SUARA USU
Uncategorized

Upaya Pencegahan Rasisme di Kalangan Mahasiswa

Penulis: Ryadh Al Ariz B. P. Rambe / Amy Awanda / Jonathan Aroni Zega / Samuel Hizkia Nainggolan / Tia Theresia Wuka / Sarifa Aini / Khalil Ramzy Nasution /

Suara USU, Medan. Kelompok mahasiswa yang berasal dari program Mata Kuliah Wajib Kurikulum (MKWK) Kelas Pendidikan Kewarganegaraan 11 Universitas Sumatera Utara (USU) melaksanakan penelitian di wilayah kampus guna mengetahui adanya tindakan rasisme yang terjadi di kalangan mahasiswa USU.

Penelitian ini dilaksanakan oleh kelompok 8 yang beranggotakan Samuel Hizkia Nainggolan, Sarifa Aini, Amy Awanda, Khalil Ramzy Nasution, Ryadh Al Ariz B. P. Rambe dan Jonathan Aroni Zega yang mempelajari dan mengumpulkan informasi terkait respon dan pengalaman mahasiswa terkait dengan Rasisme.

Penelitian dilaksanakan guna untuk mengetahui adanya tindak rasisme di wilayah kampus dan untuk meningkatkan kesadaran bahwa rasisme adalah urgensi yang dapat menimbulkan perpecahan antar warga Indonesia.

Kegiatan penelitian ini merupakan bentuk implementasi berupa praktik atau tindakan berdasarkan pada ilmu dari mata kuliah yang telah diajarkan selama perkuliahan sebagai bekal pengetahuan untuk menganalisa strategi pencegahan rasisme di kalangan mahasiswa.

Mahasiswa berperan penting dalam melawan tindakan rasisme dan memiliki potensi yang besar dalam menciptakan perubahan sosial. Dengan adanya pengetahuan yang dimiliki mengenai pentingnya kesetaraan rasial, kesadaran terhadap implikasi negatif dari tindakan rasisme dan pengetahuan mengenai dampak yang akan ditimbulkan dari tindakan tersebut, mahasiswa dapat memberikan edukasi kepada masyarakat atau melakukan kampanye.

Dengan kekuatan yang dimiliki yang mana dapat menjadi pemimpin opini di kampus dan di masyarakat, mahasiswa  dapat menggunakan media atau platform untuk mengangkat isu rasisme dan menentang tindakan rasisme dan diskriminasi dengan berbagi gagasan dan pendapat yang dapat mempengaruhi persepsi dan sikap masyarakat terhadap isu rasisme. Dengan kontribusi aktif dalam perjuangan melawan rasisme, mahasiswa dapat menjadi agen perubahan yang signifikan dan menjadi pendorong terwujudnya masyarakat yang lebih adil dan inklusif.

Pengambilan data diperoleh melalui pendekatan kualitatif dengan metode wawancara yang dilakukan terhadap beberapa mahasiswa USU dari beberapa fakultas. Metode ini bertujuan untuk menggali informasi, memperoleh data dan mengkaji lebih mendalam mengenai tindakan tersebut dengan melakukan pendekatan yang lebih intens.

Setelah melakukan pendekatan tersebut, diperoleh informasi dari beberapa narasumber yang merupakan mahasiswa/i yang tengah menempuh pendidikan di Universitas Sumatera Utara. Mereka berpendapat bahwa rasisme terjadi dikarenakan adanya masalah pada pemikiran dan perasaan si pelaku yang menganggap bahwa dirinya superior dibandingkan yang lainnya. Seluruh narasumber mengganggap para pelaku rasisme adalah pelaku tindak kejahatan, mengingat banyaknya kasus yang terjadi di lingkungan masyarakat terkait rasisme yang sering terjadi pada kaum minoritas yang menyebabkan terjadinya perpecahan bahkan kematian pada korban. Tindakan rasisme adalah masalah yang serius dan dapat menjadi masalah utama yang dapat menyebabkan terpecah belahnya bangsa dan keberlangsungan NKRI.

Rasisme pun hingga saat ini menjadi masalah dunia. Banyaknya kelompok-kelompok yang berkuasa atas kelompok lainnya dapat menurunkan kesadaran mereka terhadap resiko terjadinya tindakan rasisme. Dengan sikap arogan dan perasaan superior terhadap kaum minoritas oleh kaum mayoritas dapat mempengaruhi kaum minoritas dan menimbulkan sikap defensif, kurangnya kepercayaan diri, selalu merasa tidak aman dan nyaman dalam berkegiatan, dan itulah yang menjadi urgensi saat ini.

Untuk melawan dan memerangi tindakan rasisme dapat dimulai dengan menumbuhkan kesadaran dari dalam diri tiap individu, disamping edukasi yang dapat diberikan oleh orang tua dan tenaga pendidik. Dalam memerangi dan melawan tindakan rasisme pendidikan memiliki pengaruh yang penting. Misalnya saja melalui pembelajaran pendidikan pancasila dan kewarganegaraan yang dapat membuka pemikiran individu-individu terkait pentingnya sikap toleransi, persatuan dan kesatuan, dan bagaimana dampak rasisme terhadap bangsa.

Setelah melakukan penelitian tentang rasisme ini, berbagai manfaat yang telah didapatkan, diantaranya yaitu bagaimana pandangan lain terkait dengan isu ini, pengalaman yang bisa dijadikan pelajaran, dampak yang ditimbulkan serta pencegahannya.

Pengalaman dari narasumber yang bisa dijadikan pelajaran untuk selalu berlaku baik terhadap sesama manusia karena derajat kita tetap sama sebagai manusia. Karena manusia adalah makhluk sosial yang saling membutuhkan satu sama lain.

Pandangan baru yang berasal dari pikiran atau mindset orang lain adalah sesuatu yang sangat berharga untuk memperluas pola pikir kita terhadap dunia luar dan bagaimana cara kita mengatasi masalah yang dihadapi.

Serta, pencegahan-pencegahan yang bisa kita terapkan dalam mengatasi tindak rasisme disekeliling kita karena itu juga sangat berguna untuk korban. Korban akan merasa terlindungi dan tidak merasa sendiri.

Artikel ini adalah publikasi tugas mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan dengan Dosen Pengampu: Onan Marakali Siregar, S.Sos, M.Si.

Redaktur: Tania A. Putri


Discover more from SUARA USU

Subscribe to get the latest posts to your email.

Related posts

Urgensi Mempertahankan Bhineka Tunggal Ika oleh Generasi Muda

redaksi

UMKM Kripik Lokal Laris Keras dengan Saluran Distribusi Seperti Apa?

redaksi

Strategi Human Capital Management (HCM) Perusahaan dalam Mengelola Pemutusan Hubungan Kerja

redaksi