SUARA USU
Kabar Kampus

Tim UwU USU Raih Juara III dan Best Speaker di Kompetisi Debat FYG UIN Syarif Hidayatullah

Oleh: Azka Zere

Suara USU, Medan. Tim Uwu USU berhasil mengharumkan nama Universitas Sumatera Utara dengan meraih juara III pada Kompetisi Debat Nasional FISIP Youth Government (FYG). Kompetisi tersebut diselenggarakan oleh Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. Kabar baik itu diumumkan melalui Zoom Meeting, pada Rabu (10/11).

Kompetisi yang diadakan secara daring ini diikuti tim yang beranggotakan tiga orang, yaitu Ariandi Ramadan (Hukum 2017), Muhammad Dai Kuncoro (Manajemen 2019), dan Dinda Yunisa (Hukum 2020). FYG sendiri kali ini mengusung tema “Menyulam Pemikiran Kritis dalam Upaya Pemulihan di Bidang Sosial Politik dan Mempertahankan Kesatuan Bangsa Pasca Pandemi Covid-19”.

Ariandi menjelaskan persiapan timnya untuk mengikuti kompetisi yang hanya memakan waktu singkat. Meskipun demikian, mereka tetap berusaha semaksimal mungkin untuk menunjukkan performa terbaik.

“Untuk persiapannya sangat singkat, ya. Kami baru tau mosi debatnya ternyata udah dikirim dari panitia pas 12 jam sebelum lomba dan mosi debat yang mau dibahas itu banyak, lumayan sulit juga untuk dianalisis. Tapi walau waktu udah mepet banget, kami cuma bisa berjuang semaksimal mungkin. Hal yang paling kami persiapkan adalah untuk membangun logika sebagai seorang debater dulu, seperti harus melihat suatu kondisi dan masalah dari dua sisi, yaitu pro dan kontra. Ketika logika tersebut telah terbangun, mudah bagi kami untuk membangun kasus karena chemistry antara kami bertiga sudah ada dan terbangun,” ungkap Ariandi.

Terkait kendala, Ariandi mengaku tidak mendapatkan kendala saat kompetisi berlangsung. Namun, sebelum terbentuk tim yang ada saat ini, ternyata awalnya mereka sempat mengalami kekurangan anggota.

“Pada dasarnya debat itu udah jadi passion-nya aku dan Dai. Waktu itu kami juga kekurangan 1 anggota. Jadi, aku ajak si Dinda, junior aku di kampus. Basic dasarnya dia cuma public speaking doang, sama sekali gak punya basic debat dan ini kali pertama dia untuk terjun ke dunia debat. Alhamdulillah juga sekaligus jadi prestasi pertama Dinda di dunia debat,” tutur Ariandi.

Mahasiswa Fakultas Hukum itu juga menuturkan kunci untuk memulai debat, yaitu jangan pernah takut untuk mencoba.

“Untuk di lomba debat sendiri kuncinya adalah jangan pernah takut mencoba karena debat itu bukan tentang hal teoritis, yang kita baca buku terus kita jadi pandai. Dunia debat itu menuntut kita untuk practices makes perfect. Jadi, sering melatih logika berpikir untuk melihat masalah dari dua sisi adalah kunci kesuksesan untuk menang dalam lomba debat,” jelas Ariandi.

Ariandi juga mengingatkan untuk tidak underestimate kepada diri sendiri. Seperti Dinda, salah satu anggota tim yang tidak memiliki pengalaman di bidang debat yang ternyata dapat memenangi kompetisi debat.

“Dinda itu mau belajar dan berusaha mengubah diri jadi debater yang baik dalam waktu kurang dari satu hari doang. Kalo bilang ‘gak bisa ini, gak bisa itu’, faktanya itu bentuk kesalahan mindset kita. Jangan jadikan alasan gak mampu atau gak punya pengalaman untuk takut mencoba,” ujar Ariandi.

Tidak hanya meraih juara III, salah satu anggota Tim Uwu USU, Muhammad Dai Kuncoro juga berhasil meraih predikat best speaker. Dai memberikan sedikit tips bagi mereka yang ingin terjun ke dunia debat.

“Sebelum kita belajar berpidato, ada baiknya kita lebih banyak mendengar terlebih dahulu. Bagi aku, mendengar itu sama pentingnya seperti berbicara, bahkan lebih penting lagi dalam debat. Dengarkan untuk memahami, baik teman satu tim maupun lawan agar kita bisa memberi respon yang tepat. Ada kalanya lawan kelihatan sangat mengintimidasi dan kuat, tapi ketika didengarkan, ternyata mereka punya banyak titik lemah. Begitu juga dengan kita. Inilah yang sering dilupakan orang. Banyak yang hobi berbicara, tapi sedikit sekali mendengar,” jelas Dai.

“Bagi aku, seorang best speaker juga berarti seorang best listener. Tentunya hal ini juga didukung dengan latihan dan jam terbang yang sesuai. Berlatih terus, belajar jangan putus,” tutup mahasiswa Manajemen itu.

Redaktur: Yessica Irene 


Discover more from SUARA USU

Subscribe to get the latest posts to your email.

Related posts

Sistem Tukar Menukar Barang dan Jasa Lebih Efektif dalam Menggunakan Aplikasi Berbasis Web

redaksi

Ajak Mahasiswa Persiapkan Diri Untuk Mendaftar Beasiswa, Fakultas Pertanian Adakan Agriculture Talkshow

redaksi

Webinar LOL 2021, Tekankan Pentingnya Jiwa Kepemimpinan dan Integritas

redaksi