SUARA USU
Bedah Jurusan

Mengenal Lebih Dekat Fakultas Kehutanan USU!

Oleh: Niara Simarmata dan Gracyan Eukario

“Banyak alumni Fakultas Kehutanan USU yang bekerja di pemerintahan, seorang pengusaha, pegiat dan pecinta lingkungan, bekerja di WALHI, maupun organisasi non pemerintah. Selain itu keistimewaan kehutanan USU adalah orang-orangnya yang asik, keren-keren, memiliki pemandangan dan pemikiran yang luas dan memiliki mental yang kuat karna langsung terjun ke alam bebas,” terang Marko, Plt. Gubernur Mahasiswa Fakultas Kehutanan USU.

Apa sih yang terlintas dibenak kamu ketika mendengar kata kehutanan? Hutan? Tumbuhan? Paru-paru dunia? Benar sekali hutan akrab dengan tumbuhan dan paru-paru dunia.

Hutan lebih dari sekedar paru-paru dunia, hutan merupakan suatu rumah besar yang menghidupi banyak makhluk tak terkecuali manusia. Hutan memiliki peran penting baik itu sebagai penyimpan cadangan karbon, sumber oksigen, pengendalian daur air, kesuburan tanah, sumber makanan bagi makhluk hidup, bahkan mampu sebagai penggerak roda ekonomi melalui berbagai produk hasil hutan. Semuanya itu dibahas dalam jurusan kehutanan.

Mempelajari hutan tidak bisa hanya dilakukan dengan duduk dikelas saja, melainkan terjun ke lapangan melihat secara langsung kehidupan yang ada didalam hutan. Hal ini sangat cocok untuk kamu yang suka kegiatan kepetualangan. Jurusan kehutanan akan membawa kamu berpetualang melihat langsung kebergantungan antar makhluk hidup serta indahnya alam Indonesia yang didapat dari kegiatan menjelajah hutan.

Untuk di Universitas Sumatera Utara fakultas kehutanan merupakan fakultas termuda yang dibentuk pada tahun 2016, jurusan ini mendapat akreditas B dan meraih 1018 peminat pada SBMPTN tahun 2020 yang lalu.

Terdapat empat departemen di jurusan kehutanan yang akan dipilih disemester empat yaitu Manajemen Hutan, Teknologi Hasil Hutan, Konservasi Sumberdaya Hutan dan Budidaya Hutan.

Selain itu di Fakultas Kehutanan USU juga terdapat beberapa organisasi diantaranya BKM, KMK, HIMAS USU, Rimbapala, JIMMKI dan Rain Forest. Staf pengajar di Fakultas kehutanan USU juga ramah dan sangat dekat dengan generasi muda dalam menyampaikan materi.

Prospek kerja lulusan kehutanan adalah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Pemerintah Daerah, Auditor, Konsultan bidang lingkungan hidup, Sistem Informasi Geografis, Industri kehutanan dan perkayuan, BUMN, Peneliti dan Perguruan Tinggi.

Marko Sitepu, Plt. Gubernur Mahasiswa Fakultas Kehutanan USU, menyampaikan bahwa saat ini banyak alumni fakultas ini yang bekerja di berbagai sektor dan cukup sukses dalam meniti karir.

Tak hanya itu Marko juga menyampaikan kerinduannya untuk berkumpul kembali secara tatap muka dengan teman-teman kehutanan USU dan berpesan untuk tetap jaga kesehatan.

Beberapa matakuliah yang dipelajari dalam jurusan ini adalah Sistem Informasi Geografis, Inventarisasi Hutan, Pemanenan dan Pengelolaan Hasil Hutan, Silvikultur, Ekologi,  Ekowisata, Kebijakan Kehutanan, Satwa Liar dan mata kuliah lainnya.

Selain dibidang akademis Fakultas Kehutanan USU juga memberikan pelajaran penting khususnya dalam membentuk mental mahasiswa.

Steven Christian Pinem contohnya, Alumni Kehutanan USU Stambuk 2012, yang saat ini bekerja sebagai Staff Reklamasi dan Rehabilitasi Lahan dan DAS di PT. Kapuas Prima Coal, Tbk mengatakan bahwa salah satu kesan mendalam yang tertinggal di hati kecilnya adalah kekompakan para rimbawan.

Untuk non akademis, yang paling ku ingat dulu ya jiwa korsanya. Semua kayak saudara di kampus itu, baik senior maupun junior. Walaupun ada sistem senioritas tapi masih dibilang dalam taraf wajarlah.”

“Yang pertama dan menurutku paling penting itu mental rimbawannya. Aku gak tau gimana sistemnya sekarang, tapi kalau dulu mental kami betul-betul di godok. Itu yang kurasa bikin kita sebagai alumni kehutanan jadi tahan banting mau diletakin di situasi kerja kayak apapun juga,” ungkap Steven.

Steven juga menyampaikan saran untuk calon mahasiswa baru untuk mempersiapkan diri sebaik mungkin dari awal perkuliahan.

“Serius dari awal, kalau dari awal saja sudah salah jalan kedepannya jadi bakal sulit. Ikuti juga organisasi namun tetap mengutamakan yang prioritas,” tutupnya.

Evan Kharogi Sinulingga, Alumni Kehutanan 2011, juga berpendapat tentang kesehariaannya di kampus menciptakan rutinitas yang baik saat bekerja kelak.

Saat dikampus kita memiliki banyak tugas dengan rentang waktu yang sedikit dan mengerjakannya bersama teman kelompok. Dilingkungan kerja sekarang ilmu inilah yang paling saya syukuri bisa saya dapatkan dengan kuliah di Kehutanan USU, jadi pekerjaan yang banyak dengan waktu yang terbatas sudah seperti terasa biasa bagi saya.”

Evan juga berpesan bahwa jangan terjebak dengan stigma jelek terkait jurusan ini. Karna jurusan ini mampu menciptakan dan menghasilkan sarjana yang berkualitas di dalam maupun diluar konesentrasi jurusan.

“Jangan selalu mengidentikan dengan kuliah di kehutanan pasti akan bekerja di hutan. Itu adalah pemikiran yang salah, saat ini di dunia kerja kebutuhan softskill lebih berharga ketimbang yang lainnya. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya alumni kehutanan USU yang berkarir diluar bidang kehutanan”

Gimana? Tertarik menjelajah bersama jurusan kehutanan dan menjadi the next “Rimbawan”?

Redaktur: Muhammad Fadhlan Amri

Related posts

Jurusan Etnomusikologi, Hanya Main Alat Musik?

redaksi

Jurusan Sosiologi, Belajar Apa dan Kerja Jadi Apa?

redaksi

Yuk, Mafhum dengan Fakultas Hukum!

redaksi