SUARA USU
Kabar Kampus

Optimis Berkompetisi di Debat Konstitusi, MDC FH USU Bawa Pulang Juara 2

Oleh : Yesi Ansari dan Margaretha Selia Br Samura

Suara USU, MEDAN. Meriam Debating Club (MDC) Fakultas Hukum USU kembali membawa nama baik Universitas Sumatera Utara di level nasional dengan meraih Juara 2 Kompetisi Debat Konstitusi Mahasiswa Antar Perguruan Tinggi Se-Indonesia XIV tahun 2021 yang diselenggarakan oleh Mahkamah Konstitusi, pada 25 November 2021.

Tiga mahasiswa yang telah mengharumkan nama USU di kancah nasional adalah Adini Putri Tambun, Mikhael Ferdinan Imanuel Panjaitan dan Ayudya Pratiwi yang merupakan mahasiswa Fakultas Hukum USU stambuk 2019.

Kompetisi debat yang dimulai pada Oktober 2021 sampai November 2021 ini diikuti oleh 138 tim dari seluruh Indonesia, kemudian 126 tim lolos pada seleksi awal dan dari jumlah tersebut yang lolos penilaian tahap eliminasi adalah 24 tim.

“Kalau untuk persiapan sendiri dimulai dari persiapan administrasi ya, karena kebetulan saya berada di Medan jadi untuk admnistrasinya saya yang urus tapi kita bertiga tetap saling koordinasi. Jadi kalau untuk persiapan tahap penyisihan dan eliminasi sama seperti debat-debat sebelumnya, misalnya sebelum lomba persiapannya lebih ke diskusi terkait dengan mosi perdebatan, diskusi tentang standing position, arugumentasi utama, brainstorming dan lain sebagainya melalui Zoom Meeting,” ungkap Adini Putri Tambun dalam wawancara online, Rabu (8/12).

Bukan tanpa halangan prestasi ini diraih, mengingat Mikhael dan Ayudya juga sempat terkendala dalam persiapan lomba ini karena dalam waktu bersamaan mereka juga turut berpartisipasi dalam lomba Diponegoro Law Fair.

“Kalau dari saya pribadi, merasa dua kali lebih sulit persiapannya dari biasanya karena kebetulan saya dan Ayudya juga tergabung dalam satu delegasi di lomba lainnya. Jadi, sebelum mengikuti lomba di MK saya dan Ayudya juga mengikuti lomba di Diponegoro Law Fair,” ujar Mikhael.

“Memang saya dan Mikhael satu delegasi di Diponegoro Law Fair. Jadi, waktu pada saat buat video dan menyusun karya ilmiah untuk lomba di MK berbenturan sebenarnya dengan Diponegoro Law Fair. Jadi ya memang terasa lebih sulit karena harus mengurus dua delegasi dalam waktu bersamaan,” tambah Ayudya Pratiwi yang merupakan peraih gelar Best Speaker pada lomba debat MK saat itu.

Tentu saja kemenangan yang mereka raih tak luput dari hambatan. Terlebih lagi, Adini menjelaskan bahwa pada saat babak penyisihan, perempat final dan semi final lomba debat masih dilaksanakan secara online.

“Kendala yang cukup menganggu bagi kita bertiga itu adalah pada saat babak penyisihan, perempat final dan semi final karena masih dilaksankan secara online. Jadi kita bertiga itu ngumpul di salah satu gedung di fakultas untuk mengikuti lomba, tetapi beberapa kali jaringan digedungnya itu kurang bagus. Bahkan Ayudya sempat ganti perangkat dan freeze saat lomba, karena kita kan lombanya pada saat itu menggunakan Zoom Meeting. Harapannya semoga ada perbaikan kualitas jaringan di fakultas ya, karena kita semua pasti akan menggunakan internet itu untuk lomba-lomba berikutnya,” ujar Adini

Tidak sampai disitu saja, kendala lainnya juga dirasakan oleh Mikhael yang menjelaskan bahwa grand final debat MK ini dilaksanakan secara offline pada Kamis (25/11/2021) malam secara hybrid dari Hotel Four Season, Jakarta.

“Kendala teknis yang paling terasa pada saaat grand final adalah audio yang tidak terlalu bagus di panggung, mungkin penonton memang bisa mendengar dengan jelas tetapi kami dipanggung audionya bergema sehingga kami kurang bisa mendengar apa yang dikatakan oleh tim lawan,” tambah Mikhael.

Adini juga menuturkan bahwa dukungan fakultas terhadap lomba debat ini mulai dari babak penyisihan, perempatfinal dan semi final itu belum terlalu terlihat.

“Sebenarnya mulai dari babak penyisihan, perempatfinal dan semi final dukungan fakultas belum terlalu terlihat ya, masih biasa aja belum ada mengantarkan atau merangkul mahasiswanya untuk lomba itu. Namun, ketika kita dinyatakan masuk ke babak final, disitulah baru mulai ada perangkulan dari fakultas dan para dosen. Ketika kita akan berangkat ke Jakarta pun, kita diberikan uang saku sebagai bentuk perhatian fakultas dan juga ada hal yang sangat menjadi bentuk apresiasi yang setinggi-tingginya bagi kami karena pada saat itu  bapak Dekan Fakultas Hukum yaitu Dr. Mahmul Siregar, S.H.,M.Hum datang secara langsung untuk menyaksikan kami pada saat itu di Hotel Four Season, Jakarta,” tuturnya.

Adini selaku ketua delegasi ini berharap mahasiswa/i USU, berharap agar delegasi-delegasi dan perwakilan USU lainnya di berbagai kompetisi agar tak mudah menyerah, dan tak underestimate dengan kemampuan mereka.

“Jangan mudah underestimate diri sendiri, karena yang aku lihat akar permasalahan dari mahasiswa/I sekarang adalah insecure yang langsung underestimate pada diri sendiri ,jadi harapannya lebih percaya diri aja ketika kamu ingin mengharumkan nama almamater. Kemudian harapannya agar ada mahasiswa/i berprestasi selanjutnya yang akan mengharumkan nama USU baik itu dikancah nasional maupun internasional,” ucap Adini

Disamping itu, ada Ayudya Pratiwi yang merupakan peraih gelar Best Speaker pada saat lomba debat MK ini juga berharap semoga ditahun-tahun berikutnya semakin banyak prestasi-prestasi yang bisa mengharumkan nama fakultas dan universitas.

“Dan pesan saya bagi siapapun delegasi yang terpilih nikmati prosesnya, terus berusaha dan nanti pasti akan ada hasilnya,” tutupnya pada akhir wawancara.

Redaktur: Muhammad Fadhlan Amri


Discover more from SUARA USU

Subscribe to get the latest posts to your email.

Related posts

Semarak PKKMB di FISIP USU, Bukan Hanya Ajang Pengenalan

redaksi

Hadir pada PKKMB USU 2023, Fiki Naki: USU Kalian The Best!

redaksi

USU Tutup Total Karena Corona, Mahasiswi Asrama Putri pun Merana

redaksi