Home Kabar Kampus Massa Aksi Kecewa, Gubernur Bobby Nasution Absen di Aksi Tutup TPL
Kabar Kampus

Massa Aksi Kecewa, Gubernur Bobby Nasution Absen di Aksi Tutup TPL

Share
Dokumentasi: Suara USU

Reporter: Muhassanah Nasution, Rizqi Putra Permono

Suara USU, Medan. Massa aksi “Tano Batak Memanggil: Tutup TPL” menyampaikan kekecewaan karena Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, tidak hadir dan tidak memberikan tanggapan langsung terhadap aksi yang digelar di depan Kantor Gubernur Sumatera Utara pada Senin (10/11). Padahal, massa mengaku telah menyurati pihak gubernur sejak seminggu sebelumnya untuk memberitahukan rencana aksi damai menuntut pencabutan izin PT Toba Pulp Lestari (TPL).

“Kami rakyat kecewa dengan kurangnya inisiatif Gubernur untuk hadir karena kami telah menyurati sejak satu minggu sebelum kami datang. Artinya, tidak ada indikasi baik yang kami rasakan dari Gubernur untuk menyikapi masyarakat yang sudah hadir. Selain itu, ini adalah bentuk penghinaan terhadap amanat rakyat,” ujar salah satu massa aksi.

Wakil Gubernur Sumatera Utara, H. Surya BSc, menjelaskan bahwa Bobby Nasution tidak berada di tempat karena sedang mendampingi keluarga asal Sumatera Utara yang menerima gelar pahlawan di Istana Negara. “Gubernur Sumatera Utara saat ini tidak berada di tempat karena sedang mendampingi keluarga dari Sumatera Utara yang mendapat gelar pahlawan pada hari ini, sehingga beliau harus berada di Istana untuk beramah-tamah dengan Presiden,” katanya pada pukul 13.40 WIB. Pernyataan itu justru memicu kemarahan massa aksi.

Meskipun kecewa, massa tetap berharap Gubernur dapat memberikan tanggapan secara daring, baik melalui telepon maupun pesan. Namun, hingga menjelang sore hari, tidak ada kepastian apa pun dari pihak Gubernur.

Sekitar pukul 15.18 WIB, Penjabat (Pj.) Sekretaris Daerah (Sekda) Sumatera Utara, Sulaiman Harahap, akhirnya hadir menemui massa aksi. Ia menyampaikan hasil diskusi dan kesepakatan dari pihak Kantor Gubernur Sumatera Utara berupa rencana penjadwalan kunjungan dan pertemuan. “Tanpa mengurangi rasa hormat kami, kami akan segera menjadwalkan kunjungan ke Sihaporas dan mengatur pertemuan secepatnya setelah menyelesaikan semua agenda yang telah ditetapkan,” ujar Sulaiman.

Pernyataan tersebut kembali disambut kekecewaan dan kemarahan dari massa aksi yang terus meneriakkan “Tutup TPL”. Salah satu perwakilan dari aliansi masyarakat adat menegaskan, “Seharusnya yang kami ingin dengar adalah suara Pak Gubernur. Pertanyaannya, maukah Bapak Gubernur turun ke lokasi dan mengatakan ‘Tutup TPL’? Bisakah Bapak menjamin hal itu? Agar kami bisa pulang dengan tenang, nanti kami bisa bercerita kepada orang tua kami yang sudah memberangkatkan dan mendukung aksi ini bahwa ada jawabannya.”

Usai penyampaian pernyataan tersebut, Pj. Sekda Sumut kembali masuk ke dalam kantor gubernur, sementara massa melanjutkan aksi dengan berorasi dan menari tor-tor bersama.

Hingga pukul 16.26 WIB, Pj. Sekda Sumut kembali menemui massa untuk menyerahkan surat pernyataan yang telah ditandatanganinya. Surat tersebut berisi komitmen untuk menyampaikan kepada Gubernur Sumut agar segera menjadwalkan kunjungan ke Sihaporas dan menindaklanjuti permasalahan yang disampaikan masyarakat.

Aksi ini diikuti oleh berbagai elemen masyarakat dari sejumlah daerah di Sumatera Utara, seperti Dairi, Simalungun, Pematangsiantar, Tapanuli Utara, dan daerah lainnya.

Redaktur: Jesika Yusnita Laoly

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.