SUARA USU
Kabar Kampus

Pentingnya Value Proposition dan Business Models Canvas dalam Mengembangkan Bisnis

Oleh : Cita Seri Naila(009), Emiya Fevayosa br Ginting (127), Novi Yansha (031)

Dosen pengampu : Dr Kartini Harahap, S.sos., M.Si

Suara USU, Medan. Design Value Proposition merupakan bagian dari strategi pemasaran perusahaan secara keseluruhan. Value proposition memberikan pernyataan yang memperkenalkan merek perusahaan kepada konsumen dengan memberi tahu mereka  untuk apa perusahaan itu berdiri, bagaimana perusahaan itu beroperasi, dan mengapa produk dari perusahaan itu layak untuk mereka gunakan. Value Proposition dapat meyakinkan konsumen bahwa satu produk atau layanan tertentu yang ditawarkan perusahaan akan menambah nilai lebih atau lebih memecahkan masalah bagi mereka daripada penawaran serupa lainnya. Alat yang digunakan dalam membuat Design Value Proposition ini adalah Bisnis Model Canvas.

Diterjemahkan dari Buku Design Value Proposition karangan Alex Osterwalder, DKK. Ada enam langkah dalam membuat Bisnis Model Canvas yaitu sebagi berikut :

  1. Membuat Design, Rancang proposisi nilai berdasarkan teknologi yang diuraikan dalam kutipan pers dari Institut Teknologi Federal Swiss di Lausanne (EPFL) dengan menargetkan segmen pelanggan yang mungkin tertarik untuk mengadopsi teknologi ini
  2. Membuat Pengertian, Cari ide untuk proposisi nilai menggunakan penyimpanan energi udara terkompresi.
  3. Memilih segmen, Memilih segmen pelanggan yang mungkin tertarik dengan proposisi nilai dan bersedia membayarnya
  4. Profil, Buat sketsa profil pelanggan dan buat asumsi tentang pekerjaan yang harus dilakukan baik mengenai keluhan dan keuntungan. Setelah itu, Perbaiki sketsa proposisi nilai dengan membuat sketsa bagaimana akan menghadapi keluhan pelanggan dan bisa menciptakan keuntungan.
  5. Menilai, Nilai kecocokan antara profil pelanggan dan yang dirancang dengan proposisi nilai.
  6. Mengidentifikasi pekerjaan bernilai tinggi, Pencipta proposisi nilai yang hebat menguasai seni berfokus pada pekerjaan, rasa sakit, dan keuntungan yang penting. Bagaimana Anda akan tahu pekerjaan, keluhan, dan keuntungan mana yang harus Anda fokuskan? Identifikasi pekerjaan bernilai tinggi dengan menanyakan apakah pekerjaan itu penting, nyata, tidak memuaskan, dan menguntungkan

Komponen Penting Dalam Design Value Proposition

  1. Headline dan Subheadline

Headline dari value proposition yang dibuat haruslah mencerminkan keuntungan atau manfaat yang bisa didapatkan konsumen jika memilih produk. Tidak lupa juga untuk menuliskannya secara menarik agar dapat meninggalkan kesan di hati pelanggan. Sedangkan subheadline menerangkan secara detail mengenai apa yang ditawarkan oleh bisnis, mengapa produk ini akhirnya lahir dan bagaimana cara merepresentasikan manfaat-manfaat tersebut ke dalam suatu produk.

  1. Paragraf

Menulis paragraf-paragraf ringan sebagai pengganti subheadline juga menjadi opsi menarik. Bisa menuliskan buah pemikiran secara mendetail dan beralur agar pelanggan semakin mengetahui tentang produk yang ditawarkan.

  1. Elemen visual

Untuk menyuguhkan elemen visual ke dalam value proposition dalam format yang apik, bisa menyematkan video, gambar atau infografis yang menginformasikan untuk menarik perhatian para calon pelanggan. Selain itu ada beberapa hal yang harus masuk ke dalam komponen value proposition, yaitu sebagai berikut :

  •  Apa yang baru dan lain dari produk.
  •  Bagaimana produk menyelesaikan problem pelanggan.
  • Keunggulan secara desain dan fungsi bila dibandingkan dengan kompetitor.
  • Harga yang bersaing.
  • Jika produk berupa layanan atau sesuatu yang bisa melakukan suatu action, pastikan untuk membahas performanya.

Redaktur: Yessica Irene


Discover more from SUARA USU

Subscribe to get the latest posts to your email.

Related posts

Pengurus Baru HIMIS Resmi Dilantik

redaksi

Berhasil Meraih Medali Perunggu di PON XX Papua, Ini yang Memotivasi Kevin

redaksi

Bus USU Tak Beroperasi saat Wisuda, Apa Kata Mahasiswa?

redaksi