
Oleh: Salsa Aurora Novanda
Suara USU, Medan. Perundungan di sekolah bukan sekadar persoalan anak-anak yang berkelahi, melainkan masalah serius yang dapat meninggalkan jejak psikologis jangka panjang. Tindakan perundungan, baik secara fisik, verbal, maupun melalui media digital, mampu merusak rasa aman, mengganggu perkembangan, dan menurunkan harga diri remaja. Luka yang ditimbulkan tidak hanya berdampak pada korban secara pribadi, tetapi juga menciptakan lingkungan belajar yang tidak sehat. Akibatnya pun tidak ringan, mulai dari penurunan prestasi akademik, munculnya masalah kesehatan mental, hingga meningkatnya risiko putus sekolah.
Artikel ini merupakan tulisan media massa dengan topik “Restorative Justice dan Perlindungan Korban, Tinjauan Kasus Bullying di SMAN 4 Pasuruan.” dengan Dosen Pengampu Dr. Hairani Siregar S.Sos., M.SP.
Redaktur: Indira Rivany
Leave a comment