SUARA USU
Kabar Kampus

Seberapa Pentingkah Komitmen dalam Berorganisasi?

Oleh: Putri Adliani Sianturi

Suara USU, Medan. “Apa komitmen anda terhadap organiasi ini?” “Dari skala 1-10, berapa komitmen yang kamu berikan untuk organisasi?”.

Beberapa pertanyaan yang acap kali ditanyakan saat seleksi wawancara perekrutan suatu organisasi, sebagai wadah yang diminati sebagain besar mahasiswa dalam meningkatkan skill mereka. Para calon peserta pun semaksimal mungkin meyakinkan semangat dan tingginya komitmen untuk dapat diterima di organisasi tersebut.

Komitmen merupakan sesuatu yang mendorong seseorang bertekad, berkorban, dan bertanggung jawab demi mencapai tujuan dalam organisasi. Komitmen ini begitu penting agar apa yang menjadi tujuan dari organisasi bisa terwujud. Tanpa komitmen, tidak akan ada konsistensi.

Sejatinya mahasiswa merupakan seorang siswa yang di ‘maha’ kan yang harus mempunyai kebijaksanaan dalam hidup, dituntut untuk komitmen menjalankan tanggung jawabnya.

Pada era yang semakin maju ini, mahasiswa justru mengalami degrasi besar-besaran (kemunduran) mengenai peran dan tanggung jawab yang diemban. Tak sedikit mahasiswa yang memiliki komitmen yang bulat hanya di awal saja, ketika di pertengahan jalan komitmen tersebut perlahan semakin pudar. Sebuah realita yang tak terbantahkan bahwa seseorang mudah dalam memulai komitmen, namun mempertahankan komitmen itu sendiri sangat sulit.

Mungkin banyak anggota yang juga memiliki kepentingan lainnya, mulai dari tugas kuliah yang menumpuk dan kepentingan individu lainnya. Bahkan tak jarang sebagai anggota merasakan lelah, jenuh, maupun bosan hingga tujuan awal berorganisasi pun sulit diaplikasikan.

Rendahnya komitmen dari kontribusi yang dilakukan oleh aktivis mahasiswa terhadap organisasi, pastinya berdampak negatif seperti tidak maksimalnya kegiatan yang dijalankan oleh organisasi tersebut. Sebaliknya komitmen yang tinggi akan memberikan dampak positif terhadap organisasi. Hal tersebut menunjukkan bahwa komitmen dari anggota organisasi memiliki peran penting untuk menjaga agar organisasi tersebut tetap berjalan.

Bagaimana cara membangun komitmen berorganisasi? Tentu saja hal ini bisa dilihat dari segi budaya organisasi yang mencerminkan karakter suatu organiasi tersebut. Budaya organisasi sebagai faktor yang berpengaruh terhadap komitmen seorang anggota, seperti peraturan yang diterapkan, sistem nilai organisasi, bahkan cara organisasi mengapresiasi kinerja setiap anggota dan juga bagaimana sikap ketua dan pengurus terhadap anggota di organisasi.

Selain itu, motivasi turut menjadi salah satu terbentuknya komitmen terhadap organisasi. Seorang anggota yang memiliki motivasi tinggi akan melaksanakan peranan sesuai divisi di organisasi dengan sungguh-sungguh demi mencapai tujuan yang diharapkan.

Biasanya anggota organisasi yang berkomitmen tinggi bisa dilihat dari loyalitasnya dalam berorganisasi, keaktifan menyumbangkan ide, pendapat, dan saran yang akan membuat organisasi maju dan berkembang serta dapat mencapai tujuan, visi dan misi organisasi secara maksimal.

Nah sobat Suara USU sudahkah kamu berkomitmen di organisasi yang kamu ikuti?

Redaktur: Yessica Irene


Discover more from SUARA USU

Subscribe to get the latest posts to your email.

Related posts

Ketua Umum Baru IMIKS FISIP USU, Siap Kembangkan IMIKS dan Tingkatkan Inovasi Baru!

redaksi

Mengadakan Goes to School, IMADIP Beri Pelajaran Politik pada Generasi Muda

redaksi

KOMPAS USU Adakan Oprec untuk Regenerasi, Ini Harapan Ketua Panitia

redaksi