SUARA USU
Sastra

Tujuh Juli

Oleh: Sella Ramadani

Penantian amerta

Tatkala binar itu sirna

Nabastala ditatap sama rata

Namun rasa tak kunjung serupa

 

Engkau hanya fatamorgana

Tak akan terwujud sebagai nyata

Tergenggam dalam angan

Abadi hanya sebatas ilusi

 

Hambar dirasa warna kelabu

Bagai mega hitam tak kunjung membiru

Sama halnya denganku

Sosok yang tak sempat berlabuh

Namun sudah lama menunggu

 

Hati berbisik bahwa ia muak

Langkah kian lelah karena tak berujung

Intuisi memberi isyarat untuk tetap mengejar

Namun rasa-rasanya sudah cukup

 

Engkau bagai rasi bintang di bumantara

Dikata, namun aksa untuk ada

 

Kadang-kadang terasa pilu

Juga pula terasa sendu

Insan ini hanya semu

Entah kapan dapat tersentuh

 

Lelah jiwa tuk berlanjut

Saban hari langkah terasa penat

Kunjungan ini tak bertemu

Dan tak juga disambut

 

Bagaimana bisa?

Tuan bukan tak memberi izin

Namun saya yang bersembunyi

Ku rayu Tuhan sebentar

Biarlah Tuhan beri jalan

Redaktur: Anna Fauziah Pane

Related posts

Banyak Bercanda Katanya

redaksi

Pancasona Lt.3

redaksi

Puisi: Abhitah Badimin

redaksi