Pembaruan Langsung Kasus COVID-19
SUARA USU
Kabar SUMUT

Rumah Internet: Siap Mengabdi di Desa Demi Kemajuan Bangsa.

Oleh : Fitri Dian Jannah

Suara USU, Medan. Rumah Internet merupakan sebuah organisasi kepemudaan yang bergerak dibidang pengabdian masyarakat. Organisasi tersebut difokuskan kepada 4 pilar, yaitu pendidikan, teknologi, pertanian, dan ekonomi kreatif dengan dasar kunjungan tidak unsur-unsur teknologi dan pengajarannya kepada anak-anak di desa.

Organisasi Kepemudaan ini, dibangun oleh 5 pendiri dari berbagai kampus. Kelima pendiri tersebut, yaitu Aflah Fajari, Fanny Fashiri, Nurlina Maharani, dan Rafika Utami. Mereka meresmikan Rumah Internet pada 1 Juni 2019, dan bersifat independen.

Founder Rumah Internet merasakan kegelisahan serta keresahan akibat pemberitahuan antara orang desa dan orang kota. Sehingga mereka bertujuan untuk mengatasi dan membangun kesadaran anak-anak desa terhadap kehidupan dan perkembangan jaman di kota. memastikan setiap kegiatan yang selaraskan dengan teknologi. Selain itu, Rumah Intenet juga memodernisasi pedesaan, menjadi wadah untuk mempertemukan orang desa dan orang kota, serta memfasilitasi anak-anak desa untuk belajar seperti orang-orang di kota.

Saat ini relawan Rumah Internet melakukan pengabdian di Desa Kurandak, Belawan. Pengabdian dilakukan seminggu dua kali di hari sabtu dan minggu. Untuk mencapai desa tersebut, relawan harus menempuh perjalanan selama satu jam menggunakan sampan milik warga desa.

Tingkat pendidikan di desa rendah, keinginan untuk belajar pun rendah. “Sehingga dua tahun terakhir Rumah Internet lebih banyak berfokus pada literasinya terlebih dahulu, tapi tetap kita menanam sisi-sisi teknologinya,” ujar Aflah. Sembari mengajarkan literasi, relawan Rumah Internet mengenalkan penggunaan laptop, mengetik, serta mencari tahu tentang dunia luar menggunakan internet.

Rumah Internet juga telah meresmikan Rumah Baca yang dibangun di Desa Kurandak, pada Juni 2021. Segala fasilitas dan kebutuhan untuk belajar, seperti alat tulis, buku, dan alat kreativitas yang disediakan oleh Rumah Internet. Sehingga anak-anak dapat belajar tanpa ada pemungutan biaya apapun.

“Kami sangat berharap Rumah Internet ini dapat mengembangkan lagi jangkauannya, artinya kita tidak bisa membangun Indonesia secara sendiri-sendiri,” tutur Aflah. Walaupun Rumah Internet telah berjalan selama 2 tahun dengan berbagai pengabdian di desa, tidak ada kemungkinan organisasi ini bisa berhasil jika tanpa dukungan. Organisasi Kepemudaan ini sangat mengharapkan kolaborasi, dukungan, bantuan, serta kolaborasi dengan berbagai pihak, terutama pemerintahan.

Karena satu yang kita tanamkan pada setiap relawan Rumah Internet, kita tidak mengharapkan apapun dari manusia, kita tidak mengharapkan harta atau ketidakseimbangan lainnya, apalagi popularitas. Yang kita harapkan adalah keridhoan dari Tuhan Yang Maha Esa dan terbentuknya Indonesia yang lebih baik dan bermartabat,” ucap Aflah sebagai penutup.

Penyuntingan: Zukhrina Az Zukhruf

Related posts

Phadrel: Inovasi Plester Anti Jerawat dari Tanaman Jarak Pagar!

redaksi

Ecoprint: Dari Limbah Jadi Karya!

redaksi

Keadaan Terkini Pasca Banjir Bandang di De Flamboyan Medan

redaksi