Home Tulisan Mengintip Rumah Pintar YAFSI, Laboratorium Masa Depan Anak Negeri
Tulisan

Mengintip Rumah Pintar YAFSI, Laboratorium Masa Depan Anak Negeri

Share

Oleh: T.Saskia Azzahra, Reina Suci Aulia, Muhammad Raffy Agustiandri, Hezkia Zadina Sembiring

Suara USU, Medan. Ditengah maraknya penggunaan sosial media bagi anak anak, terdapat ruang belajar di sudut kota untuk istirahat sejenak dari perkembangan sosial media yang kerap kali dapat mengganggu tumbuh kembang anak maupun, yaitu Rumah Pintar yang merupakan salah satu program Yayasan Fajar Sejahtera Indonesia (YAFSI) yang hadir sebagai pendidikan alternatif untuk keterampilan dan moral pada anak anak hingga. Program dari YAFSI ini membuktikan bahwa pendidikan tidak hanya selalu berlangsung di ruang kelas formal. Peran Pekerja Sosial dalam kegiatan ini sangat diperlukan sebagai fasilitator pemberdayaan. Pekerja Sosial dapat mendampingi anak anak selama kegiatan, dengan tujuan membangun rasa percaya diri, mendorong partisipasi aktif, serta memperkuat nilai sosial pada anak.

Kegiatan turun lapangan yang dilaksanakan oleh kelompok 3 dengan anggota kelompok T.saskia Azzahra dengan Nim 240902038, Reina Suci Aulia dengan Nim 240902036, Hezkia Zadina Sembiring dengan Nim 240902046, Dan Muhammad Raffy Agustiandri dengan Nim 240902042 Program Studi Kesejahteraan Sosial, Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik, Universitas Sumatera Utara, Dengan Dosen Pengampu Fajar Utama Ritonga, S.Sos,. M.Kesos., merupakan momen berharga untuk melihat langsung aktivitas di Rumah Pintar Yafsi tersebut. Kegiatan ini kami lakukan pada tanggal 25 May 2025 tepatnya di Jalan Pengilar, Gang Ngatina, Kelurahan Amplas, Kecamatan Medan Amplas. Kegiatan ini kami lakukan dengan tujuan untuk mengetahui peran Pekerja Sosial yang lebih kompleks dan mengetahui lebih dalam tentang metode metode pekerjaan sosial yang efektif pada permasalahan tertentu.

Program Rumah Pintar (RUPIN) adalah suatu program pendidikan karakter berbasis masyarakat untuk anak dan remaja, dengan kegiatan yang meliputi peningkatan literasi melalui seni budaya seperti tari tradisional, dan pendidikan karakter dengan harapan anak dapat mengembangkan prestasi dan bijak dalam menggunakan perkembangan teknologi. Program Rumah Pintar sudah ada sejak tahun 2018 dengan angkatan pertama yang berjumlah 20 orang anak, dengan beberapa pendamping yang merupakan Pekerja Sosial terverifikasi. Awalnya kegiatan ini didukung oleh CSR PT DOW Indonesia di tahun 2018. Meskipun dana CSR sudah berakhir, namun pendampingan di Rumah Pintar masih aktif dilakukan.

Awal terbentuknya Program Rumah Pintar disebabkan pembina dari Rumah Pintar yaitu Umi Evi Kurniawati melihat anak anak disekitar tidak diberdayakan lagi. Beliau merasa anak anak disekelilingnya sangat disayangkan jika dibiarkan terus terusan bermain gadget, dan keterbatasan lingkup pertemanan akibat gadget yang sangat bebas di akses oleh anak anak. Atas dasar alasan tersebut timbullah niat pemikiran membentuk program ini guna menekankan pembelajaran dan mengubah pola etika anak anak yang bisa dibilang di zaman sekarang sudah sangat menurun. Menariknya, program ini dilakukan di rumah pribadi Umi Evi selaku pembina Rumah Pintar secara sukarela, karena beliau sangat mendukung kegiatan Rumah Pintar ini terus berjalan. Program ini juga tidak dikenakan biaya apapun dan sangat terbuka secara sukarela. Pada awal berdiri, Rumah Pintar berisikan anak jalanan Pemerlu Pemberdayaan Kesejahteraan Sosial untuk diberdayakan. Namun sekarang, Rumah Pintar tidak lagi berfokus pada anak jalanan. Program ini sudah sangat terbuka untuk umum dengan fokus meningkatkan moralitas anak anak akibat lingkungan yang salah dengan kegiatan yang positif. Di Rumah Pintar juga terdapat beberapa buku dari dinas guna menunjang kegiatan positif yang dilakukan adik adik selama mengikuti kegiatan.

