SUARA USU
Kabar Kampus

Mengajar di Desa Kembali Hadir, Ini Harapan Untuk Calon Relawan Baru

 

Reporter : Frisca Afrilia Nasution

 

Suara USU, Medan. Masih minimnya pendidikan yang layak di daerah pedesaan membuat Kementerian Pengabdian Masyarakat Smart Generation Community (SGC) USU kembali melaksanakan kegiatan Mengajar di Desa Batch 3.0. Kegiatan ini membuka pendaftaran untuk relawan baru sejak tanggal 7 hingga 14 Februari 2022.

 

Mengajar di Desa merupakan program pengabdian kepada masyarakat yang memberikan manfaat, baik bagi relawan maupun masyarakat desa. Bagi masyarakat sendiri, kegiatan ini bertujuan untuk memperbaiki sektor atau bidang yang dinilai masih minim.

 

Muslih Arridho, selaku Ketua Panitia, menjelaskan bahwa open recruitment ini bertujuan untuk merekrut volunteer baru yang akan melewati beberapa proses seleksi, mulai dari seleksi berkas, wawancara, hingga pengumuman kelulusan anggota baru.

 

Berbeda dengan batch sebelumnya, Mengajar di Desa (MDD) kali ini berencana memperluas jangkauan pengabdian. “Tentunya sudah kewajiban kita untuk terus berusaha menjadi lebih baik. Batch 1 dan batch 2 pastinya memiliki kelebihan masing-masing, tetapi juga tidak luput dari kekurangan. Di batch 3 ini kami mengevaluasi kegiatan sebelumnya, juga mencoba memperluas jangkauan pengabdian, dari yang sebelumnya hanya di masjid, kini berkembang ke lingkungan masyarakat dan juga sekolah,” jelas Muslih.

 

Sasaran dari open recruitment ini bersifat umum, artinya seluruh mahasiswa bisa mengikuti pendaftaran, dengan syarat sudah berusia 17 tahun dan beragama Islam.

 

Kegiatan yang akan dilaksanakan di Desa Ndeskati Kabupaten Karo ini tentunya juga memberikan manfaat secara mutualisme bagi kedua pihak.

 

“Ada beberapa faktor yang menjadi alasan kami memilih desa ini, yang paling utama adalah karena menurut kami desa ini masih membutuhkan perhatian lebih pada sektor pendidikan anak. Ditambah lagi dengan sambutan hangat dari masyarakat, yang kemudian berdampak positif akan terjalinnya hubungan baik antara kami dengan masyarakat desa,” ungkapnya.

 

Output yang diharapkan dengan pelaksanaan MDD ini adalah meningkatnya kualitas diri masyarakat di desa, terkhusus di bidang pendidikan. MDD juga tidak hanya mengajar, tetapi bermakna luas dari segi pengabdian. Selain pendidikan, MDD pun berusaha untuk membuat sektor ekonomi, tepatnya kopi, menjadi lebih berkembang lagi.

 

Di akhir wawancara, mahasiswa Fakultas Pertanian ini menyampaikan harapannya untuk calon volunteer baru agar mampu memperoleh pengembangan diri yang lebih baik kedepannya, serta memiliki niat dan tekad yang ikhlas untuk mengajar di desa.

 

“Harapannya untuk para volunteer, dapat mengembangkan diri dan jiwa sosial, menurunkan ego, rela berkorban, serta mampu menebar manfaat untuk orang banyak,” tutupnya.

 

Bagi mahasiswa yang tertarik untuk bergabung, dapat mengisi link pendaftaran https://bit.ly/DaftarMDDBatch3 atau untuk informasi lebih lanjut bisa diakses melalui akun Instagram resmi @mengajardidesa.id.

 

Redaktur : Lita Amalia


Discover more from SUARA USU

Subscribe to get the latest posts to your email.

Related posts

Puncak Dies Natalis ke-69, USU Adakan Sidang Terbuka dan Luncurkan Telemedicine!

redaksi

KAMMI Merah Putih Adakan Aksi Galang Dana, Peduli Palestina

redaksi

Fakultas Hukum USU Gelar Kembali Kegiatan ILSA dalam Bentuk Workshop

redaksi