Home Kabar Kampus Tim FMIPA USU Raih Juara 3 UTU Awards Lewat Inovasi Tisu Organik
Kabar Kampus

Tim FMIPA USU Raih Juara 3 UTU Awards Lewat Inovasi Tisu Organik

Share

Reporter: Alya Nayla Sahirah S.

Suara USU, Medan. Tim mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Sumatera Utara (USU) berhasil meraih juara 3 pada kategori Riset Unggulan Berbasis Kewirausahaan di ajang 11th UTU Awards 2025. Kompetisi nasional tahunan tersebut diselenggarakan Universitas Teuku Umar di Aceh pada 3–4 September 2025.

Kompetisi yang telah berlangsung sebelas kali ini menghadirkan berbagai kategori perlombaan, mulai dari Riset Kewirausahaan, Perencanaan Bisnis, Desain Toko Daring, Bisnis Rintisan, hingga Produk Inovatif Berbasis Agro dan Industri Kelautan. Tim FMIPA USU memilih kategori Riset Kewirausahaan karena produk yang mereka kembangkan dinilai memiliki potensi besar untuk dipasarkan kepada masyarakat.

“Inovasi kami berangkat dari kekhawatiran terhadap tisu basah konvensional yang sebagian besar masih mengandung plastik sehingga sulit terurai, serta bahan kimia seperti alkohol yang dapat menimbulkan iritasi. Kami ingin menghadirkan alternatif berupa tisu antiseptik yang terbuat dari bahan alam, mudah terurai, ramah lingkungan, dan bebas alkohol sehingga lebih aman digunakan,” ujar Dwinta Nurul Fitri Bintang, mahasiswa Fisika USU yang menjadi salah satu anggota tim.

Produk yang diberi nama Tisu Antiseptik Organik ini memiliki keunikan karena menggunakan bahan dasar ramah lingkungan, dapat terurai (biodegradable), serta memanfaatkan limbah biomassa sawit. Selain bebas alkohol dan aman untuk kulit sensitif, produk ini juga memiliki nilai tambah melalui pengolahan limbah pertanian menjadi produk yang bermanfaat.

Asri Amanda N, mahasiswa Kimia USU yang juga anggota tim, menambahkan bahwa tantangan terbesar dalam pengembangan produk terjadi pada proses pencetakan. “Tantangan utama ada pada proses pencetakan karena membutuhkan beberapa kali percobaan untuk mendapatkan tekstur dan kualitas yang sebanding dengan tisu basah pada umumnya,” ungkapnya.

Dukungan penuh juga diberikan oleh pihak fakultas maupun universitas. Fakultas membantu melalui pendanaan, sementara universitas menyediakan fasilitas laboratorium untuk riset dan pengembangan. “Dukungan ini sangat membantu agar produk yang kami kembangkan dapat diuji coba secara maksimal dan layak dibawa ke kompetisi nasional,” tambah Dwinta.

Baik Dwinta maupun Asri sepakat bahwa potensi produk ini masih sangat besar untuk dikembangkan lebih lanjut, misalnya melalui penambahan aroma alami maupun optimalisasi formulasi agar semakin kompetitif di pasar. “Potensi pengembangan produk ini cukup besar, apalagi dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap produk ramah lingkungan,” ujarnya.

Menutup wawancara, Dwinta menekankan pentingnya keberanian untuk terus mencoba bagi mahasiswa lain yang ingin mengikuti jejak mereka. “Untuk teman-teman yang punya ide, jangan cepat menyerah. Kembangkan, tingkatkan, dan perjuangkan ide tersebut, karena kita tidak pernah tahu sejauh apa dampak positifnya bagi masyarakat jika kita berani memperjuangkannya,” katanya.

Hal senada juga disampaikan oleh Asri. “Jangan takut untuk mencoba atau menyampaikan ide yang ada di kepala kita, karena hal itu bisa memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat,” tuturnya.

Prestasi ini menjadi bukti bahwa mahasiswa USU terus menunjukkan kontribusi melalui riset dan inovasi yang tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan, tetapi juga mendukung keberlanjutan lingkungan.

Redaktur: Merry Agnus Dei Gultom

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.