SUARA USU
Film

Menilik Realita Kehidupan Petani Lewat Film Negeri di Bawah Kabut

Oleh: Regita Ayuni Putri Ginting

Suara USU, Medan. Negeri di Bawah Kabut adalah sebuah film dokumenter yang rilis pada tahun 2011 (diunggah di Youtube tahun 2020), disutradarai oleh Shalahuddin Siregar, dan merupakan karya dari Negeri Films, sebuah kanal Youtube yang memproduksi film dokumenter dengan nilai seni tinggi dan bertujuan menginformasi, mengejutkan, serta menginspirasi penonton.

Film Negeri di bawah Kabut memotret kehidupan masyarakat di Lereng Merbabu yang menghidupi diri dan keluarga mereka dengan cara bertani. Para petani di sana kala itu masih mengandalkan sistem kalender tradisional Jawa dalam membaca musim. Namun perubahan iklim yang kerap terjadi membuat petani bingung, dan dampaknya, hasil pertanian kurang maksimal, bahkan beberapa gagal panen. Hal ini membuat penghasilan para petani kian menipis. Di samping itu, kebutuhan hidup malah semakin menebal. Contohnya adalah ketika anak-anak mereka mulai melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Lewat dokumenter ini, perubahan iklim, pendidikan, kekeluargaan, dan dampak dari kemiskinan struktural diperlihatkan saling berkaitan. Dialog, adegan, dan ekspresi yang mengalir natural apa adanya seperti tanpa script, alur yang mudah diikuti, serta pengambilan gambar yang sangat apik membawa penonton ikut terhanyut terbawa suasana. Tak heran film ini masuk nominasi dan menang di beberapa ajang penghargaan.

Film ini mungkin dapat membuka sudut pandang baru bagi penonton, tentang bagaimana kehidupan petani di Indonesia yang sesungguhnya, di balik pesona indah lereng pegunungan. Terkhusus di Desa Genikan, Kabupaten Magelang, di mana desa ini benar-benar berada di bawah kabut. Pagi, siang, sore, dan menjelang malamnya kerap diselimuti kabut dan diiringi cuaca yang tidak menentu.

Film ini juga mengajarkan penonton cara bersyukur dan menghargai pekerjaan petani terutama petani lokal, dengan cara membeli hasil pertanian mereka dengan harga yang pantas.

Redaktur: Yessica Irene


Discover more from SUARA USU

Subscribe to get the latest posts to your email.

Related posts

Kukira Kau Rumah: Isu Kesehatan Mental yang Dibalut Kisah Percintaan

redaksi

Menapaki Keindahan Budaya Dan Pesan Kemanusiaan Dalam Film “Raya and The Last Dragon”

redaksi

Adagium, Experience Baru Perfilman Indonesia

redaksi