Pembaruan Langsung Kasus COVID-19
SUARA USU
Kabar Kampus

Rangkuman Lengkap Debat Paslon Pemira USU 2020

Paslon nomor urut 1 dan 2

Penulis: Yessica Irene

Suara USU, Medan. Menjelang pelaksanaan Pemilihan Raya (Pemira) yang akan dilaksanakan Jumat (06/11), KPU USU menggelar debat kandidat Presiden dan Wakil Presiden Mahasiswa USU 2020 di Aula Mie Ayam Jamur Haji Mahmud, Rabu (04/11) lalu.

Debat yang dihadiri kedua Pasangan Calon (Paslon) yakni M Rizky Fadillah-Anas Alfarizi dan Aldo Syahputra Sinaga-M Prayoga Rengkuh Prantara ini, mengusung tema: “Aktualisasi Peran Pemerintahan Mahasiswa USU Dalam Menjalankan Amanah Kepemimpinan di Tingkat Universitas di Masa Pandemi COVID-19”.

“Sebenarnya kegiatan Pemira ini sudah diundur sejak lama karena ada keraguan bahwa tidak berlangsungnya asas jujur, bersih, dan adil dalam pelaksanaannya. Tapi alhamdulliah dengan kita mempercayakan diri kepada PSI dan menganggap bahwa PSI itu netral maka kita bisa sampai pada debat pemira hari ini,” ungkap Budi Utomo, perwakilan dari Biro Rektor dan Kemahasiswaan dalam kata sambutannya.

Budi juga mengatakan bahwa sebenarnya Wakil Rektor menginginkan debat Pemira tahun ini diadakan secara daring saja mengingat masih berbahayanya kondisi saat ini. Tetapi dari pihak KPU sendiri sudah mengirimkan surat undangan untuk menghadiri debat pemira ini yang mana bertempat di Mie Ayam Jamur H. Mahmud.

Lalu, Wahyu Hidayat, ketua KPU USU 2020 dalam sambutannya menghimbau agar mahasiswa sempatkan waktu kita 5 menit saja untuk berpartisipasi dalam kegiatan pemira tahun ini. “jangan sampai ada yang golput,” ungkap Wahyu.

Jalannya debat dimoderatori oleh Agnes Angelica Siregar dan panelis debat, Hamdan, Dosen USU yang juga Komisioner KPUD Serdang Berdagai.

Debat antar kandidat ini dilaksanakan dengan 5 sesi yaitu penyampaian visi dan misi serta program unggulan, pertanyaan oleh panelis, pertanyaan antar Paslon, pertanyaan oleh audiens, dan diakhiri dengan Kesimpulan (closing statement) oleh masing masing Paslon.

Penyampaian visi dan misi diawali oleh Paslon nomor urut 1 dengan menyampaikan misi mereka yaitu USU Menatap Indonesia, dimana dilanjutkan dengan misi peningkatan IPTEK dan kreativitas mahasiswa dalam menghadapi revolusi industry 4.0 serta beberapa program unggulan yaitu Kongres Mahasiswa USU, Lokakarya USU, Pema Advocacy USU dan program lainnya.

Kemudian sesi penyampaian visi dan misi dilanjutkan oleh Paslon nomor urut 2 dengan menyampaikan visi mereka yaitu Eskalasi Karya, Bergerak bersama untuk USU dan Indonesia dan dilanjutkan dengan visi eskalasi sinergi dan kolaborasi internal serta eksternal serta program unggulan mereka yaitu Sultan USU, USU Expo, Ruang ASA dan program unggulan lainnya.

Tanggapan Soal Program Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka?

Pertanyaan tentang tanggapan terhadap Program Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka yang telah lama dicanangkan oleh Kementrian pendidikan dilontarkan oleh Hamdan, selaku panelis pada saat kesempatannya bertanya.

Paslon nomor urut 1 mengakui ketidaksetujuannya atas pemberlakuan program Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka ini dikarenakan kurangnya informasi yang sampai kepada mahasiswa. Hal tersebut yang membuat Paslon nomor urut 1 menyimpulkan dengan tidak jelasnya informasi kemudian dikhawatirkan akan adanya komersialisasi pendidikan antara pihak mitra dan pihak kampus. Hal tersebut kemudian paslon nomor urut 1 memberikan solusi untuk bersama mensosialisasikan tentang pelaksanaan program Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka ini agar dapat teraplikasikan dengan baik bagi mahasiswa.

Dilanjutkan dengan pertanyaan yang sama, Paslon nomor urut 2 kemudian menyampaikan kesepakatannya pada pernyataan paslon nomor urut 1 yang mana ia sama tidak setujunya dengan program ini. Paslon nomor urut 2 khawatir hal ini akan menimbulkan ketidakpercayaan mahasiswa terhadap pihak rektorat. Sehingga Paslon nomor urut 2 memberi solusi dengan menjadikan PEMA sebagai kanal informasi, wadah berdikusi dan jembatan penyalur aspirasi bagi mahassiswa antara pihak rektorat dan mahasiswa. Sehingga nantinya program yang dirasa baik ini dapat diterapkan secara maksimal untuk mahasiswa.

Bagaimana PEMA USU Memaksimalkan Fungsi Sebagai Jembatan dan Corong Aspirasi Mahasiswa?

