Home Kabar Kampus Puluhan Massa Aksi Ditangkap di DPRD Sumut, Mahasiswa FISIP USU Ikut Diamankan
Kabar Kampus

Puluhan Massa Aksi Ditangkap di DPRD Sumut, Mahasiswa FISIP USU Ikut Diamankan

Share
Dokumentasi: Suara USU

Reporter: Jesika Yusnita Laoly

Suara USU, Medan. Aksi Aliansi Mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU) Bergerak di depan Gedung DPRD Sumatera Utara, Selasa (26/8), berujung ricuh. Polisi menembakkan water cannon dan menangkap sekitar 29 hingga 38 orang massa aksi. Dari jumlah tersebut, terkonfirmasi ada dua hingga tiga mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) USU yang ikut diamankan. Sejumlah mahasiswa juga dilaporkan mengalami tindakan represif hingga mengalami luka-luka.

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) USU mengecam keras tindakan aparat. Mereka menilai penangkapan tidak memiliki dasar hukum yang jelas. “Kami menindak tegas perlakuan represif kepada kawan-kawan aliansi massa aksi hari ini. Kami menuntut pihak kepolisian agar memberikan kejelasan terkait penangkapan tersebut,” ujar Arya, Kepala Staf BEM USU, saat ditemui di Sekretariat Pema USU, Selasa (26/8).

Wakil Ketua BEM USU, M. Thoibul Fattah, menuturkan kericuhan bermula ketika massa mahasiswa USU merobohkan pagar gedung DPRD. Setelah itu, aliansi BEM SI Kerakyatan meminta barisan mahasiswa mundur untuk memberi ruang penyampaian aspirasi. BEM USU kemudian menginstruksikan massa untuk mundur dan memberi jeda sekitar 20 hingga 30 menit. Namun tak lama berselang, kericuhan pecah di sekitar pintu barat gedung DPRD.

“Tiba-tiba terjadi chaos di depan gedung, baik di pintu timur maupun pintu barat. Sangat disayangkan, kami tidak tahu apa yang menyebabkan kericuhan. Akhirnya massa aksi lari ke mana-mana, suasananya carut-marut,” ujar Thoibul saat ditemui di Sekretariat Pema USU, Selasa (26/8).

BEM USU juga menyebut adanya penyusup dari kalangan pelajar STM yang diduga dibayar dengan tiga bungkus rokok untuk memperkeruh suasana. Mereka menilai hal itu sebagai indikasi adanya operasi intelijen. “Mereka memang disuruh datang oleh entah siapa, dan dibayar dengan tiga bungkus rokok. Kami menilai itu bagian dari operasi intelijen untuk memperkeruh aksi,” jelas Thoibul.

Selain itu, Menteri Koordinator Pergerakan BEM USU, Akhmad Bukhori Pane menegaskan, pihaknya tidak pernah memberi instruksi untuk mendorong atau melempar benda ke arah aparat di pintu barat DPRD. “Di pintu barat sama sekali tidak ada instruksi dari MOKOM. Namun di pintu timur, kericuhan memang terjadi dan itu instruksi dari BEM USU,” katanya.

Sebagai tindak lanjut, BEM USU menyatakan akan membuka laman laporan dan evaluasi, serta melibatkan LBH dan KontraS untuk mengawal advokasi terhadap massa aksi yang ditahan. “Kami bakal mengawal dan menyelamatkan kawan-kawan yang ada di dalam sana,” ujar Thoibul.

BEM USU juga memastikan akan kembali menggelar aksi dengan skala lebih besar bersama BEM universitas lain di Sumatera Utara. Mereka menuntut agar seluruh massa aksi yang ditangkap segera dibebaskan. “Kami tegaskan, mereka harus segera dibebaskan. Kami beri waktu 2 x 24 jam,” tegas Thoibul.

Redaktur: Fatimah Roudatul Jannah

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.