SUARA USU
Kabar Kampus

USU Sukses Adakan Bedah Buku Biografi Menteri BUMN

Oleh: Ester Monica

Suara USU, Medan. Universitas Sumatera Utara sukses mengadakan Bedah Buku “(Bukan) Kisah Sukses Erick Thorir” di Gelanggang Mahasiswa pada Senin, (6/3). Kegiatan ini turut dihadiri langsung oleh sang penulis, Abdullah Sammy. Selain itu, juga ada Fritz E. Simanjuntak dan Vina Muliana sebagai pembicara.

Acara bedah buku ini dibuka dengan pertanyaan pertama oleh moderator kepada penulis, Abdullah sammy, “Mengapa judul buku ini ‘(Bukan) kisah sukses Erick Thohir?'”

Abdullah Sammy selaku penulis mengungkapkan kenapa dirinya menggunakan kata (bukan) pada judul. “(Kata) ‘bukan’ dalam judul buku ini bermakna ‘jembatan’. Sebelum mencapai kesuksesannya, bapak Erick Thohir ini pasti memiliki cerita mengenai ‘jembatannya’ menuju posisinya yang sekarang. Pasti memiliki proses dari titik terendah menuju titik tertinggi dan pasti memiliki dinamika hidup yang tidaklah mudah. Hal inilah yang akan jauh lebih dibahas di dalam buku ini. Oleh karna itu, judul buku ini bukan kisah sukses Erick Thohir.”

Lalu, acara dilanjut dengan melempar pertanyaan kepada Vina Maulina selaku content creator sekaligus pegawai BUMN. “Apa saja sih Kak Vina perubahan-perubahan yang terjadi terhadap BUMN setelah pak Erick masuk?”

“ Wah ini sih sangat banyak, yah. Pertama, seperti yang kita ketahui bahwa BUMN adalah perusahaan yang sangat besar. Sebelum masuknya pak Erick, BUMN hanya memiliki 3 perusahaan holding, dimana saat itu jika tidak salah terdapat 143 perusahaan. Bayangkan, mengurus satu perusahaan saja sudah sangat susah, kan? Lalu, saat pak Erick masuk ke BUMN, beliau berhasil menciptakan 12 perusaan holding sehingga kini perusahann BUMN kurang lebih menjadi 53 jumlahnya. Holding di sini maksudnya adalah gabungan perusahan menjadi satu sektor induk guna pemantauan yang lebih mudah. Kedua, kecintaan pak Erick Thohir akan culture perusahaan yaitu ‘akhlak’, menjadikan pak Erick Thohir ini selalu melandaskan segala sesuatu sesuai dengan ‘akhlak’. Di hari pertama saya bergabung menjadi bagian dari BUMN, saya melihat beliau mengelilingi seluruh ruangan mengajak semua pegawainya untuk berkenalan sekaligus bertanya ‘adakah yang kurang?’, ‘adakah yang bisa dirombak?’ atau ‘adakah yang perlu dievaluasi?’. Hal ini lah yang membuat pak Erick disenangi oleh seluruh pegawainya karna sifatnya yang sangat pandai merangkul semua orang. Dan terakhir, pak Erick adalah seorang pemimpin yang sangat inklusif. Pak Erick sangat mengusahakan adaya Direktur BUMN yang usianya di bawah 40 tahun dan juga direktur wanita, sehingga bisa kita lihat sendiri kalangan Direktur BUMN di bawah kepemimpinan pak Erick saat ini.”, jawab Vina.

Pada pertengahan acara, terdapat penampilan stand up comedy yang dibawa oleh Wandawandow untuk menghibur para audiens. Setelah penampilan stand up comedy, acara bedah buku dilanjut dengan pertanyaan ketiga kepada Pak Fritz E. Simanjuntak selaku pemerhati olahraga sekaligus teman dekat bapak Erick Thohir.

“Pak Fritz, adakah yang membedakan kisah pak Erick Thohir ini dengan kisah sukses orang lainya?”

“Setiap orang sukses pasti memilki keunikannya tersendiri, begitupun pak Erick ini. Keunikan yang ada di dalam diri beliau, pertama, ialah seorang pemimpin yang melayani dan kolaborasi, karna jika tidak kolaborasi pasti akan colaps ujungnya. Kedua, pak Erick adalah seorang pemimpin yang true other people dengan mempercayai anak-anak muda dan juga wanita untuk menempati posisi tinggi, sehingga hasil yang didapat berupa terobosan-terobosan yang sangat unik. Selain itu, pak Erick adalah seseorang yang sangat mengingat teman lama, sehingga networking yang dimilikinya pun tidak pernah putus.”, jawab Pak Fritz kepada moderator.

Acara berlanjut dengan sesi tanya jawab yang dibawa oleh moderator, serta motivasi tipis-tipis dari para narasumber.

Acara bedah buku ini ditutup oleh moderator dengan membacakan kalimat kutipan yang terdapat dalam buku (Bukan) Kisah Sukses Erick Thohir, “Hidup adalah sebuah perjalanan transformasi tanpa henti. Saya selalu percaya setiap detik, menit, jam, hari, bulan dan tahun memberi kesempatan bagi kita untuk berubah menjadi semakin baik lagi.”

Redaktur: Tania A. Putri


Discover more from SUARA USU

Subscribe to get the latest posts to your email.

Related posts

UKM DBI USU Beri Pelatihan Speak Up Communication

suarausu

Direktorat Jenderal Pajak Adakan Pojok E-Filling di USU, Ayo Segera Lapor SPT!

redaksi

Intip Persiapan Tim Horas USU untuk Shell Eco-Marathon Asia 2023, Targetkan Masuk 3 Besar!

redaksi