
Oleh: Ainun Mardiyah Ritonga, Edgar Alfares Hulu, Marthin Olmert Amnuay Banurea, Maudi Aisyah Putri, Ririn Olievia Hutagalung, Salsabila Zubayni Nasution
Suara USU, Medan. Kelompok 6 dari kelas MKWK Pendidikan Kewarganegaraan kelas 36 USU stambuk 2024 telah berhasil menyelesaikan mini riset berjudul “Pendampingan Psikologis sebagai Implementasi Nilai-Nilai Kewarganegaraan dalam Menangani Remaja yang Terlibat Kriminalitas” Penelitian ini dilakukan dengan metode wawancara langsung yang dilaksanakan pada 22 Maret dan pengumpulan data melalui kuesioner. Responden yang menjadi sampel dalam mini riset ini adalah anak sekolah dan mahasiswa di lingkungan kampus Universitas Sumatera Utara
Remaja merupakan kelompok usia yang rentan terhadap berbagai pengaruh negatif, termasuk keterlibatan dalam tindakan kriminal. Faktor lingkungan, keluarga, serta kondisi psikologis sering kali menjadi pemicu utama. Pendampingan psikologis menjadi salah satu pendekatan yang efektif dalam menangani remaja yang terlibat kriminalitas, dengan menanamkan nilai-nilai kewarganegaraan seperti tanggung jawab, empati, dan kesadaran hukum.
Kriminalitas yang melibatkan remaja menjadi perhatian serius di berbagai daerah di Indonesia. Di Surabaya, awal tahun 2025 mencatat 17 kasus kejahatan jalanan dengan 24 tersangka, di mana 4 di antaranya adalah anak di bawah umur. Kasus-kasus tersebut meliputi jambret, kepemilikan senjata tajam, dan pengeroyokan. Meningkatnya angka keterlibatan remaja dalam tindakan kriminal menjadi perhatian serius bagi masyarakat dan pemerintah. Faktor utama yang berkontribusi terhadap fenomena ini mencakup lingkungan sosial yang tidak kondusif, kurangnya pendidikan moral, serta kondisi psikologis yang tidak stabil. Oleh karena itu, diperlukan intervensi yang tidak hanya menitikberatkan pada aspek hukum, tetapi juga pendekatan psikologis yang dapat membantu remaja memahami konsekuensi dari perbuatannya dan memperbaiki perilaku mereka di masa depan. Pendampingan psikologis dalam kasus ini dapat dikaitkan dengan nilai-nilai kewarganegaraan, seperti rasa tanggung jawab terhadap diri sendiri dan masyarakat, pemahaman akan hak dan kewajiban sebagai warga negara, serta penanaman nilai-nilai sosial yang positif. Dengan demikian, program rehabilitasi remaja yang melibatkan pendekatan psikologis dapat menjadi sarana efektif dalam mengurangi angka kriminalitas remaja. Pendampingan psikologis berbasis nilai kewarganegaraan dapat menjadi solusi efektif dalam menangani remaja yang terlibat kriminalitas. Melalui metode ini, remaja dapat memahami pentingnya aturan sosial, mengembangkan keterampilan mengelola emosi, serta meningkatkan empati terhadap orang lain.
Untuk meningkatkan efektivitas program ini, beberapa rekomendasi yang dapat diberikan antara lain:
- Pemerintah dan lembaga pendidikan perlu meningkatkan program edukasi tentang kewarganegaraan sejak dini.
- Perlu adanya kolaborasi antara psikolog, guru, dan pihak kepolisian dalam menangani kasus kriminalitas remaja.
- Keluarga harus lebih berperan aktif dalam memberikan perhatian dan bimbingan kepada anak-anak mereka agar tidak terjerumus dalam lingkungan negatif.
Dengan pendekatan yang tepat, remaja yang pernah terlibat kriminalitas dapat diberikan kesempatan kedua untuk menjadi warga negara yang lebih baik dan berkontribusi positif bagi masyarakat.
Berdasarkan hasil penelitian tentang pendampingan psikologis sebagai implementasi nilai-nilai kewarganegaraan dalam menangani remaja yang terlibat kriminalitas, dapat disimpulkan bahwa pendekatan berbasis nilai-nilai kewarganegaraan dapat meningkatkan efektivitas pendampingan. Pendampingan yang dilakukan melalui pendekatan nilai-nilai seperti disiplin, tanggung jawab, dan toleransi terbukti mampu membantu remaja mengubah perilaku negatif dan lebih sadar akan dampak perbuatan mereka terhadap diri sendiri maupun lingkungan sekitar.
Nilai-nilai kewarganegaraan memainkan peran penting dalam membentuk sikap positif pada remaja yang pernah terlibat kriminalitas. Hasil wawancara dan kuesioner menunjukkan bahwa pendampingan psikologis yang tidak hanya berfokus pada dukungan emosional, tetapi juga pada penguatan nilai-nilai kewarganegaraan, membantu remaja memahami konsekuensi dari tindak kriminal dan mendorong mereka untuk membuat keputusan yang lebih baik di masa depan.
Artikel ini adalah publikasi tugas mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan dengan Dosen Pengampu Onan Marakali Siregar, S.Sos, M.Si.
Redaktur: Indira Rivany
Leave a comment