SUARA USU
Kabar Kampus

Menyikapi Tidak Stabilnya Harga Barang Pokok, GMKI FEB USU Adakan Diskusi Kampus II

Reporter: Raja Kuat Subbhari

Suara USU, Medan. Pada tahun ini, polarisasi kenaikan harga barang pokok semakin tidak terdeteksi. Kenaikan harga barang pokok pada saat menjelang Ramadhan merupakan suatu hal yang sudah biasa terjadi namun pada tahun ini meskipun belum mendekati bulan Ramadan harga barang pokok sudah tidak stabil.

Faktor dari ketidakstabilannya harga barang pokok diperkirakan karena faktor lingkungan dan juga kelangkaan barang itu sendiri . Sehingga muncullah keresahan di kalangan mahasiswa terkhususnya mahasiswa Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) FEB USU.

Menyikapi isu tersebut GMKI FEB USU turut serta mengambil sikap dengan mengadakan Diskusi Kampus II. Acara ini diadakan pada Sabtu, (10/03) di FEB USU.

Terdapat 2 narasumber yang hadir yaitu Bapak Drs. Murbanto Sinaga, M.A yang merupakan Dosen Ekonomi Pembangunan FEB dan Bapak Dr. Naslindo Sirait, S.E,. M.M. Selain itu acaranya ini juga dihadiri oleh 57 orang beserta salah seorang dosen FEB yaitu Ibu Prof. Elisabet Siahaaan, S.E,. M.Ec.

Pada Diskusi Kampus II ini terdapat beberapa hal menjadi pokok bahasan, yaitu faktor penyebab ketidakstabilitan ekonomi yang menjelaskan dari segi teori bagaimana penomena tersebut bisa terjadi. Hal tersebut dikarenakan penawaran agregat yang tidak seimbang dengan penawaran agregat dan dari segi praktisinya menyatakan bahwasanya banyak faktor yang mempengaruhinya, seperti bagaimana distribusi pupuk yang kurang tepat sasaran sehingga membuat harganya semakin mahal dan juga bagaimana kondisi cuaca saat ini yang tidak menentu. Kemudian, di diskusi ini juga dibicarakan tentang bagaimana solusinya serta cara mahasiswa dalam menyikapi isu tersebut.

Josua Sihombing selaku Wakil Ketua Bidang Aksi dan Pelayanan GMKI FEB USU turut menyampaikan pendapatnya. Menurut Josua pemerintah perlu menanggapi hal ini secara cepat dan tanggap untuk memberikan solusi karena itu menyangkut kehidupan masyarakat banyak yang mana kita ketahui negara kita adalah negara agraris dan mahasiswa juga perlu memahami digitalisas yang sudah dibuat pemerintah untuk mempermudah bagaimana proses pertanian pada para petani demikian mahasiswa mampu memprediksi guna menjaga kestabilan dan ketersediaan barang pokok di Indonesia.

Redaktur: Yohana Novriyanti L

Related posts

Pengaruh Budaya Organisasi Akhlak dan Leadership Terhadap Kinerja Karyawan PT Telkom Witel Gaharu Medan

redaksi

Menumbuhkan Hobi dan Bakat Anak- Anak Panti Asuhan untuk Keterampilan Hidup Bersama Mahasiswi Kesejahteraan Sosial FISIP USU

redaksi

How To Branding Yourself In Digital Era

redaksi