Menurut Pengakuan bu Umi Evi selaku Pembina program Rumah Pintar, anak anak dapat menjadi bagian dari Rumah Pintar melalui sosialisasi yang dilakukan tim Rumah Pintar di daerah lingkungan rumah Bu evi. Setelah sosialisasi, banyak ibu ibu yang ingin anaknya mengikuti program RUPIN ini. Lama kelamaan, anak anak yang sudah bergabung membawa temannya untuk ikut bergabung yang akan sangat diterima baik oleh tim dari RUPIN. Kegiatan RUPIN dilaksanakan di hari Sabtu dan Minggu tepatnya di jam 3 sore sampai batas waktu yang ftidak dapat dipastikan tergantung materi yang disampaikan pada hari itu. Dengan adanya program ini, RUPIN berhasil membuat kepercayaan diri anak yang awalnya sangat kurang menjadi sangat membaik. RUPIN yang bertempat di daerah Amplas mempunyai tujuan untuk mematahkan pandangan masyarakat terhadap anak anak di Amplas yang dipandang buruk akibat tinggal didekat terminal. Banyaknya isu isu kesenjangan sosial di daerah Amplas, menumbuhkan rasa ingin lebih memperhatikan anak anak di daerah Amplas agar tidak terjadinya lagi kesenjangan dan membuat pandangan masyarakat bahwa semua daerah sama dan layak untuk diperhatikan. Program ini juga sebagai wadah untuk memastikan tidak adanya lagi anak anak di Amplas yang menjadi anak jalanan, yang dibantu oleh beberapa peksos terverifikasi dan beberapa relawan tetap YAFSI. Hal menarik lain yang kami temukan, program ini sangat terbuka bagi masyarakat, sehingga tidak ada keterikatan yang terjalin disini. Semua kegiatan baik pengurus maupun anak anak yang terlibat dilaksanakan secara sukarela tanpa paksaan apapun. Hal ini sangat menarik bagi kelompok kami karena kegiatan ini sangat berlandaskan pada kesadaran dan kemauan yang timbul tanpa paksaan dan imbalan apapun. Program ini melibatkan pekerja sosial yang aktif dengan metode yang dilakukan sesuai dengan permasalahan anak anak didalamnya. Contohnya jika permasalahan yang dihadapi oleh Pekerja Sosial tentang kepercayaan diri yang kurang pada individu anak, mereka menerapkan metode casework, sementara untuk masaalah pengedukasian tentang bahayanya media sosial yang akan disampaikan pada anak, dilakukan metode groupwork. Jadi, metode yang digunakan disesuaikan dengan permasalahan. karena keterbukaan masuknya anak anak untuk jadi bagian dari RUPIN mengakibatkan permasalahan yang tidak spesifik dan berbeda, sehingga diperlukannya penyesuaian untuk setiap masalah yang dialami anak anak RUPIN. Program ini juga memiliki hasil perkembangan anak (RAPORT) yang berisikan perkembangan anak sesuai dengan masalah individu dari anak tersebut.

Alasan kelompok kami memilih Rumah Pintar sebagai tempat observasi, karena kami merasa sangat tertarik kepada konsep yang mereka terapkan. Mereka lebih berfokus pada pencegahan dan permasalahan awal yang kerap disepelekan, yang jika tidak diatasi dapat menimbulkan masalah yang lebih serius. Permasalahan pada anak tidak hanya sekedar masalah besar seperti kekerasan tetapi masalah seperti kurangnya kepercayaan diri juga harus diperhatikan dan didampingi, karena tujuan dari kesejahteraan sosial juga termasuk mengembalikan fungsi sosial pada anak maupun masyarakat.

Kegiatan ini menyimpulkan dalam program Rumah Pintar (RUPIN) yang dijalankan oleh Yayasan Fajar Sejahtera Indonesia (YAFSI), peran Pekerja Sosial sangat krusial sebagai ujung tombak pemberdayaan dan pendampingan anak-anak. Pekerja Sosial tidak hanya hadir sebagai fasilitator kegiatan, tetapi juga sebagai pendamping yang sensitif terhadap kebutuhan emosional, sosial, dan perkembangan moral anak. Melalui pendekatan profesional, Pekerja Sosial menerapkan metode intervensi yang sesuai dengan permasalahan yang dihadapi anak—seperti casework untuk membangun kepercayaan diri anak secara individu, dan groupwork untuk edukasi sosial seperti bahaya penggunaan media digital. Mereka juga berperan dalam membuat evaluasi perkembangan anak melalui sistem laporan (rapor) berbasis permasalahan masing-masing individu. Keberadaan Peksos dalam program ini menunjukkan bahwa kesejahteraan sosial anak tidak hanya bergantung pada sistem formal, tetapi juga pada pendekatan komunitas yang humanis dan berkelanjutan. Dengan bekerja secara sukarela dan kolaboratif, para Pekerja Sosial membantu mengembalikan fungsi sosial anak, memperkuat nilai-nilai sosial, serta membentuk karakter yang positif di tengah tantangan lingkungan yang kompleks.

Artikel ini adalah publikasi tugas mata kuliah Metode Pekerjaan Sosial dengan Dosen Pengampu Bapak Fajar Utama Ritonga S.Sos., M.Kesos

Redaktur: Indira Rivany

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.