Pembaruan Langsung Kasus COVID-19
SUARA USU
Kabar Kampus

USU Sediakan 2.980 Kuota KIP Kuliah Bagi Mahasiswa Terdampak Covid-19

Penulis: Kurniadi Syahputra

Suara USU, Medan. Perkuliahan semester ganjil tahun 2020-2021 di lingkungan Universitas Sumatera Utara (USU) akan dimulai. Namun, hingga kini kepastian pembayaran uang kuliah atau UKT belum ada kejelasan.

Menyikapi aturan Permendikbud No. 25 tentang keringanan biaya kuliah karena pandemi, Rektor USU Runtung Sitepu memaparkan kebijakan yang diambil oleh USU.

Dalam wawancaranya saat meninjau lokasi UTBK-SBMPT di Fakultas Kedokteran Senin (5/7) lalu, Runtung menyebutkan bahwa USU akan memberikan kesempatan bagi mahasiswa yang akan melanjutkan semester depan dengan mendaftar kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah.

“USU memberikan kesempatan menyicil atau menunda pembayaran UKT hingga akhir semester ganjil 2020/2021 ini. Kemudian USU juga menyediakan 2.980 kuota KIP Kuliah bagi mahasiswa yang membutuhkan yang didasari surat permohonan,” papar Runtung.

Mengenai KIP kuliah, Runtung menuturkan bahwa 2.980 kuota KIP Kuliah yang tersedia ini akan diproses secara online untuk menghindari kontak fisik secara langsung.

“Paket bantuan KIP ini akan kita berikan ke mahasiswa, tapi dasarnya permohonan. Karena tidak semua orang tua mahasiswa terdampak secara langsung oleh pandemi. Makanya dibuat dengan permohonan, agar yang benar-benar membutuhkan yang menerimanya,” jelas rektor Runtung sebelum dinyatakan postif Covid-19.

Dimas, salah satu mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis, mengaku belum puas akan pernyataan Rektor tersebut. Pasalnya, pernyataan rektor dinilai hanya sekedar pemaparan belaka tanpa landasan.

“Kami sih butuhnya Surat Ketetapan Rektor segera dikeluarkan. Agar mekanismenya lebih jelas lagi dan transparansi pelaksanaanya bisa kita ketahui bersama. Agar mahasiswa jadi paham harus ngurus apa dan bagaimana,” ujar Dimas.

Mahasiswa lainnya, Rangga Dwinata juga ikut menuturkan harapannya. Ia yang merupakan mahasiswa jalur mandiri semester 8 dari Fakultas Kehutanan berharap penurunan uang kuliah.

“Kami yang mahasiswa akhir ini kan tinggal sebentar lagi di kampus. Tentu kami berharap ya diberikan keringanan uang kuliah. Minimal setengah dari uang kuliah seperti biasanya,” ujar mahasiswa yang tinggal menunggu sidang meja hijau tersebut.

Rangga juga menuturkan bahwa selama pandemi, banyak temannya yang mahasiswa akhir harus menunda penelitian. Mengakibatkan waktu kuliah menjadi lebih panjang dan otomatis membayar uang kuliah kembali.

Related posts

Rektor USU Juga Tampil sebagai Dekan FISIP dalam Prosesi Wisuda

redaksi

Mapping Your Career, Creating Your Future bersama AIESEC in USU

redaksi

Sah Dilantik, Ketua IMPM Harapkan IMPM Jadi Organisasi yang Lebih Baik!

redaksi