Jawaban pertama dikemukakan oleh Paslon nomor urut 2. Dengan menyampaikan bahwa untuk menampung aspirasi mahasiswa pada masa pandemi ini, mereka menggunakan google form serta website sehingga mahasiswa bisa dengan bebas menyampaikan aspirasinya yang nantinya akan menjadi bahan diskusi kepada pihak rektorat. Dari pihak paslon nomor urut 2 sendiri pun berjanji bahwa akan selalu bersikap pro terhadap mahasiswa dikarenakan dedikasi mereka sebagai wakil dari aspirasi mahasiswa.

Paslon nomor urut 1 mengatakan banyak nya permasalahan di mahasiswa membuat PEMA harus memaksimalkan perannya terhadap penyaluran aspirasi mahasiswa, dan jika ada aspirasi yang tidak sejalan dengan pihak rektorat akan dibawa dalam suatu forum diskusi kemudian disimpulkan dan dibawa ke pihak rektorat.

Kemudian diskusi dilanjutkan dengan sesi pertanyaan antar paslon yang dimulai dengan pertanyaan dari Paslon nomor urut 2 kepada Paslon nomor urut 1 yaitu mengenai cara mereka memangkas kesulitan birokrasi kampus?

Paslon nomor urut 1 memberikan jawabannya yaitu dengan cara memperbaiki secara digitalisasi dan melakukan pembahasan metode regulasi. Dan hal ini juga menjadi masalah karena mahasiswa tidak dilibatkan dalam MWA. Yang sebenarnya hal tersebut untuk kepentingan mahasiswa mengapa mahasiswa tidak diberikan ruang untuk menjadi bagian dari MWA tersebut, dengan itu proses birokrasi kampus pun menjadi sulit dan dari pihak mereka bersedia menjadi penyalur aspirasi mahasiswa mengenai hal ini.

Kemudian pertanyaan dilanjutkan ke Paslon nomor urut 1 memberikan pertanyaannya. Bagaimana mereka menjaga kekompakan internal ketika diantara mereka ada perbedaan stambuk?

Hal itu kemudian dijawab oleh  paslon nomor urut 2 dengan mengatakan bahwa perbedaan stambuk bukan masalah yang besar, karena hal tersbut merupakan perwujudan dari keterwakilan terhadap setiap stambuk. Dan mereka yakin bahwa mereka mampu untuk menjalankan pemerintahan dengan program unggulan serta visi dan misi yang telah dijelaskan di awal perkenalan.

Dilanjutkan kemudian dengan sesi pertanyaan dari audiens yaitu diwakilkan oleh Afdhal dari Fakultas Ilmu Budaya. Bagaimana jika visi dan misi dari masing masing paslon tidak terlaksana dengan baik?

Paslon nomor urut 1 menjawab bahwa mereka tetap optimis, dengan kondisi pandemi saat ini harus pandai untuk beradaptasi dengan keadaan. Program unggulan yang mereka janjikan juga tidak sulit untuk dijalankan karena sesuai dengan permsalahan yang hadir ditengah mahasiswa saat ini. Oleh karena itu mereka mementingkan adanya transparasi , jika sekiranya visi dan mereka tidak terlaksana bisa langsung disampaikan ke MPMU untuk ditindak lanjuti.

“Disini kami lebih menekankan pada permasalahan yang ada di mahasiswa saat ini salah satunya UKM. Kami akan melakukan controlling UKM dengan naungan Kementrian UKM. Lalu menyadari banyaknya mahasiswa perantauan membuat kami sadar tidak adanya keterkaitan mahasiswa daerah yang dinaungi oleh kampus padahal hal ini merupakan hal yang penting juga. Oleh karena itu kami berencana akan membentuk UKM Kedaerahan. Lalu hal yang menjadi masalah juga adalah birokrasi kampus, dan pendanaan kegiatan lomba mahasiswa agar dapat diselesaikan secepatnya,” jelas paslon nomor urut 1 pada closing statementnya.

“Kita adalah satu. Walaupun nantinya kami tidak berhasil menang pada pemira tahun ini, tapi kekeluargaan kita harus tetap terjalin dengan baik. Karena keberagaman adalah kunci untuk dikolaborasikan sebagai modah untuk membangun kekuatan. Dan kami juga mengakui bahwa mahasiswa memiliki legalitas standing di PEMA dan MWA. Kami adalah ibarat dua potong puzzle, tidak akan menjadi warna jika tidak ada kawan kawan mahasiswa yang melengkapinya,” jelas paslon nomor urut 2 pada closing statementnya.

Pemira online ini akan dilaksanakan pada tanggal 6 November 2020 pukul 09.00 WIB sampai 17.50 WIB. Seluruh mahasiswa yang memiliki hak pilih bisa berpartisipasi dengan mengakses di survey.usu.ac.id untuk memberikan suara kepada calon pemimpin pilihannya.

“Tentunya kita berharap siapapun yang terpilih nantinya akan tetap menjadi pemimpin yang akan bisa bertahan dan berkembang menjadi PEMA USU dan Indonesia yang lebih baik meskipun kita berada di masa pandemi COVID-19 ini,” tutup Agnes selaku moderator.

Penyunting: Kurniadi Syahputra

Related posts

Daffa Syahdana Sabet Gelar Mahasiwa Berpestasi Utama USU 2021

redaksi

Penghujung 2020, Bantuan Kuota Masih Tak Merata

redaksi

FORDEKIIS Bahas Sociopreneur dan Digital Berbasis Ilmu Sosial

redaksi