SUARA USU
Buku

Pulang-Pergi, Ketika Dua Tokoh Favorit Tere Liye Bertarung Bersama

Oleh : Rizky Fahira

Suara USU, Medan. Ada jodoh yang ditemukan lewat tatapan pertama. Ada persahabatan yang diawali lewat sapa hangat. Bagaimana jika takdir bersama ternyata diawali dengan pertarungan mematikan? Lantas semua cerita berkelindan dengan pengejaran demi pengejaran mencari jawaban? Pulang-Pergi.

Rangkaian kalimat di atas adalah sinopsis dari buku Pulang-Pergi karya Tere Liye. Novel yang terbit pada tahun 2021 ini merupakan kelanjutan dari novel sebelumnya yaitu Pergi. Seperti seri sebelumnya, Tere Liye kembali menyajikan konflik yang tidak biasa, yaitu pertarungan dan pengkhianatan, juga dibumbui dengan persahabatan dan perjodohan.

Cerita diawali oleh Bujang, tokoh utama novel ini, yang sedang mengunjungi pusara mamaknya. Ia lalu didatangi oleh sebuah helikopter yang membawa pesan. Helikopter itu adalah suruhan Krestniy Otets yang di buku sebelumnya dijelaskan merupakan pimpinan brotherhood Bratva. Dalam pesannya, Otets memaksa Bujang untuk menikahi putrinya, sebagaimana pada buku Pergi, Bujang telah mengalahkan Maria—putri tunggal Otets, dalam duel pistol hingga pada akhirnya Maria menyerahkan gelang warisan milik ibunya sebagai tanda cinta.

Tentu saja Bujang belum siap dengan kejadian ini. Jika ia menolak, itu sama saja dengan perang dua keluarga. Ia memikirkan berbagai cara untuk menghindari perjodohan ini, termasuk mengunjungi Salonga untuk meminta bantuan. Pada akhirnya Bujang dan Salonga terbang ke Rusia untuk menyanggupi perjodohan tersebut dengan berat hati.

Pada novel kali ini kita akan diberi kejutan oleh kedatangan Thomas, tokoh dalam buku Negeri Para Bedebah. Thomas mempunyai janji dengan Otets, membahas rekayasa keuangan sekaligus diundang dalam acara pernikahan tersebut. Kehadiran Thomas membuat para penggemar novel kegirangan. Karakter Thomas digambarkan sangat keren, ia merupakan seorang konsultan keuangan dan juga anggota klub tinju yang lihai dalam memecahkan berbagai masalah. Apalagi kali ini disandingkan dengan Bujang. Walaupun karakter Bujang dan Thomas sama-sama diceritakan keren, tapi keduanya memiliki perbedaan. Thomas dengan usianya yang lebih muda memiliki jiwa yang bebas dan tidak terikat siapapun. Sementara Bujang jiwanya lebih galau, seseorang pencari jati diri, pencari tujuan hidup sebenarnya, dan selalu memegang teguh nasihat mamaknya.

Jika kita sudah membaca sampai Bab 5, kita akan tertipu. Tema novel ini bukanlah perjodohan, itu hanya bumbu pemanis saja. Natascha—orang kepercayaan Otets, bersama kelompoknya menyerang para tamu di tengah acara pernikahan, melakukan pengkhianatan. Banyak tokoh yang tewas dalam peristiwa tersebut, termasuk Krestniy Otets—ia mati ditangan orang kepercayaan sendiri.

Maria melarikan diri, tak ada waktu untuk bersedih saat itu. Ia bersama Bujang, Thomas, Salonga, dan murid Salonga yang bernama Junior, menjadi buronan kelompok Natascha. Natascha memanglah memiliki dendam terhadap Otets, tapi ia tidak bekerja sendiri. Ia bekerjasama dengan Diego, kakak tiri Bujang. Maksud dan tujuan Diego dibalik perbuatannya tersebut akan dijelaskan di akhir cerita.

Seperti biasa, cara penggambaran Tere Liye mampu membuat para pembaca seperti ikut merasakan ketegangan. Bujang, Maria, dan kawan-kawan terus dikejar dari satu negara ke negara lain. Mereka bertualang dari Rusia, kemudian Latvia, Ukraina, Belarusia, dan Estonia. Mereka menghadapi banyak masalah dan perburuan tak berkesudahan oleh pembunuh bayaran utusan Natascha.

Pembelajaran yang dapat kita ambil dari Novel Pulang-Pergi adalah saling bekerja sama, saling percaya satu sama lain, membangun kerjasama yang baik bersama teman, dengan begitu semua masalah akan dapat diselesaikan. Seperti yang dikatakan Bujang pada salah satu adegan, “Gunakanlah kemampuan kalian sebaik mungkin. Aku percaya dengan kalian. Kalian temanku. Bahkan lebih dari itu, kalian adalah keluargaku selama 48 jam terakhir. Kita melewati lima negara bersama-sama, maka kita akan menuntaskan masalah ini juga bersama-sama. Saling percaya.”

Kisah ini akan bersambung ke novel Bedebah di Ujung Tanduk. Untuk itu, ayo segera baca agar tidak ketinggalan keseruan buku ini, ya!

 

Redaktur : Lita Amalia


Discover more from SUARA USU

Subscribe to get the latest posts to your email.

Related posts

Rekomendasi Bacaan Yang Harus Kamu Baca di Wattpad!

redaksi

Membangun Ketekunan Melalui Buku “Grit: The Power of Passion and Perseverance”

redaksi

Yoonjae: Si Pemilik Almond Spesial

redaksi