SUARA USU
Film

The Social Dilemma, Sisi Lain di Balik Layar Media Sosial

Penulis : Ikhwa Sasmitha

Semakin hari teknologi semakin berkembang, kita menyadari hal tersebut. Banyak kita temui hal yang dulu dirasa tak mungkin menjadi mungkin di masa kini. Kemudahan, keprakstisan, kecanggihan bisa kita rasakan di segala bidang. Perubahan teknologi dengan skala besar membuat kita terseret ke era baru dimana kita menghadapi segala bentuk penemuan-penemuan baru yang mengharuskan kita berdaptasi dengannya. Namun apakah perubahan tersebut membawa kita ke arah yang lebih baik? Atau hanya tampak lebih baik?

The Social Dilemma, film dokumenter keluaran Netflix ini bisa jadi salah satu rekomendasi film yang dapat menambah wawasan serta membuka pikiran kamu tentang media sosial. Film ini digarap oleh Jeff Orlowski dan sudah bisa kamu saksikan melalui streaming Netflix sejak tanggal September 2020 lalu.

Film ini dibuka oleh kutipan Sophocles bahwa tak ada hal besar yang memasuki kehidupan manusia tanpa kutukan. Cukup membuat penasaran. Kutipan tersebut mengarah kepada kesan negatif dari hal besar yang telah terjadi. Isi film ini mengarah kepada hal-hal negatif teknologi yang tak tampak di permukaan publik.

Bersumber dari segala keterangan pakar ahli di bidang teknologi yang pernah bekerja di perusahaan-perusahaan raksasa dunia seperti Google, Instagram, Facebook, Twitter dan lainnya. Narasumber disini menjelaskan bagaimana mekanisme media sosial bekerja dan bagaimana industri ini menghasilkan keuntungan dengan segala konsekuensi meresahkan yang ditimbulkannya. Bagaimana pikiran manusia dimanipulasi dengan segala informasi yang disuguhkan oleh pengguna dari platform media sosial tersebut. Hingga media sosial menjadi sebuah kecanduan, membentuk polarisasi baru, radikalisasi, memicu kemarahan, keangkuhan serta hal lainnya.

Di film ini penjelasan para pakar teknologi dibarengi juga dengan analogi adegan dan cuplikan konsekuensi nyata yang timbul di masyarakat, jadi penontonnya mudah mengerti dan merasa relate di kehidupan nyata.

Ironisnya dalam film ini para pakar teknologi yang awalnya mengambil peran dalam mengembangkan teknologi di platform media sosial terkenal tersebut justru kini malah mengkhawatirkannya. Mereka yang mengerti bagaimana jalannya dunia industri tersebut merasa keresahan luar biasa sebab semakin lama dampak yang ditimbulkan malah semakin mengkhawatirkan. Artinya kondisinya sudah semakin parah.

Di akhir film, kita disarankan untuk mengurangi, membatasi, atau bahkan menghapus media sosial. Menimbang dampak luar biasa yang ditimbulkan media sosial, saran tersebut cukup masuk akal.

Redaktur: Yulia Putri Hadi

Related posts

Di Balik 98 (2015), Secuil Kisah Berlatar Reformasi Berdarah

redaksi

Merasakan Kembali Lebaran, Lewat Film Mencari Hilal!

redaksi

5 Rekomendasi Film Semangat Perjuangan Buruh

redaksi