SUARA USU
Life Style

Mengenal Tradisi Berbagi Hampers pada Bulan Ramadhan

source: pinterest
Sumber: Pinterest

Oleh: M.Wirayudha

Suara USU,Medan. Hari ulang tahun, merayakan wisuda, menyambut ramadhan hingga merayakan lebaran menjadi momen-momen tahunan yang tidak mungkin di dapatkan setiap harinya. Hari-hari spesial seperti itu membuat kita ingin memberikan hadiah sebagai bentuk ucapan selamat ataupun sebagai bentuk kenang-kenangan bagi seseorang.

Di masa kini, cara berbagi sudah lebih beragam dari beberapa tahun sebelumnya. Bentuknya pun bermacam-macam, mulai dari parcel hingga hampers yang belakangan ini sedang marak di tengah masyarakat. Untuk barang yang dapat kita isi dalam sebuah hampers atau parcel pun sebenarnya relatif dan tergantung pada selera kita. Mulai dari barang-barang berharga maupun sesuatu yang sifatnya sentimental, seperti album lagu favorit mereka ataupun foto-foto kenangan manis yang bisa dirangkai berbagai bentuk.

Tradisi memberikan hadiah seperti hampers memiliki sejarah yang sangat panjang. Konsep hampers pertama kali lahir di Prancis dan hadiah besarnya diperkenalkan pada abad ke 11. Kemudian seiring berkembangnya alat transportasi seperti kereta api pada abad ke 18, pengiriman barang kepada orang-orang spesial termasuk keluarga menjadi lebih mudah dan praktis.

Di Indonesia sendiri, tradisi memberikan hadiah itu sebenarnya sudah ada sejak zaman masyarakat masih melakukan barter. Dahulu, orang-orang akan bersifat lebih selektif dalam bertukar barang terhadap orang-orang spesialnya. Namun seiring berjalannya waktu, barter kemudian digantikan dengan kegiatan jual beli. Dan berkembang sampai saat ini dimana  hampers muncul di tengah masyarakat dan menjadi suatu komoditas pasar baru yang dapat diperjualbelikan.

Memberikan hadiah tentunya memberikan kebahagiaan bagi si penerima. Tapi, tahukah kamu bahwa hal itu juga akan sama menyenangkannya bagi si pemberi. Dilansir Psychology Today, hormon dopamin, serotonin, dan oksitosin akan terbentuk saat kita memberikan hadiah. Tiga hormon ini akan mengirim respons ke otak yang bisa membuat kita bahagia karena dikelilingi perasaan menyenangkan. Tak ayal, peribahasa tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah banyak digaungkan. Ternyata tradisi memberi ini banyak manfaatnya bagi kita. Dengan banyak memberi, kita bisa jadi lebih sehat dan bahagia dalam menjalani hidup.

Nah, bila kamu saat ini sedang menyiapkan sebuah hampers sebagai hadiah, baik itu hadiah untuk perayaan lebaran maupun untuk perayaan hari besar lainnya, tak ada salahnya untuk memberikan apa yang teman kamu butuhkan. Tanyakan kepada mereka secara langsung, dengan itu kamu akan lebih mudah mencarinya apalagi barang tersebut bisa lebih berguna untuk mereka.

Bila sudah tahu barang apa yang akan diberikan, pastikan barang tersebut tidak mengganggu kas bulanan kamu ya! Hal ini sangat penting untuk diperhatikan agar memberikan hadiah tidak menjadi beban kepada kita.

 

“Berbagi bukan tentang seberapa besar dan seberapa berharganya hal yang kau beri, namun seberapa tulus dan ikhlasnya apa yang ingin kau beri.”

Jangan lupa untuk tetap berbagi ya!

Redaktur: Yessica Irene

Related posts

Jelang Lebaran, Yuk Intip Hal Apa Saja yang Harus Dipersiapkan!

redaksi

Deulcast dan Trend Nikah Muda Saat Ini

redaksi

Oversharing, Budaya Baru Pengguna Media Sosial

redaksi