SUARA USU
Opini

Memilih MKWU dengan Sistem War, Apakah Sesuai Minat?

Oleh: Yulia Tarigan

Suara USU, Medan. MKWU atau Mata Kuliah Wajib Universitas merupakan program Universitas Sumatera Utara bagi mahasiswa untuk dapat mengambil mata kuliah lintas program studi di dalam universitas sebagai bagian dari program besar Merdeka Belajar. Mata kuliah ini bersifat wajib dan harus diambil mahasiswa sesuai kurikulum yang sudah ditentukan setiap prodi.

Pembagian MKWU dibagi berdasarkan 5 kelompok keilmuan, yaitu:

  1. Internasionalisasi
  2. Seni dan Kebugaran
  3. Kearifan Lokal
  4. Literacy Skill
  5. Kewirausahaan

Daftar pilihan MKWU ditampilkan dalam setiap akun mahasiswa Universitas Sumatera Utara pada website satu.usu.ac.id. MKWU pada umumnya diambil mulai dari semester 3 sampai dengan semester 5 sesuai dengan syarat dan ketentuan prodi.

Berdasarkan survei yang dilakukan kepada beberapa mahasiswa, banyak yang beranggapan bahwa hadirnya pilihan MKWU ini memberikan kesempatan baru bagi mahasiswa untuk mengembangkan minat dan mempelajari hal baru di luar mata kuliah prodi. MKWU dianggap sebagai salah satu wadah untuk menyalurkan ekspresi dan kegemaran mahasiswa, seperti halnya dalam kelompok seni dan kebugaran yang mana lebih menekankan pembelajaran secara praktik sehingga dapat memberikan semangat baru bagi mahasiswa dalam menciptakan ruang merdeka belajar yang berkesan.

Hadirnya MKWU juga dapat memperluas relasi mahasiswa untuk bersama-sama belajar dengan mahasiswa dari fakultas lain dan mendapatkan kesempatan bertemu dengan banyak dosen dari luar prodi/fakultas asal.

Pengambilan pilihan MKWU dapat terbilang mudah dilakukan sama seperti halnya mengambil mata kuliah reguler prodi. Mahasiswa cukup mengetahui kurikulum kelompok MKWU yang disarankan dan memilih pilihan mata kuliah yang tersedia. Namun, pada kenyataannya banyak mahasiswa melupakan tujuan awal hadirnya MKWU sebagai pengembangan minat dan bakat, dikarenakan sistem pengambilan MKWU secara rebutan dengan seluruh mahasiswa dari setiap fakultas. Hal ini tentunya menimbulkan keresahan bagi mahasiswa karena kuota yang terbatas sehingga banyak mahasiswa yang tidak bisa memilih mata kuliah sesuai yang mereka minati karena kuota kelas yang penuh. Sehingga, pengambilan MKWU hanya sebagai formalitas untuk memenuhi ketentuan prodi dan memenuhi maksimum SKS saja bukan menjadi pembelajaran yang diminati mahasiswa.

MKWU yang diambil tanpa disertai minat atau keinginan tentunya akan memberikan beban tersendiri bagi mahasiswa dalam kegiatan perkuliahan, seperti materi pembelajaran, kuis, tugas, UTS dan UAS. Hal ini bisa saja menjadi suatu permasalahan baru yang dapat dialami mahasiswa ke depannya. Namun, sistem pengambilan MKWU secara war dilakukan untuk meminimalisir ketimpangan ketidakmerataan pilihan MKWU dan terbatasnya dosen pengajar berdasarkan bidang yang ditawarkan. Banyaknya jumlah mahasiswa disertai juga dengan minat yang berbeda-beda menjadi alasan sistem pengambilan secara war. Oleh karena itu, diperlukan evaluasi terhadap kepuasan mahasiswa dalam sistem pengambilan MKWU baik secara pilihan mata kuliah yang diberikan ataupun mekanisme pengambilan MKWU yang lebih berdasarkan kepada kebutuhan mahasiswa.

Sistem war ketika memilih MKWU mengajarkan kita untuk menjadi mahasiswa yang cepat dan tanggap terkait informasi. Sistem perang atau war seperti itu juga memiliki dampak positif dalam meningkatkan persaingan sehat dan motivasi antar mahasiswa. Hal ini dapat mendorong mereka untuk lebih fokus, meningkatkan kualitas belajar, dan meraih hasil terbaik. Maknanya adalah menciptakan lingkungan akademis yang kompetitif, memacu pertumbuhan intelektual, dan mempersiapkan mahasiswa untuk tantangan di dunia nyata.

Redaktur: Fransiska Zebua

Related posts

Bagaimana Pengaruh Judi Online terhadap Penggunanya yang Masih Berstatus Mahasiswa?

redaksi

Threads Tenggelam? Atau Twitter aka X yang Kokoh?

redaksi

Mahasiswa Bebas Skripsi? Standar Baru Pendidikan Indonesia

redaksi