SUARA USU
Kabar Kampus Kabar SUMUT

PEMA Fakultas Hukum Ajak 3 PEMA Fakultas Lainnya Serahkan Kajian Bersama tentang BPIP

Suara USU, MEDAN. Pada Selasa (14/12) lalu, bertempat di gedung Aula Farmasi Universitas Sumatera Utara, Pemerintahan Mahasiswa Fakultas Hukum USU bersama dengan 3 PEMA Fakultas lainnya melangsungkan penyerahan kajian keempat PEMA Fakultas ini tentang 3 tahun pasang surut dan performa dari Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).

BPIP (Badan Pembinaan Ideologi Pancasila) sendiri dibentuk oleh Presiden, yang berdirinya lembaga ini melalui Perpres nomor 7 tahun 2018 tentang Badan Pembinaan Ideologi Pancasila. Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), sebagai ujung tombak pemerintah, untuk terus meningkatkan kinerjanya agar lebih baik dari hari ini. Pemerintah menginginkan agar wawasan kebangsaan serta empat pilar kebangsaan yakni Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, UUD 1945, dan NKRI agar terus didengungkan, disosialisasikan secara intensif kepada publik melalui berbagi bentuk kegiatan, antara lain, membentuk sebuah forum
bersama yang konsen dengan wacana-wacana kebangsaan dan kebersamaan.

M. Husni Baihaqi, Gubenur PEMA FH USU memaparkan setelah 3 tahun kinerja dari BPIP, lembaga ini dinilai masih belum mampu menunjukkan eksistensi dan aktualisasinya.

“Seperti yang kita ketahui bersama bahwa BPIP adalah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila, dimana BPIP (Badan Pembinaan Ideologi Pancasila) ini dibentuk oleh Presiden, yang berdirinya lembaga ini melalui Perpres nomor 7 tahun 2018 tentang Badan Pembinaan Ideologi Pancasila, tidak terasa sudah 3 tahun berjalan BPIP namun belum terasa aktualisasi nilai-nilai Pancasila di kehidupan sehari-hari,” ucap Husni.

Kelvin, Gubenur PEMA FKM USU juga turut menyoroti kinerja BPIP selama 3 tahun belakangan. Menurutnya, BPIP masih belum mampu dan masih diwarnai segudang permasalahan, utamanya dalam kepuasan publik terkait kinerja mereka.

“Dalam perjalanan tiga tahun BPIP ini terdapat berbagai macam problematika seperti Konsep dasar dan urgensi pembentukan BPIP, Pendanaan dan Penganggaran terhadap keefektifitasan berjalannnya BPIP dan Indikator Tingkat Keberhasilan dan kepuasan publik terhadap kinerja BPIP kurun waktu dua tahun terakhir,” papar Kelvin.

Arsyad Gubenur PEMA FP USU menerangkan bahwa kajian ini hadir karena keresahan mereka terkait kinerja dan perjalanan BPIP sejauh ini.

“Berawal dari keresahan kami terhadap keberlangsungan berjalannya BPIP ini maka kami dari PEMA Fakultas Hukum, PEMA Fakultas Pertanian, PEMA Fakultas Kesehatan Masyarakat dan PEMA Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Sumatera Utara membuat kajian,” terangnya.

 

Penyerahan kajian ini sendiri diserahkan langsung kepada Prof. Dr. Hariyono (Wakil Kepala BPIP), Ahmad Doli Kurnia Tanjung (Ketua Komisi 2 DPR-RI) dan Rektor USU (Dr. Muryanto Amin).

Gubernur PEMA FKG USU, Azis berharap agar kajian ini dapat menjadi saran rekomendasi bagi BPIP dan menjadi bahan masukan untuk BPIP, DPR-RI maupun pihak lain.

Senada dengan Aziz, Husni pun menutup wawancara kali ini dengan harapannya agar kajian kali ini mampu menjadi refleksi bagi semua pihak, termasuk BPIP sendiri.

“Harapannya tentu kajian ini menjadi refleksi bagi semua pihak baik menjadi masukan bagi BPIP sendiri dan juga kajian ini yang kami sampaikan ke komisi II DPR-RI ini adanya penetapan indikator yang sama dalam penetapan nilai-nilai Pancasila dengan melibatkan Perguruan Tinggi dan melibatkan BEM/PEMA,” pungkasnya.

Redaktur: Yulia Putri Hadi


Discover more from SUARA USU

Subscribe to get the latest posts to your email.

Related posts

Hari Ini, Pemeriksaan Kesehatan Mahasiswa Baru Jalur SNMPTN Resmi Berakhir

redaksi

Kongres Sarasehan Kembali Digelar, Antropologi USU Kirim Delegasi Terbaiknya

redaksi

FOSKAMI USU Adakan MMLC sebagai Wadah Pelatihan Kepemimpinan

redaksi