
Oleh: Ardina Mendrofa
Suara USU, Medan. Gomgom Maroloan Batubara, mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara (USU), berhasil menorehkan prestasi membanggakan. Pemuda asal Balige, Toba, ini terpilih sebagai anggota Gita Bahana Nusantara (GBN) 2025 dan tampil di Istana Merdeka pada perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia. Keberhasilan tersebut menjadi buah dari disiplin, kerja keras, dan tekad kuat dalam mengasah kemampuannya.
GBN merupakan tim paduan suara dan orkestra nasional paling bergengsi yang setiap tahunnya menyeleksi ratusan talenta dan bersaing memperebutkan 116 kursi penyanyi dan 70 kursi musisi muda berbakat muda dari seluruh Indonesia. Dari Sumatera Utara, hanya empat orang yang lolos, dan tiga di antaranya berasal dari USU. Gomgom berhasil menempati posisi tenor, salah satu elemen penting dalam harmoni paduan suara. Proses seleksi pun berlangsung ketat. Selain membawakan lagu wajib, peserta diuji dalam tahap primavista, yaitu kemampuan membaca notasi musik secara langsung tanpa persiapan. “Primavista itu sangat krusial. Panitia memberikan soal acak, dan peserta harus bisa langsung membaca notasi sesuai kunci yang tertera. Jadi, bukan hanya soal suara bagus, tetapi juga kepekaan terhadap nada,” jelasnya.
Meski piawai dalam aspek teknis, tantangan terbesar menurut Gomgom adalah menjaga konsistensi dan rasa percaya diri. “Kadang rasa ragu muncul, takut tidak sesuai ekspektasi, tetapi saya belajar untuk fokus, percaya pada kemampuan diri sendiri, dan berusaha semaksimal mungkin,” ungkapnya. Momen pengumuman hasil seleksi pun menjadi pengalaman tak terlupakan baginya. “Saya sampai menangis karena tidak menyangka bisa lolos. Apalagi banyak teman yang harus mencoba berkali-kali untuk berhasil. Satu kata yang menggambarkan perasaan saya adalah bersyukur,” tuturnya penuh haru.
Sejak kecil, Gomgom telah menunjukkan ketertarikan pada dunia tarik suara. Ia bahkan pernah tampil di panggung internasional melalui kompetisi bernyanyi di Tokyo. Minat tersebut semakin berkembang ketika ia menempuh pendidikan di USU. Sejak menjadi mahasiswa baru, Gomgom bergabung dengan UKM Paduan Suara ULOS USU, sebuah organisasi mahasiswa yang aktif menorehkan prestasi nasional maupun internasional. Tidak hanya menjadi anggota, ia juga dipercaya sebagai Koordinator Divisi Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM), peran yang melatihnya dalam kepemimpinan, disiplin, serta tanggung jawab.
“Sejak kecil saya memang suka bernyanyi, dan motivasi terbesar mengikuti seleksi GBN adalah keinginan untuk bisa bernyanyi di Istana Negara. Rasanya sangat berbeda tampil di panggung internasional dengan bernyanyi di Istana Negara,” ujarnya. Bagi Gomgom, pengalaman paling berkesan bukan hanya ketika namanya diumumkan lolos, tetapi juga saat bernyanyi bersama seluruh anggota GBN. “Momen paling berkesan adalah ketika kami bernyanyi bersama di panggung GBN. Rasanya benar-benar menyatukan perbedaan menjadi sebuah harmoni,” tambahnya.
Terpilihnya Gomgom sebagai anggota GBN hanyalah satu dari sekian banyak prestasi yang telah ia raih. Di bidang paduan suara, ia telah mengoleksi penghargaan bergengsi, di antaranya:
- Silver Prize in the Mixed Voice Choir – 38th Takarazuka International Chamber Chorus Contest by the Takarazuka Foundation for Cultural Promotion (2023)
- Gold Prize in the Mixed Choir – 5th Tokyo International Choir Competition by the International Choral Organization of Tokyo (2023)
- Silver Prize in the Contemporary Music – 5th Tokyo International Choir Competition by the International Choral Organization of Tokyo (2023)
- Winner in the Mixed Youth Choir – Pesparawi Paul Baja M. Siahaan (2023)
- Winner in the Mixed Youth Choir – 5th Pesparawi Provinsi Sumatera Utara (2024)
- Grand Prix Winner – 4th Ken Steven International Choral Festival (2024)
- Winner in the Mixed Choir – 4th Ken Steven International Choral Festival (2024)
- MuzikSea Prize for Best Performance of Southeast Asian Choral Works for “Gayatri” by Bagus S. Utomo (2024)
- Gold Medalist – 18th Pesparawi Mahasiswa Nasional by the Indonesian Talent Development Center (BPTI) (2024)
- Winner of the Christmas Festival organized by the North Sumatra Provincial Government (2024)
- Winner of the Church Choir Competition by HKBP Pelajar Medan (2025).
Selain di bidang seni, Gomgom juga berprestasi di dunia akademik. Salah satunya sebagai First Place Winner in the Public Health Quiz Competition at the 2nd Indonesian Public Health Olympiad by the Indonesian Association of Public Health Higher Education Institutions (AIPTKMI) pada tahun 2023. Ia juga pernah mengikuti Pertukaran Mahasiswa Merdeka di Universitas Airlangga, serta menjadi penerima Paragon Scholarship Program dan Beasiswa Prestasi USU.
Di balik segudang pencapaian, Gomgom tetap rendah hati dan mengakui bahwa dukungan orang tua, keluarga, sahabat, dan teman-teman kampus menjadi sumber kekuatannya. “Faktor terbesar itu doa dari orang tua, kerja keras, disiplin, dan konsistensi. Dukungan keluarga, sahabat, dan teman-teman kampus juga sangat berperan. Saya percaya setiap proses latihan dan pengalaman kecil yang saya lalui menjadi bekal yang membawa saya sampai ke titik ini,” ujarnya.
Baginya, prestasi bukan hanya sekadar piala atau penghargaan, melainkan amanah untuk memberi inspirasi. “Saya berharap pengalaman ini bisa menjadi motivasi untuk terus berkarya dan memberikan yang terbaik. Untuk USU, saya berharap semakin dikenal melalui prestasi mahasiswanya, serta semakin banyak mahasiswa yang berani melangkah membawa nama universitas hingga tingkat nasional bahkan internasional,” tambahnya.
Kisah Gomgom Maroloan Batubara adalah bukti bahwa mimpi besar dapat diwujudkan dengan tekad, disiplin, dan keyakinan. Dari tanah kelahirannya di Toba hingga panggung nasional di Istana Merdeka, ia berhasil menghadirkan suara tenor yang menggema sebagai harmoni persatuan bagi Indonesia. Baginya, prestasi bukan sekadar penghargaan, tetapi juga amanah untuk memberi inspirasi. Pesannya sederhana, tetapi penuh makna agar kita tidak takut untuk mencoba hal baru dan berani untuk keluar dari zona aman.
“Jangan pernah takut untuk mencoba. Kesempatan tidak datang dua kali, jadi manfaatkan setiap peluang yang ada. Percayalah pada diri sendiri, persiapkan diri sebaik mungkin, dan beranilah keluar dari zona nyaman. Justru dari situlah pengalaman berharga akan lahir,” tutupnya.
Redaktur: Axfeba Saragih
Leave a comment