
Oleh: Rifatul Suaidah
Mana dahulu terdengar suara-suara riang
Kicauan burung menyatu di telinga meriang
Kini hilang bersama angin yang menerjang
Luka alam menganga lebar seperti lubang
Rasa sakit yang dapat dirasakan begitu dalam
Kapan mereka sadar akan kerusakan alam?
Kapan mereka berhenti menodai tanah hitam?
Hingga menunggu alam murka penuh dendam
Alam sudah lelah menyembuhkan lukanya sendiri
Air jernih kini keruh keronta tak henti
Menyiksa lebih dalam jiwa yang mengerti
Hewan yang dahulu riang kini tersiksa mati
Pantaskah kita merasa bangga tanpa batas?
Malu! Kita manusia serakah tiada atas
Kembalikan alam yang dahulu bersih dan bebas
Senandung merdu yang hilang tertelan keras
Kembalikan hijau yang dahulu meneduhkan mata
Bunga-bunga yang merekah penuh warna nyata
Udara segar yang mengisi paru-paru kita
Air jernih yang mengalir di pembuluh bumi kita
Agar alam kembali senandung dengan merdu
Agar kehidupan kembali berdendang di waktu
Sadarlah wahai manusia sebelum terlalu
Sebelum segalanya terlambat dan berlalu
Sebelum alam benar-benar terhenti nafasnya
Sebelum senandungnya lenyap selamanya
Merdeka! Untuk alam yang berdaulat jiwanya
Merdeka! Untuk kehidupan yang berkeadilan
Redaktur: Zahra Salsabilla
Leave a comment