SUARA USU
Kabar Kampus Kabar SUMUT

Pemberian Reward Sebagai Sarana Peningkatan Minat Belajar Anak

Oleh: Redaksi

Suara USU, MEDAN. Praktik Kerja Lapangan (PKL) adalah bentuk penyelenggaraan kegiatan pendidikan dan pelatihan dengan bekerja secara langsung, secara sistematik dan terarah dengan supervisi yang kompeten. PKL sendiri merupakan salah satu bentuk implementasi dari Tri Dharma Perguruan Tinggi yang ditujukan kepada masyarakat.Untuk mahasiwa PKL juga bertujuan sebagai sarana pelatihan untuk mengaplikasikan ilmu, dan melatih kemampuan beradaptasi.

Saya Anggi agustina sibuea (160902047) salah seorang mahasiswi prodi Ilmu Kesejahteraan Sosial, FISIP USU yang telah menyelesaikan program PKL di panti asuhan Yayasan Mercy Clement Indonesia. Dengan bimbingan dan monitor dari Supervisor Sekolah yaitu Bapak Fajar Utama Ritonga, S.sos, M.Kessos yang juga selaku Dosen Pengampu Mata Kuliah PKL. Adapun lamanya kegiatan PKL ini berlangsung kurang lebih tiga bulan terhitung sejak pelepasan, dan berlangsung dua kali dalam seminggu.

Pada saat melakukan kegiatan PKL di Yayasan Mercy Clement Indonesia tahap awal yang saya lakukan tentunya perkenalan dengan adik-adik yang berada di panti dan juga Bapak pengurus panti. Kedatangan saya diharapkan untuk dapat membantu proses belajar adik-adik yang berada dipanti. Adapun jumlah anak di panti tersebut sebanyak 17 orang mulai dari tingkatan Sekolah Dasar sampai Sekolah Menengah Atas.

Dibulan petama saya masih memfokuskan diri untuk proses pendekatan dan bonding dengan adik-adik untuk mempermudah proses PKL yang saya jalankan. Setelah beberapa kali bertatap muka akhirnya saya mengetahui bahwa kegiatan belajar mengajar disekolah hanya diterima tiga kali dalam seminggu, menurut saya itu waktu yang sedikit dan tidak cukup untuk adik-adik mendapatkan Ilmu Pengetahuan yang layak.Saya juga mengamati adik-adik yang duduk dibangku Sekolah Dasar masih belum lancar membaca dan berhitung,dengan itu saya memutuskan untuk memberikan pengajaran tambahan ilmu pengetahuan dasar terhadap adik-adik.

Mengingat usia mereka yang kebanyakan masih di bangku Sekolah Dasar saya berinisiatif untuk melakukan mini project metode Pemberian Reward untuk meningkatkan minat belajar dari adik-adik. Pemberian Reward saya lakukan disaat adik-adik mampu menyelesaikan tugas bacaan atau disaat mereka mampu menjawab pertanyaan dari saya. Dengan adanya Reward tersebut saya merasa adik-adik menjadi lebih semangat dan giat untuk belajar.                                                                                                                                               Selain

Belajar adapula kegiatan lain yang saya dan adik-adik lakukan seperti memasak, makan bersama, bermain games, membuat kerajinan tangan, dan juga beribadah. Tak hanya itu saya juga menempelkan poster bertema “ Menjaga kebersihan diri dan lingkungan” yang bertujuan menjadi pengingat adik-adik untuk selalu menjaga kebersihan.

Selama melakukan mini project, saya menggunakan metode pekerjaan sosial Group Work oleh Zastrow. Adapun tahapan atau proses pemecahan masalah menggunakan Metode Grupwork oleh Zastrow anara lain sebagai berikut:

  1. .Intake
    Pada tahap ini saya membangun komunikasi dan hubungan antara saya dengan klien agar memunculkan kedekatan emosional diantara kami.
  2. Tahap Penyeleksian Anggota

Pada tahap ini dari ke 17 anak di panti asuhan Yayasan Mercy Clement Indonesia, saya memilih adik-adik yang duduk dibangku Sekolah Dasar untuk menjadi titik fokus pemecahan masalah.

  1. Assessment dan Perencanaan Intervensi

Pada tahap ini saya mencari informasi dan mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi, dari informasi yang saya dapatkan kemungkinan besar permasalahan yang terjadi disebabkan oleh keterbatasan waktu adik-adik dalam mengikuti proses belajar disekolah.

  1. Tahap Pengembangan Kelompok

Pada tahap inilah saya menerapkan metode pemberian Reward untuk mengacu semangat belajar dari adik-adik, dari sini saya melihat dengan Reward tersebut membuat adik-adik merasa sedang dalam kompetisi, secara otomasi mereka menjadi lebih semangat dan giat, namun saya juga menanamkan bahwa semangat belajar mereka harus tetap dipertahankan meskipun suatu saat nanti tidak mendapatkan reward disekolah seperti yang saya berikan.

  1. Evaluasi dan Terminasi

Pada tahap ini saya melakukan penilaian terhadap klien, melihat kemajuan dan pencapaian tujuan yang telah ditetapkan didalam perencanaan. Saya melakukan penilaian dengan memberikan quis tanpa Reward untuk melihat minat dan semangat belajar mereka. Dari quis tersebut terlihat bahwa adik-adik akhirnya terbiasa dan memahami bahwa tanpa sebuah Reward pun mereka memang harus giat belajar. Selain itu ditahap ini saya dan klien mengakhiri kontrak karena sudah mencapai tujuan yang diinginkan.

Diakhir kegiatan PKL ini saya ingin mengucapkan banyak terimakasih kepada Supervisor sekolah saya Bapak Fajar Utama Ritonga, S.sos, M.Kessos dan juga bapak Pengurus dari Panti Asuhan Yayasan Mercy Clemet Indonesia yang sudah menerima dan memberikan sarana untuk saya melakukan kegiatan PKL ini.


Discover more from SUARA USU

Subscribe to get the latest posts to your email.

Related posts

Adakan Webinar, HMI FE USU Dorong Jiwa Entrepreneur Mahasiswa di Masa Pandemi

redaksi

Pelantikan Suara USU Periode 2023/2024

redaksi

Menilik Proses Assessment di Panti Asuhan Tunanetra, Apakah Dilakukan oleh Pekerja Sosial?

redaksi