SUARA USU
Kabar Kampus Kabar SUMUT

Bersama Mahasiswa USU Menghilangkan Rasa Takut yang membayangi Perempuan Korban KDRT

Oleh: Redaksi

Suara USU, MEDAN. Seorang mahasiswi Universitas Sumatera Utara bernama Nisa Hutasoit,dengan Supervisor sekolah selaku pembimbing, Bapak Dr. Bengkel Ginting M.Si, telah selesai melaksanakan Praktek Kerja Lapangan sebagai pemenuhan laporan PKL 1, dimana PKL 1 merupakan mata kuliah prasyarat pada Program Studi Kesejahteraan Sosial, FISIP USU.

PKL telah berlangsung selama kurang lebih tiga bulan, terhitung sejak tanggal 14 Maret 2022 dan berakhir pada 10 Juni 2022. Intensitas waktu menyesuaikan kondisi pandemi dengan tidak lupa menaati protokol kesehatan. Praktikan memilih Lembaga Pemberdayaan Perempuan dan Anak (PESADA Sidikalang) sebagai tempat berpraktikum, yang beralamat   di Jl. Empat Lima No.24-E, Batang Beruh, Kec. Sidikalang, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara.

Praktikan, mengawali kegiatan di minggu pertama dengan perkenalan dengan beberapa staff di lembaga, dan disambung dengan pemaparan singkat mengenai lembaga tersebut. Praktikan disambut dan diperlakukan dengan baik. Ibu sarma Sigalingging, atau akrab disapa Kak Sarma, mengatakan bahwa lembaga berfokus pada manajemen Pemberdayaan Perempuan dan Anak.

Pada pertengahan Maret kegiatan perdana praktikan diawali dengan turun lapangan mengikuti Musrenbang di Desa Hutaraja Kecamatan Siempat Nempu, sebagai perwakilan dari PESADA (Pemberdayaan Perempuan). Praktikan dibimbing oleh supervisor lembaga untuk menyampaikan pendapat, terkait pembyerdayaan Perempuan. Pada Bulan yang sama Praktikan di ajak supervisor lembaga untuk bertemu langsung dengan beberapa klien, praktikan dibimbing supervisor lembaga memulai dengan berkenalan dengan klien dan berusaha membuat klien merasa nyaman. Berbekal catatan dari klien yang sudah di berikan sebelumnya, praktikan memulai rutinitas 2x seminggu dalam menyusun laporan-laporan yang berkaitan dengan keperluan Lembaga yang kemudian diteruskan ke supervisor lembaga supaya direvisi dahulu sebelum diserahkan kepada pimpinan untuk di tindak lanjut.

Selanjutnya dibulan yang sama juga , praktikan ditugaskan Supervisor lembaga ke Polres Dairi untuk menanyakan perkembangan kasus pencabulan terhadap seorang anak. Tidak banyak informasi yang didapat oleh praktikan, karena bukan sembarang konsumsi publik, tetapi barang secuil informasi yang didapat menjadi bahan laporan praktikan ke lembaga.

Kemudian pada bulan April Praktikan meminta izin kepada pihak lembaga untuk merancang agenda kegiatan yaitu agar dapat melaksanakan pendekatan kepada salah satu klien yang berinisial HS untuk melakukan assesment agar mengetahui masalah yang dimiliki oleh klien. HS berusia 49 tahun yang mengalami KDRT, klien menerima kekersan fisik dari suaminya dan membuat HS sering merasa tidak aman ketika dirumah takut jika suaminya tiba-tiba memukulnya. Namun meskipun HS mendapatkan perlakuan tidak mengenakan itu, HS tidak mau suaminya dipidana karena memikirkan perasaan anak-anaknya. Dalam membantu klien untuk menangani dan mencari solusi untuk menyelesaikan permasalahan yang dialaminya. Adapun dalam melakukan proses pendekatan terhadap klien, Praktikan di sarankan oleh Pihak lembaga agar memulai berkomunikasi dengan klien secara perlahan dengan HS.

Adapun dalam proses assesment praktikan berusaha menjalin hubungan yang baik terhadap HS, sehingga dengan adanya hubungan yang baik antara Praktikan dengan HS  maka ia dapat mempercayakan sepenuhnya kepada praktikan untuk dapat bersama-sama mendapatkan solusi permasalahannya. Untuk menambah kepercayaan HS kepada praktikan,praktikan selalu melakukan sharing yang ringan. Disini Praktikan berperan sebagai motivator bagi HS, yaitu sebagai penyemangat bagi dirinya agar dapat keluar dari ketakutan yang ia hadapi.

