Home Puisi Senandung Alam Kini Terhenti
PuisiSastra

Senandung Alam Kini Terhenti

Share
Sumber: www.rri.co.id

 

Oleh: Rifatul Suaidah

 

Mana dahulu terdengar suara-suara riang

Kicauan burung menyatu di telinga meriang

Kini hilang bersama angin yang menerjang

Luka alam menganga lebar seperti lubang

 

Rasa sakit yang dapat dirasakan begitu dalam

Kapan mereka sadar akan kerusakan alam?

Kapan mereka berhenti menodai tanah hitam?

Hingga menunggu alam murka penuh dendam

 

Alam sudah lelah menyembuhkan lukanya sendiri

Air jernih kini keruh keronta tak henti

Menyiksa lebih dalam jiwa yang mengerti

Hewan yang dahulu riang kini tersiksa mati

 

Pantaskah kita merasa bangga tanpa batas?

Malu! Kita manusia serakah tiada atas

Kembalikan alam yang dahulu bersih dan bebas

Senandung merdu yang hilang tertelan keras

 

Kembalikan hijau yang dahulu meneduhkan mata

Bunga-bunga yang merekah penuh warna nyata

Udara segar yang mengisi paru-paru kita

Air jernih yang mengalir di pembuluh bumi kita

 

Agar alam kembali senandung dengan merdu

Agar kehidupan kembali berdendang di waktu

Sadarlah wahai manusia sebelum terlalu

Sebelum segalanya terlambat dan berlalu

 

Sebelum alam benar-benar terhenti nafasnya

Sebelum senandungnya lenyap selamanya

Merdeka! Untuk alam yang berdaulat jiwanya

Merdeka! Untuk kehidupan yang berkeadilan

 

Redaktur: Zahra Salsabilla

 

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Related Articles