SUARA USU
Buku

Ubah Insecurity Menjadi Nilai Positif dalam Diri

Oleh: Yohanna Febrianti Caroline

Suara USU, Medan. Insecurity is My Middle Name merupakan sebuah buku bertakjub self-healing pertama karya Alvi Syahrin. Buku ini pertama kali dicetak pada Mei 2021. Ini merupakan salah satu buku yang sangat memberi dampak untuk belajar berdamai dengan diri sendiri.

Insecurity bagaikan sebuah magnet yang sering kali sudah melekat pada diri kita, dan sulit untuk melepasnya. Seringkali insecurity menimbulkan sisi negatif pada diri sendiri. Sulitnya berdamai dengan diri sendiri juga menjadi bagian dari adanya insecurity. Insecure tidak melulu tentang rupa secara fisik. Secara umum insecure sendiri memiliki arti perasaan dimana ketika seseorang selalu merasa cemas, takut, merasa tertinggal jauh dari orang lain, dan sangat sulit menerima diri sendiri dengan tulus.

45 bab dalam buku bagaikan magic yang dapat membantu kita berdamai dengan insecurity yang ada pada diri. Namun tahukah kamu bahwa sebenernya memiliki rasa insecure bisa menjadi motivasi awal untuk diri kita sendiri loh. Kok bisa? Misalnya saja ketika kita merasa insecure ketika melihat pencapaian seseorang, lalu kita merasa jauh sangat tertinggal. Dengan adanya rasa insecure ini kita dapat mendorong diri untuk mencari bagaimana ya langkah awal agar kita dapat menggapai sesuatu tersebut. Eits… tapi permasalahannya adalah ketika insecure ini malah salah untuk kita pahamin. Maka dari itu buku karya Alvi Syahrin yang satu ini menjadi penolongnya.

Insecurity is My Middle Name membantu kita untuk bertumbuh ditengah rasa insecure yang sedang kita hadapi, karna setiap orang memiliki rasa insecure yang berbeda-beda. Buku ini seperti membuat kita merasa sedang berbincang bersama sahabat atau seseorang yang peduli kepada diri kita. Penulisan beberapa kata yang menjadi point utama dengan ukuran font yang besar juga menjadi salah satu hal yang menarik, Alvi Syahrin menyajikan setiap bab dengan sangat baik, secara ringkas dan tidak bertele-tele. Pemilihan cover untuk buku ini pun menurut saya sangat luar biasa, enak dipandang dan mampu membuat tenang.

Buku ini dapat ditemukan di toko-toko buku yang ada, atau kamu juga dapat membacanya melalui e-book. Sebagai penutup ada kutipan kata-kata yang menjadi salah satu favorit dan ketika membacanya terasa seperti mantra yang ajaib.

“Pada akhirnya, caramu berpikir, caramu melihat dunia, apa yang ada di dalam kepalamu itu jauh lebih penting daripada yang ada di luar.” (Hal. 45). Selamat membaca!

Redaktur: Yessica Irene

Related posts

Wattpad Bertajuk Pers Kampus, Kisah Romantis hingga Tragis Jurnalis Kampus

redaksi

Pribumi dalam Buku Gelandangan di Kampung Sendiri

redaksi

“Filosofi Teras” Solusi Untuk Kamu yang Sering Overthinking

redaksi