Home Film Nyla, Ketika Mimpi dan Tradisi Bertemu di layar Animasi
Film

Nyla, Ketika Mimpi dan Tradisi Bertemu di layar Animasi

Share
Sumber: RRI.co.id

Oleh: Nenni Purnama Harahap

Suara USU, Medan. Tak disangka Film animasi berjudul Nyla sukses menyita perhatian publik dan menjadi perbincangan hangat di media sosial. Bukan hanya karena ceritanya yang menyentuh dan inspiratif, tetapi juga karena film ini merupakan karya 265 siswa jurusan Animasi SMK Raden Umar Said Kudus, Jawa Tengah. Film ini merupakan tugas akhir yang di produksi selama lebih dari satu tahun oleh para siswa tersebut.

Nyla mengisahkan perjuangan seorang gadis penenun asal Sumba bernama Nyla, yang bercita-cita menjadi pemain sepak bola profesional mengikuti jejak mendiang ayahnya. Namun, mimpinya terhalang oleh tradisi  yang menganggap sepak bola hanya untuk laki-laki, serta keinginan ibunya yang ingin Nyla  tetap menenun seperti gadis-gadis lainnya dikampung. Penolakan sang ibu berakar dari ketakutan kehilangan Nyla, seperti ia kehilangan suaminya di lapangan.

Namun Nyla bukan gadis yang mudah menyerah. Diam-diam ia terus berlatih sepak bola sambil tetap menenun, hingga akhirnya berhasil lolos sebagai anggota tim nasional Indonesia (Timnas). Perjalanan Nyla dari gadis desa hingga menjadi pemain timnas menjadi inti cerita yang membakar semangat dan menggambarkan perjuangan perempuan Indonesia untuk meraih impian, melawan stereotip gender, dan menentukan pilihan hidupnya sendiri.

Film animasi Nyla dirilis pada 15 Januari 2025 melalui YouTube RUS Animation Studio dengan durasi 17 menit. Proses produksinya melibatkan seluruh tahapan, mulai dari pra-produksi, produksi, hingga pascaproduksi. Para siswa berperan aktif dalam pembuatan storyboard, animasi, pengisian suara, hingga desain suara. Dari segi musik, film ini menggandeng musisi Laleilmanino dan JKT48 untuk mengisi soundtrack berjudul Menggapai Puncak Dunia, yang menambah semangat dan kesan emosional film ini.

Secara visual, Nyla tampil memukau. Nuansa Sumba tergambar jelas melalui warna-warna hangat, motif tenun yang khas, dan lanskap alam yang membumi. Musiknya lembut dan mendukung atmosfer emosional yang dibangun melalui narasi puitis. Kematangan visual ini dicapai melalui riset langsung ke Sumba oleh tim produksi, guna memahami budaya, lingkungan dan kehidupan masyarakat setempat sehingga menghasilkan visual yang autentik.

Film mendapat sambutan positif dari berbagai kalangan. Banyak yang merasa terharu, tidak hanya karena kisahnya, tetapi juga karena semangat dan dedikasinya di balik layarnya. Nyla bukan sekadar film, melainkan bukti bahwa anak-anak Indonesia memiliki potensi besar yang layak dikembangkan. Prestasi ini menjadi kebanggaan sekaligus inspirasi bagi para animator muda Tanah Air.

Kehadiran Nyla membuktikan bahwa animasi lokal mampu bersaing dengan produksi luar negeri. Dengan dukungan yang tepat dari pemerintah, institusi pendidikan, dan masyarakat, industri animasi Indonesia memiliki peluang besar untuk berkembang di pasar global.

Mari, sobat Suara USU sebagai generasi muda dan pecinta karya lokal, ikut berperan dalam menyebarkan semangat Nyla.  Dukung karya anak bangsa, berikan apresiasi kepada para pembuatnya,  tonton Film Animasi Nyla di YouTube, dan bagikan kisahnya. Dari  tangan-tangan muda siswa SMK di Kudus, lahirlah karya yang patut dikenang dan membanggakan Indonesia di panggung dunia.

Redaktur: Nisya Augia

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.