SUARA USU
Kabar Kampus

MPMU Kecewakan Komunikasi PEMA dalam Polemik Reshuffle

Oleh: Muhammad Fadhlan Amri

Suara USU, MEDAN. Polemik reshuffle tentunya merembet ke banyak aspek dan banyak pihak khususnya dalam birokrasi pemerintahan mahasiswa. Kali ini, pandangan lahir dari Majelis Permusyawaratan Mahasiswa, lewat Ketua MPMU Kelvin G. Sitorus dan Wakil Ketua MPMU Bidang Wakil ketua Komisi kesejahteraan mahasiswa, advokasi dan partisipasi, Arief Hidayat Nasution.

Keduanya sepakat dan mengecewakan kurangnya komunikasi PEMA USU dalam reshuffle PEMA USU, baik secara internal maupun eksternal. Terlebih  MPMU juga memiliki kewajiban mengawasi, mengetahui dan mengevaluasi kinerja PEMA USU. Namun pihak MPMU mengaku juga terkejut dengan adanya reshuffle ini.

Kelvin misalnya, ia berpandangan bahwa kinerja PEMA USU yang direshuffle sudah cukup maksimal, dan reshuffle ini kadung memberikan pro dan kontra di tengah mahasiswa.

Saya rasa dari program yang sudah dijalankan PEMA USU di setengah periode cukup maksimal. Bahkan teman-teman yang di reshuffle juga sudah memberikan kontribusi yang baik dalam setengah periode ini setelah mereka dilantik pada bulan Mei.  Saya rasa kalau untuk reshuffle para pengurus Pema USU itu memang hak dari presiden, tapi di satu sisi menimbulkan pro dan kontra,” ungkap Kelvin.

Senada dengan Kelvin, Arief menilai PEMA melakukan tindak sepihak lewat reshuffle kali ini, baik kepada anggota maupun kepada MPMU sendiri.

“Saya fikir dalam hal ini PEMA USU memang melakukan tindak sepihak dan tidak tepat terkait reshuffle yang sama sekali tidak berkordinasi dengan MPMU. Karena kami juga dari MPMU terkejut ketika SK Reshuffle itu keluar walaupun dalam hal ini Presiden Mahasiswa melakukan tindakan tersebut karena menggunakan hak preogratifnya,” paparnya.

Lebih lanjut, mahasiswa Fakultas Hukum ini menilai bahwa MPMU harus mengetahui tindak-tanduk PEMA. Ia mengecewakan reshuffle ini dan mengkhawatirkan Presiden Mahasiswa tak memahami Tata Letak Organisasi (TLO) sebagai panduan birokrasi dan organisasi di USU.

“Namun tetap sesuai yg diamanahkan di TLO bahwa MPMU juga berhak mengetahui segala tindakan yang akan dilakukan oleh PEMA untuk menjalankan fungsi Checks and Balances untuk menjaga tumpang tindihnya kewenangan kekuasaan. Saya bersuuzon Presiden Mahasiswa saat ini malah mungkin tidak paham sama sekali dengan TLO dan fungsi serta hubungan antara PEMA dan MPMU,” lanjutnya.

Arief dan Kelvin sama-sama sepakat bahwa pengurus PEMA yang direshuffle masih memberikan usaha terbaiknya lewat program kerja yang masih mereka garap.

“Apalagi melihat kondisi Kinerja pihak yang di reshuffle saat itu juga masih berusaha menjalankan program kerja yg dihasilkan di Raker kemarin, namun secara tiba-tiba langsung digantikan dengan orang yang lain,” terang Arief.

Arief khawatir nantinya PEMA USU tak lagi menjadi wadah progresif untuk mahasiswa USU, dan ada indikasi kepentingan politik didalamnya.

“Hal ini yang nantinya menjadikan PEMA USU menjadi wadah yang tidak lagi Progresif atau terkesan Otoriter sehingga tidak lagi berjalan atas dasar aspirasi dari mahasiswa USU. Namun lebih kepada kepentingan pribadi atau kelompok. Jujur saya sangat kecewa dengan tindakan yang mereka lakukan ini,” tambah Arief.

Kelvin berharap nantinya ada sebuah pertemuan yang dapat mewadahi serta meminimalisir miss komunikasi dalam internalnya.

“Saya mengharapkan kepada teman-teman yaitu Presma , Wapresma, dan teman-teman yang di reshuffle agar membuat pertemuan tujuannya agar tidak terjadi miscom lagi yang sekarang menimbulkan pro dan kontra. karena tugas kita masih banyak, masih banyak program yang harus dijalankan kedepannya,” harap Kelvin

Arief pun berharap agar kedepan PEMA mampu menjaga kestambilan roda pemerintahan, karena tentunya dengan ada polemik ini mempengaruhi kepercayaan mahasiswa kepada PEMA.

“Akhirnya saya berpandangan bahwa PEMA USU sudah gagal menjaga kestabilan di pemerintahannya, hal ini akan berpengaruh terhadap kepercayaan dari seluruh mahasiswa USU kepada PEMA USU saat ini karena sudah tidak lagi mempertimbangnkan Kesatuan dan Persatuan di ranah mahasiswa USU,” pungkas Arief

Redaktur: Yessica Irene


Discover more from SUARA USU

Subscribe to get the latest posts to your email.

Related posts

Bekerja Sama Dengan BRIN, Sastra Indonesia USU Selenggarakan Bimtek Penulisan Essai

redaksi

UKM KMK St Yohannes Don Bosco FISIP USU Kembali Adakan Kolaborasi dengan KMK ITERA

redaksi

Pandemi Bukan Penghalang, FH USU Raih Juara 2 pada Kompetisi Debat Hukum Nasional

redaksi