SUARA USU
Uncategorized

Peran Mahasiswa dalam Menjaga Persatuan dan Kesatuan Bangsa di Universitas Sumatera Utara

Sumber foto: pngtree di Pinterest

Penulis: Aulia pramudita, Pelita Hati, Anastasya Sri Shinta Sianipar, Frecillia Br Nainggolan, Thomas Christian Rasoki Hutagalung, Lukmanul Hakim Sitompul, Doan Yohannes Manullang

Suara USU, Medan. Mahasiswa di lingkungan kampus memiliki peran penting sebagai umat beragama yang paham akan toleransi umat beragama. Dan sebaiknya mahasiswa tidak menjadi pemicu perpecahan akan adanya keberagaman agama. Yang harus dilakukan mahasiswa cukup menghargai adanya keberagaman agama tanpa mengolok-olok agama lain. Melainkan dengan keberadaanya agama ini maka mahasiswa sebaiknya saling bertukar pikiran, mengerti satu sama lain, dan saling membantu.

Toleransi antar umat beragama sangat penting karena sesuai dengan semboyan bangsa Indonesia yaitu “Bhineka Tunggal Ika” yang memiliki arti tetapi berbeda-beda tetapi satu jua. Toleransi didefinisikan dalam konteks agama sebagai kualitas yang secara aktif berusaha memahami dan menghormati keyakinan orang lain, menahan diri dari merendahkan diri dalam kehendak, dan tidak mengutuk atau bahkan mengakui agama lain dengan alasan apa pun. Prinsip toleransi terhadap keragaman juga menekankan kesetaraan semua orang dan persaudaraan di antara berbagai kelompok. Dalam semboyan Bhineka Tunggal Ika, jelas bahwa meskipun Indonesia memiliki rasa agama yang kuat, itu masih satu-satunya bangsa di dunia.

Penelitian dilaksanakan guna untuk mengetahui bagaimana toleransi beragama dan hubungan antara mahasiswa yang berbeda agama di Universitas Sumatera Utara. Kegiatan penelitian ini merupakan bentuk implementasi berupa praktik atau tindakan berdasarkan pada ilmu dari mata kulliah yang telah diajarkan selama perkulliahan sebagai bekal pengetahuan untuk mengetahui bagaimana toleransi beragama di kalangan mahasiswa. Mahasiswa di lingkungan kampus berperan sangat penting pada kasus ini yaitu dimana toleransi beragama sangat diperlukan terutama dilingkungan kampus. Sebagai mahasiswa pastinya memiliki teman atau kenalan dengan agama yang berbeda pula. Namun Kembali dengan cara individu mengatasi perbedaan yang ada diantara mereka satu sama lain secara adil.

Perbedaan agama ini tidak jarang memicu perpecahan disuatu kelompok. Sering terjadi Ketika seseorang tidak dapat mengontrol sesuatu baik perkataan maupun perbuatan yang dapat berdampak besar pada orang disekitar mereka. Hal ini menyangkut perbedaan, contohnya disuatu lingkungan banyak yang berbeda agama namun ada seseorang yang menganggap berbeda agama sangat buruk lalu tidak menghargai apa yang dilakukannya bahkan bisa saja mengolok-ngolok mereka yang berbeda.

Salah satu perilaku yang wajib diterapkan perindividu yaitu cukup menghargai keberadaan perbedaan yang ada diantara mereka tanpa memperolok agama lain. Sejauh ysng kami ketahui jumlah mahasiswa di Universitas Sumatera Utara pada saat ini lebih dari 33.000 mahasiswa,1.000 di antaranya adalah mahasiswa asing. Dan dari observasi yang kami lakukan mahasiswa yang memeluk agama minoritas di Universitas Sumatera Utara lebih dominan banyak dibandingkan memeluk agama mayoritas, hal ini mungkin disebabkan karena Universitas Sumatera Utara adalah salah satu kampus umum yang berada di Sumatera Utara. Adapun beberapa agama yang dianut mahasiswa di kampus ini yaitu, Kristen, Katolik, Buddha dan lain sebagainya.

Hasil penelitian kami menunjukkan bahwa lingkungan kampus di Universitas Sumatera Utara sangat mempromosikan toleransi yang sangat kuat di antara mahasiswa, sehingga memungkinkan kedua belah pihak untuk merasa nyaman dan mudah dalam berkomunikasi satu sama lain. Pandangan responden mengenai perbedaan yang terjadi namun tetap tidak merugikan satu sama lain adalah sangat positif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hal ini mempengaruhi tingkat toleransi mahasiswa.Hampir semua responden setuju bahwa kegiatan atau aktivitas kemahasiswaan dapat membantu mempromosikan toleransi antar mahasiswa yang berbeda agama, ras, dan suku.

Hal ini dikarenakan dengan adanya kegiatan atau aktivitas kemahasiswaan, orang-orang dari berbagai latar belakang dan keyakinan dapat saling bertemu dan berinteraksi satu sama lain, sehingga meningkatkan kesadaran akan pentingnya toleransi dan kerukunan di antara sesama mahasiswa. Oleh karena itu, sikap toleransi antar mahasiswa harus menjadi fokus utama dalam setiap kegiatan atau aktivitas kemahasiswaan di USU dan juga di seluruh dunia.

Artikel ini adalah publikasi tugas mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan dengan Dosen Pengampu: Onan Marakali Siregar, S.Sos, M.Si.

Redaktur: Anna Fauziah Pane


Discover more from SUARA USU

Subscribe to get the latest posts to your email.

Related posts

Perpustakaan Futuristik untuk Akses Pengetahuan yang Lebih Luas di Era Digital

redaksi

Manajemen Pengelolaan Wisata Istana Maimun: Menjaga Keaslian Sejarah dan Menyajikan Pengalaman Tak Terlupakan

redaksi

Mahasiswa Kesos FISIP USU Susun Strategi Pemberian Gizi untuk Mencegah Stunting di Kelurahan Titi Rantai

redaksi