakat muslim sekitar yang belum bergabung dengan STM Al Amin, Ikut mengutip iuran STM dengan tetap menerapkan senyum, salam dan sapa setya dan ikut menguatkan keluarga yang ditimpa musibah kemalangan. Namun tentunya dengan tetap menerapkan Protokol kesehatan.
  5. Evaluasi, yang dilakukan tentu melihat dari apa yang telah kita rencanakan. Alhamdulillah apa yang direncanakan semua berjalan dengan baik.
  6. Terminasi , bisa disebut juga Dampak positif yang terjadi setelah saya melakukan kegiatan bersama keluarga besar STM Al Amin, kita melihat ada beberapa keluarga yang bergabung dengan STM Al Amin serta intesitas pembayaran iuran pun meningkat. Perlahan namun pasti STM Al Amin akan tetap eksis karena memang niatnya adalah membantu masyarakat dalam mengelola dana kemalangan di daerah Dusun X, Desa Bandar Setia.

Setelah tahapan diatas dilakukan maka Khalid bisa melihat walaupun ada saja permasalahan yang terjadi di dalam keluarga besar STM Al Amin terutama dalam hal pembayaran iuran namun semua itu terselesaikan dengan baik arena memang STM Al Amin selalu mengutamakan sifat kekeluargaan dalam menyelesaikan sesuatu.

Khalid juga mengatakan bahwa STM ini sangat dekat dengan kita bahkan bisa jadi kita menjadi salah satu anggotanya, mengingat tujuan utama dari STM terbentuk ialah menolong sesama yang mengalami kemalangan, khusus STM Al Amin membantu biaya pengurusan jenazah secara muslim yang kita tau cukup mahal dalam pengurusannya.

“Kematian adalah yang sangat dekat dengan kita, tiada yang tahu kapan datangnya dan dimananya datangnya. Untuk itu STM Al Amin adalah asset yang merupakan wujud aplikasi gotong royong yang dari dulu menjadi ciri khas Bangsa Indonesia. Apresiasi takjub yang patut kita berikan kepada STM Al Amin yang tetap konsisten memberikan pelayanan terbaiknya untuk masyarakat sekitar,” tutupnya.

Redaktur: Zukhrina Az-Zukhruf

Related posts

Adakan Kegiatan Kamisan, PEMA USU Bahas Kejanggalan Kematian “Golfrid” Sang Aktivis HAM dan Lingkungan

redaksi

21st Computer Science Anniversary, United by Feelings dan Harapan untuk S-1 Ilmu Komputer

redaksi

KKNTD-12 Goes To School di Kelurahan Dataran Tinggi, Binjai Timur

redaksi