SUARA USU
Buku

The Things You Can See Only When You Slow Down, Tetap Tenang di Tengah Dunia yang Serba Cepat

Penulis: Uly Delfiani H.

Suara USU, MEDAN. Di dunia yang sibuk dan serba cepat ini kerap kali kita merasa tertinggal dari orang lain. Sering kali kita lupa untuk beristirahat dan terus saja memenuhi otak dan batin kita dengan banyaknya pikiran dan memaksa tubuh untuk terus bekerja. Sehingga pada akhirnya kita merasa tertekan dan tidak bisa berpikir jernih, dan berujung pada kita yang tidak bisa menikmati hidup.

Buku The Things You Can See Only When You Slow Down merupakan buku yang berisi tentang pengalaman penulis yang diikuti dengan pesan-pesan singkat. Buku ini ditulis oleh seorang biksu Zen sekaligus mantan dosen di perguruan tinggi Liberal Arts di Massachusetts, yakni Haemin Sunim. Buku ini telah terjual lebih 3 juta eksemplar di Korea Selatan dan menduduki peringkat pertama buku best-seller selama 41 minggu berturut-turut dan telah diterjemahkan ke dalam beberapa bahasa.

Hadirnya buku ini berawal dari banyaknya orang-orang yang meminta saran kepada penulis untuk menghadapi tantangan dalam kehidupan kemudian semakin ramai dan berkembang di media sosial.

Buku ini terdiri dari delapan bab dan mengangkat topik yang erat kaitannya dengan kehidupan manusia yakni: istirahat; kebersadaran; gairah; hubungan; cinta; kehidupan; masa depan; dan spiritualitas. Penulis melalui buku ini akan mencontohkan bagaimana cara menghadapi emosi negatif, seperti amarah, rasa dengki dan kekecewaan dalam hidup, dengan penuh kesadaran.

Setiap bab dalam buku ini akan dimulai dengan esai kemudian diikuti pesan singkat yang berisikan saran dan petuah untuk dihayati dan barangkali kata-kata itu mampu menenangkan kita saat merasa khawatir dan putus asa serta menjadi pengingat bahwa kita tidak sendirian. Selain itu, yang menarik buku ini juga dilengkapi ilustrasi berwarna karya Youngcheol Lee. Ilustrasi ini bertujuan sebagai selingan yang diharapkan dapat menenangkan pembaca.

Pada bab pertama buku ini penulis menjelaskan bahwa sering kali kita merasa segala sesuatu di sekitar kita berjalan serba cepat. Namun, pada kenyataannya kita lupa untuk berhenti sejenak dan bertanya pada diri kita “Apakah memang dunia yang terlalu sibuk atau malah batin saya?”

Setelah ditinjau lebih jauh, ternyata apapun yang kita lakukan pada dasarnya dunia tidak peduli. Untuk itu ketika kita merasa sangat sibuk dan pontang-panting, ingatlah bahwa kita memiliki kuasa. Ketika batin kita beristirahat, dunia juga ikut beristirahat.

“Teman-teman yang saya kasihi,
janganlah patah semangat
hanya karena kita sedikit tertinggal.
Hidup bukanlah suatu perlombaan lari seratus meter melawan orang lain,
Melainkan maraton seumur hidup melawan diri sendiri.
Alih-alih memfokuskan diri sendiri untuk menyalip orang lain, lebih baik temukan keunikan kita terlebih dulu.” (hlm.206).

Secara keseluruhan, buku ini cocok dibaca berbagai kalangan usia. Gaya penulisan dan penyampainnya baik dan tidak terkesan menggurui. Bahasa yang digunakan juga mudah dipahami dan topik yang diangkat sangat erat dengan kehidupan sehari-hari. Buku ini terdiri dari 265 halaman, namun dapat dibaca sekali duduk saja. Haemin Sunim selaku penulis menyarankan untuk tidak tergesa-gesa dalam membaca buku ini agar kita dapat merefleksikan apa saja yang kita baca sebelum melangkah ke halaman berikutnya.

“Ketika kita begitu sibuk sampai merasa seperti sedang dikejar-kejar sesuatu, ketika pikiran penuh kekhawatiran memenuhi kepala kita, ketika masa depan terlihat gelap dan tidak pasti, ketika tersakiti kata-kata orang lain, lambatkan diri kita walau hanya sejenak. Bawa segenap kesadaran ke masa kini dan hiruplah napas dalam-dalam.” (hlm.263).

Redaktur: Wiranto Asruri Siregar


Discover more from SUARA USU

Subscribe to get the latest posts to your email.

Related posts

Selamat Tinggal, Sebuah Buku tentang Curahan Seorang Penulis dan Sindiran terhadap Pembajak

redaksi

Memorizing Like An Elephant, Sebuah Karya untuk Melatih Daya Ingat

redaksi

Menjadi Perempuan Independen Melalui Buku ‘The Alpha Girl’s Guide’

redaksi