SUARA USU
Featured Life Style

Tidak Selalu Negatif, Kenali Jenis-Jenis Stres Berikut!

Oleh: Atika Larasati

Suara USU, Medan. Apa kamu pernah merasa gelisah sehingga tidak bisa bersantai ataupun tenang? Lebih mudah marah, sulit berkonsentrasi, kehilangan minat, dan tidak bisa menikmati kegiatan yang sedang dijalani? Atau mudah merasa lelah yang berkepanjangan? Jika iya, bisa jadi itu ciri-ciri kamu sedang mengalami stres.

Stres merupakan proses yang dirasakan dan direspon oleh manusia mengenai suatu kejadian. Stres muncul saat apa yang kita miliki tidak dapat memenuhi kebutuhan terhadap lingkungan. Hampir semua orang pernah merasakan stres. Tentu, tidak semua hasil dari proses yang kita jalani selalu berakhir sempurna. Jadi, merasakan stres itu hal yang manusiawi, baik stres positif maupun negatif pasti terasa tidak nyaman.

Stres positif? Iya, kamu tidak salah baca. Mungkin beberapa dari kalian tampak asing dan merasa penasaran dengan kalimat barusan, lalu munculah pertanyaan, “Bukankah stres itu selalu negatif? Memangnya ada stres positif itu?

Positif ataupun negatif dari perasaan stres, tergantung dari cara kita merespon atau menyikapi suatu kejadian dari pemicu stres. Penasaran? Yuk, simak jenis-jenis stres yang kamu harus tau!

  1. Eustres

Yang pertama ada eustres. Si stres yang positif karena stres ini memicu kita untuk lebih produktif, meraih target yang telah ditetapkan, dan melakukan berbagai hal positif. Eustres biasanya berjangka pendek, meningkatkan kinerja, dan dapat diatasi secara pribadi.

Jenis stres ini membuat diri tergugah untuk mencapai sesuatu. Bukannya merasakan takut saat menerima suatu kejadian, eustres justru termotivasi dan menganggapnya sebagai tantangan.

  1. Distres

Berbeda dengan eustres yang bersifat positif dan menantang, distres merupakan stres yang bersifat negatif. Distres membuat seseorang merasa kesulitan terhadap sesuatu, yang akhirnya akan memengaruhi kondisi mental. Distres cenderung membuat kita lebih sensitif, mudah merasa bersalah dan putus asa, serta membuat kinerja menurun.

Distres dapat dibagi menjadi dua, yaitu stres akut  dan stres kronis. Stres akut dapat muncul dan hilang dalam waktu yang singkat dengan rentang waktu sering, sedangkan stres kronis membutuhkan waktu lama untuk sembuh.

  1. Neustres

Yang terakhir ada neustres, stres yang tidak berdampak langsung pada kehidupan. Kita cenderung tidak menyadari sedang mengalami neustres karena tidak merasakan dampak apapun. Tepatnya, neustres ini berada di antara eustres dan distres.

Stres memang hal yang wajar. Namun, kita juga dapat mengatasinya dengan berpikir dan melakukan berbagai kegiatan yang positif. Eustres kita harus dapat mengalahkan distres yang ada di dalam diri kita.

Setiap orang memiliki kegiatan tersendiri dalam mengatasi stresnya, entah itu mendengarkan musik, bersepeda, atau tidur. Kalau kamu sendiri, bagaimana?

Redaktur: Azka Zere Erlthor


Discover more from SUARA USU

Subscribe to get the latest posts to your email.

Related posts

Bangun Resiliensi, Lepaskan Diri dari Mental Tempe!

redaksi

Sering Mendengar Frugal Living, Gimana Sih Caranya?

redaksi

Perempuan Hari Ini, Komunitas untuk Membangun dan Mencapai Kesetaraan Gender!

redaksi