Adapun dengan demikian praktikan menggunakan model intervensi case work yang  dikemukakan oleh Zastrow, dimana dalam metode case work yang dikembangkan oleh Richmond dikenal dengan “family casework” atau juga dikenal dengan “social casework”. Jadi, pada dasarnya metode intervensi dikembangkan untuk menangani masalah klien untuk keberfungsian sosial yang melibatkan keluarga maupun kerabat terdekat.Adapun proses penyelesaian masalah yaitu :

  1. Penyadaran akan adanya masalah, pada tahap ini praktikan memberikan pemahaman kepada HS bahwasannya setiap manusia memiliki masalah dalam hidupnya dan disetiap masalah pun selalu ada solusinya, praktikan juga memberi contoh langsung beberapa masalah klien yang sudah diselesaikan oleh lembaga.
  2. Menjalin relasi dengan HS, pada tahap ini praktikandan HS menjalin relasi mendalam juga lebih mengakrabkan diri dengan harapan HS mau menceritakan masalahnya secara terbuka dan jujur, dan di dalam tahapan ini Praktikan memberikan penjelasan bahwasannya setiap masalahnya akan di rahasikan dari siapapun dan tidak akan di beritahu pada orang lain tanpa persetujuan klien.
  3. Pengembangan motivasi, Pada tahap ini praktikan memberikan hal-hal yang dapat menumbuhkan jiwa semangat HS dalam menjalani hidupnya serta memberikan kata-kata nasihat kepada HS.
  4. Tahap pengonseptualisasian masalah, dalam tahapan ini dari hasil wawancara yang dilakukan yaitu dengan melakukan bimbingan ataupun konsultasi dari klien, seiring berjalannya waktu maka dapat diketahui bahwasannya ada beberapa permasalahan klien yang menyebabkan dirinya sering was-was dan ketakutan berada dirumah yaitu :
  • Suami klien yang sering kali melemparkan barang ketika marah, membuat batin klien tertekan dan merasa tidak tenang.
  • Suami klien tidak segan melakukan kekerasan terhadap anaknya sendiri, membuat klien kesulitan tidur.
  • Suami klien tidak pernah memberikan nafkah pada keluarganya membuat klien harus berusaha bekerja untuk membiayai kebutuhan rumah tangganya.
  • suami klien sering pulang ke rumah dalam keadaan mabuk.
  1. Eksplorasi strategi mengatasi masalah, dalam hal tersebut praktikan berusahan untuk mencoba memberikan arahan ataupun berbagai macam strategi yang bertujuan untuk mengatasi masalah HS. Adapun yang menjadi strategi dari tahapan eksplorasi yang HS lakukan untuk mengatasi masalah klien yakni :
  • Memberikan Motivasi pada klien agar semangat menjalani hidupnya
  • Memberikan dukungan pada klien untuk tetap semangat demi anak-anaknya
  • Memberikan dukungan pada klien bahwa lembaga akan selalu siap untuk menolong klien ketika mendapat tekanan.

  1. Penyelesaian strategi mengatasi masalah, setelah tahap eksplorasi dilakukan, maka dalam tahapan inilah penyeleksian metode dilakukan guna sebagai penetapan metode yang tepat untuk diterapkan bagi klien. Memasuki tahapn ini praktikan mengajak HS untuk melakukan diskusi, hal itu itu dilakukan untuk memikirkan solusi apa yang tepat untuk diterapkan oleh HS. Dengan adanya diskusi antara Praktikan dan supervisor lembaga kami bersepakat untuk melakukan Mediasi. Solusi ini dipilih karena klien tidak ingin suaminya di pidana maka lembaga bersama praktikan memilih melakukan mediasi dengan menghadirkan salah satu pihak yang netral sebagai saksi akan penyelesaian masalah klien dan suaminya serta membuat surat perjanjian di atas kertas, yang mana berisikan tentang hal yang tidak boileh dilakuan dan tidak boleh di ulangi, selain itu juga diberikan sanksi jika salah satu perjanjian itu dingkari.
  2. Implementasi strategi mengatasi masalah, dalam tahapan ini dimana HS menjalankan metode yang disepakati sebelumnya, di tahapan ini HS diharapkan dapat menyelesaikan permasalahnnya. Dengan adanya tahapan ini Praktikan berharap besar kepada HS setelah menjalankan program-program maka HS dapat kembali Hidup tanpa rasa takut lagi.
  3. Pada tahap tarakhir yakni evaluasi, di tahapan ini praktikan melihat kembali apa saja yang menjadi kendala HS dan suaminya.
  4. Tahap Terminasi. Pada tahap ini praktikan menganggap permasalahan HS sudah selesai dan sudah bisa menbjalani kehidupannya dengan normal tanpa ketakutan.

Discover more from SUARA USU

Subscribe to get the latest posts to your email.

Related posts

Monarchy 2.0, Wadah untuk Berekspresi

redaksi

36,1 % Mahasiswa Baru di USU Kurang Siap Kuliah Daring

redaksi

Gebrakan Baru, Gema Puja Kesuma USU Akan Adakan Silaturahmi Akbar Mahasiswa Keturunan Jawa Se-Kota Medan!

redaksi