SUARA USU
Kabar Kampus

Persiapan Kuliah Hybrid, Ini Tanggapan Akademisi FIB USU!

Reporter: Dini Eka , Virgi Simamora

Suara USU, MEDAN. Sudah dua tahun berlalu proses pembelajaran dilakukan secara daring. Hal yang menjadi harapan bagi banyak mahasiswa USU adalah belajar di dalam kelas dan berinteraksi secara langsung dengan dosen, terlebih angkatan 2020 dan 2021 yang memang belum pernah merasakan belajar di kampus.

Isu-isu bermunculan akan dilakukan perkuliahan secara hybrid. Di mana para mahasiswa berharap akan adanya pembelajaran dilakukan di kampus walaupun tidak sepenuhnya. Berita ini disambut hangat oleh seluruh masyarakat USU terutama mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya. Fakultas ini sendiri pun turut melakukan persiapan-persiapan untuk pelaksanaan kuliah secara hybrid, mulai dari pendataan vaksinasi mahasiswa yang telah didata lebih dari 90%, pelaksanaan vaksinasi oleh para dosen FIB sebanyak 80%, pemasangan wifi di setiap kelas di gedung H. Anif, peralatan-peralatan yang diperlukan untuk perkuliahan secara hybrid, dan lain-lain.

Menurut Kaprodi Sastra Inggris, Mahmud Arief Albar menjelaskan bahwa hasil diskusi prodi bersama dekanat di mana setiap prodi diberikan kebebasan atau kebijakan masing-masing untuk melaksanakan perkuliahan secara daring atau luring. Hal ini lah yang menyebabkan ada beberapa fakultas/prodi yang memilih untuk tetap melakukan daring. Selain itu, Mahmud juga menyatakan salah satu aturan dari rektorat, maksimum jumlah mahasiswa yang akan melakukan kuliah secara luring adalah sebanyak 30 mahasiswa per kelas. Info yang didapat oleh pihak FIB sendiri adalah semua mahasiswa dianjurkan melakukan kuliah secara luring.

FIB sendiri merencanakan pelaksanaan kuliah hybrid dengan cara bergilir, dengan adanya rotasi masuk untuk perkuliahan, yaitu setengah dari total keseluruhan siswa di kelas akan dilaksanankan daring dan setengahnya lagi luring dan akan dilakukan secara bergantian tiap mahasiswa. Hal ini pun diberi persyaratan, yaitu baik dosen dan mahasiswa harus sudah divaksin 2 kali dan memiliki kesehatan yang baik karena beberapa dosen yang sudah berusia lanjut, jika ada kondisi kesehatan dosen tersebut yang kurang baik maka pembelajaran bisa dilakukan secara daring sepenuhnya, dengan pertimbangan-pertimbangan lainnya.

“Kalau misalnya ada yang di luar kota, hal-hal yang seperti itu ya perlu kita pertimbangkan, kita evaluasi bagi yang meresponnya, apakah si mahasiswa mampu datang dan tinggal di kota Medan untuk menghadiri kuliah secara luring, kita juga masih memikirkan merotasi yang terbaik itu seperti apa,” tutur Mahmud.

Ia juga menyatakan bahwa pelaksanaan briefing dan penyampaian hasil untuk perkuliahan yang akan diadakan secara hybrid untuk prodi Sastra Inggris akan dilaksakan di hari Jumat dan akan diumumkan ke para dosen dan komting atau wakomting Sastra Inggris. Mahmud juga menganjurkan mahasiswa/i yang tinggal di luar kota sudah mulai bisa untuk mencari tempat tinggal/ kos.

Kaprodi Sastra Inggris berharap seluruh mahasiswa menyambut dengan baik kebijakan pelaksanaan luring ini , dan meminta para mahasiswa memahami situasi dan kendala yang ada dikarenakan pihak kampus masih menyesuaikan diri terhadap kondisi yang masih dianggap hal baru.

Redaktur: Wiranto Asruri Siregar


Discover more from SUARA USU

Subscribe to get the latest posts to your email.

Related posts

Berkolaborasi dengan Alfa Records, HMM FEB USU Sukses Adakan Webinar

redaksi

Gelar Seminar Pemberantasan Korupsi, Suara USU Hadirkan Wakil Ketua KPK

redaksi

Berfokus pada Pengolahan dan Pemasaran Cincau, IMASEP FP USU Adakan Seminar Nasional bersama DPW 1 POPMASEPI

redaksi